Kamis, 17 Agustus 2017

Berbagai macam ALAT UKUR, serta kegunaannya


Berbagai macam Alat ukur yang digunakan untuk mengukur berbagai keperluan hasil pengukuran, serta memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing.
Terdapat begitu banyak alat ukur yang digunakan dalam berbagai jenis kegiatan, profesi dan kebutuhan hasil pengukuran.

Berbagai Alat Ukur dan kegunaannya
nama-nama alat ukur serta fungsinya
Alat Ukur dibuat untuk mempermudah kita dalam melakukan berbagai pengukuran.

Alat ukur digunakan dalam berbagai bidang
Berbagai macam alat ukur tersebut digunakan hampir dalam segala bidang pekerjaan atau profesi, seperti:

    Alat ukur di bidang Mekanikal (Bengkel)
    Alat ukur di bidang Listrik (kelistrikan)
    Alat ukur di bidang Kimia (Laboratorium)
    Alat ukur bidang Kedokteran (Kesehatan)
    Alat ukur di bidang Bangunan (Sipil)
    Alat ukur di bidang Pendidikan
    dan banyak lagi yang lainnya.





Jenis-jenis Alat ukur menurut kegunaannya
Selain itu, Alat ukur juga memiliki kegunaan atau fungsinya masing-masing, antara lain:

    Alat ukur panjang
    Alat ukur Massa
    Alat ukur berat
    Alat ukur Waktu
    Alat ukur tekanan
    Alat ukur Suhu
    Alat ukur tinggi permukaan (Level)
    Alat ukur jumlah aliran (Flow)
    Alat ukur Getaran
    Alat ukur ketebalan
    Alat ukur frekwensi
    Alat ukur Cahaya
    Alat ukur suara
    dan berbagai alat ukur lainnya.


Berbagai macam Alat Ukur
Alat ukur Panjang/jarak
Jika kita ingin mengetahui berapa Panjang suatu benda, maka kita akan menggunakan sesuatu alat untuk mengukur panjang benda tersebut.
Alat yang kita gunakan untuk mengukur panjang benda tersebut, disebut dengan Alat ukur panjang.
Berbagai macam alat ukur panjang yang dapat kita gunakan, sesuai dengan fungsi dan satuan panjang yang akan diukur, seperti:

    Meteran

Meteran digunakan untuk mengukur panjang benda yang tidak memerlukan hasil pengukuran yang presisi (Akurat), karena tingkat akurasi meteran hanya sekitar 1mm.

    Sigmat (Jangka sorong)

Sigmat (Jangka sorong) digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, kedalaman, suatu benda dengan tingkt akurasi mencapai 0,1 mm.
Cara membaca hasil pengukuran menggunakan Sigmat (Jangka Sorong)

    Mikrometer

Micrometer digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, kedalaman, suatu benda dengan tingkt akurasi mencapai 0,01 mm.
Cara membaca hasil pengukuran menggunakan Mikro meter.

    Penggaris (Mistar)

Penggaris (Mistar) digunakan untuk mengukur panjang benda yang tidak memerlukan hasil pengukuran yang presisi (Akurat), karena tingkat akurasi Penggaris (Mistar) hanya sekitar 1mm.

    Speedometer



Alat Ukur Massa
Saat kita ingin mengetahui berapa kilogram berat dari suatu benda, kita akan menimbangnya dengan alat timbangan, Terdapat kebiasaan kita yang ternyata selama ini salah, yakni berat dalam satuan kilogram adalah satuan Massa bukan Berat.

Berat yang biasa kita sebut dalam satuan kilogram adalah satuan Massa, sedangkan satuan berat sebenarnya adalah satuan Gaya dalam (Newton).

    Timbangan Gantung
    Timbangan Duduk
    Timbangan kamar mandi
    Neraca dua lengan
    Neraca O'Hauss


Alat Ukur Berat (Newton)
Alat ukur berat dalam satuan Kg.m/s atau setara dengan satuan Newton, biasa menggunakan alat ukur yakni:

    Neraca Pegas
    Dinamo Meter


Alat Ukur Waktu
Alat ukur juga kita gunakan untuk mengukur waktu, berbagai macam alat ukur waktu yang digunakan,antara lain:

    Jam Pasir
    Jam tangan
    Jam Dinding
    Stopwatch
    Jam Matahari
    HourMeter


Alat Ukur Tekanan (Pressure)
Tekanan juga perlu dilakukan pengukuran dengan menggunakan Alat ukur Tekanan, dalam berbagai satuan tekanan. Alat ukur tekanan Deltabar dan Cerabar
Berbagai Alat ukur Tekanan, antara lain:

    Manometer
    Pressure Gauge
    Deltabar (Differential Pressure)
    Barometer
    Pressure Transmitter (Cerabar)


Alat Ukur Suhu

    Thermometer LIG (Liquid in Glass)

Termometer ini adalah alat ukur suhu yang umum digunakan, berupa cairan di dalam wadah kaca, cairan yang digunakan seperti: Air raksa, Alk0hol, dan lainnya.
Berbagai jenis alat ukur suhu dari masa ke masa

    Temperature Gauge
    Infrared Temperature
    Prinsip kerja Infrared temperature dalam mengukur suhu

    Resistance Temperature Detector (RTD)
    Cara memasang RTD,untuk mengukur suhu suatu benda, dan ditampilkan dalam bentuk digital dengan tambahan Alat temperature Controller digital.

    Termo kopel
    Cara Memasang Termo kopel untuk mengukur suhu suatu benda,dan hasil pengukurannya ditampilkan dalam bentuk angka (Digital) dengan tambahan alat yang disebut dengan Controller.



Alat ukur tinggi permukaan (Level Measurement)
Untuk mengetahui berapa tinggi permukaan Air dalam suatu bejana, tentu kita membutuhkan alat untuk mengukurnya, Alat ukur ini disebut dengan Alat ukur Level (Permukaan).
Prinsip Kerja Alat ukur Level Measurement

Berbagai jenis alat ukur tinggi permukaan,antara lain:

    Level Gauge
    Level Transmitter
    UltraSonic meter
    DPT (Differential Pressure Transmitter)
    Level Limit Switch (Liquiphant)


Alat Ukur Aliran (Flow)
Untuk mengetahui seberapa banyak jumlah benda yang mengalir dalam suatu wadah, kita membutuhkan Alat ukur aliran/debit.
Prinsip kerja Flowmeter Vortex, Coriolis, Magnetic

Berbagai Alat ukur aliran dapat kita gunakan, tak hanya untuk benda cair, bahkan untuk benda jenis Gas, dan Padat.
Berbagai alat ukur aliran (Flow):

    Flowmeter kincir Analog
    Flowmeter Kincir Digital
    Flowmeter Digital
    Flowmeter Magnetic
    Flowmeter Vortex
    Flowmeter Coriolis


Alat Ukur Getaran
Alat ukur ini banyak digunakan, untuk mengetahui kondisi berbagai mesin-mesin yang sedang beroperasi, untuk melakukan perawatan dan perencanaan perbaikan secara berkala.

    Vibration Pen
    Vibration meter


Alat Ukur Ketebalan
Ketebalan (Thickness), untuk mengetahui berapa ketebalan suatu benda, digunakan alat ukur ketebalan yaitu:

    Thickness Gauge

Alat ukur ini mampu menembus tebal permukaan benda dan mengukur ketebalannya dengan menggunakan gelombang Ultrasonic. Cara menggunakan Thickness Gauge

Alat Ukur Frekwensi
Alat ukur ini biasa digunakan di bidang kelistrikan, untuk mengetahui besar Frekwensi listrik yang dihasilkan dari suatu pembangkit Listrik.
Alat ini biasa disebut dengan:

    Hertz Meter


Alat Ukur Cahaya
Seberapa besar intensitas pencahayan dalam suatu ruangan, juga dapat kita ukur dengan menggunakan Alat ukur, yaitu:

    Light Meter
    Lux Meter
    Ganiofotometer
    Spektro-Fotometer


Alat Ukur Suara
Suara memiliki satuan desible (dB), dan seberapa besar kekuatan dari kebisingan atau Suara dapat diukur dengan menggunakan Alat ukur, yakni:

    Sound Level Meter
    DecibleMeter



Alat-Alat Ukur Kelistrikan
Alat Ukur Tegangan Listrik

    Voltmeter


Alat Ukur Arus Listrik

    Ampere Meter
    Clamp Meter (Tang Ampere)


Alat Ukur daya listrik

    Watt Meter (KWH-Meter)


Alat Ukur Nilai Resistansi

    Ohm-Meter



    Multitester


Alat Ukur listrik yang memiliki berbagai fungsi, yaitu untuk mengukur Arus, Tegangan, resistan, disebut dengan nama Multi Tester.
Cara menggunakan Multitester dengan benar


Alat Ukur Grounding (Pentanahan)
Cara menggunakan alat ukur Grounding tester dengan benar

    Grounding Tester
    Earth Tester


Alat Ukur ELCB
Cara menggunakan ELCB Tester untuk mengukur ELCB (Anti kontak)

    ELCB Tester


Alat Ukur Tahanan Isolasi
Cara mengukur tahanan Isolasi kabel dengan benar

    Insulation Tester
    Mega Ohm Meter



Semoga bermanfaat!

Tempat kita berbagi ilmu

dikutip dari berbagai sumber

Tips memilih Pompa Air sesuai dengan Spesifikasi yang anda butuhkan




Tips memilih Pompa Air sesuai dengan Spesifikasi yang anda butuhkan

Memilih spesifikasi Pompa air yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anda
Bagaimana cara memilih Pompa air yang bagus dan dapat memenuhi kebutuhan anda?
Pompa air yang bagaimana yang anda butuhkan?
Bagaimana Memilih Pompa air yang bagus, berkualitas, tahan lama, dan semprotan yang kuat?

Berbagai jenis Pompa yang tersedia dipasaran, dan hal ini menjadikan kita perlu lebih selektif untuk memilih Pompa yang sesuai dengan yang kita butuhkan.

Karena berbagai perbedaan kebutuhan masyarakat akan Pompa air, pihak produsen juga harus menyediakan berbagai pilihan pompa air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut.

Ada yang mencari Pompa air hanya untuk menghisap air dari sumur yang tidak terlalu dalam, ada yang membutuhkan pompa air untuk sekedar menyuplai kebutuhan air sehari-hari, ada yang membutuhkan pompa air untuk semprotan yang kuat dan jauh, dan lain sebagainya.




Karena itulah, anda juga perlu lebih selektif dalam memilih Pompa air yang tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan anda masing-masing.

Kesalahan dalam memilih pompa air, tentu akan membuat dana yang anda keluarkan untuk membeli pompa air tersebut menjadi sia-sia dan tak dapat memenuhi spesifikasi pompa air yang anda butuhkan.

Sebenarnya, untuk memilih Pompa air yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan tidaklah terlalu sulit, karena pada setiap Pompa air yang dijual dipasaran sudah dilengkapi dengan name plate yang berisikan data spesifikasi pompa air tersebut, jadi kita tinggal membaca spesifikasinya dan menyesuaikan dengan yang dibutuhkan.

Pertanyaannya, apakah kita sudah memahami apa saja spesifikasi yang harus kita perhatikan, agar tidak salah dalam memilih pompa air?
 Memilih spesifikasi Pompa air sesuai kebutuhan anda
Berikut ini, beberapa spesifikasi pompa yang perlu anda perhatikan sebelum membeli dan memilih Pompa air yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anda.

Spesifikasi Pompa air:
1. Voltage
Pada setiap Name Plate pompa air biasanya tercantum data spesifikasi yang bertuliskan Voltage.
Voltage adalah besar tegangan listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan Pompa air tersebut.
Karena pada umumnya listrik yang ada di rumah memiliki tegangan sebesar 220 Volt, maka Pompa air yang harus kita pilih adalah yang tertera Voltage 220 Volt.

2. HZ
Terkadang pada name plate Pompa air juga tertera spesifikasi HZ atau Hertz.
Hertz adalah besaran frekuensi listrik yang dibutuhkan, dan Frekuensi listrik yang digunakan di Indonesia umumnya adalah 50 Hz.

3. Output Power
Pada setiap pompa air biasanya tertera data spesifikasi Output Power.
Outpur Power adalah Daya listrik keluaran atau Daya listrik yang terpakai saat pompa air tersebut dinyalakan.

Daya listrik (Output Power) ini biasanya dalam satuan Watt, dan tentunya semakin besar ukuran pompa air yang kita pilih maka akan semakin besar daya listriknya.

Pilihan Daya listrik (Output Power) yang ada pompa air, antara lain 125Watt, 250Watt, 300Watt, 450Watt, dan berbagai besaran daya lainnya.

Pemilihan Output power (Daya listrik) sebuah pompa air menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena semakin besar daya listrik pompa air yang kita pilih tentunya akan semakin boros pemakaian daya listrik, dan tagihan listrik akan semakin melonjak.

Pilihlah Pompa air yang Hemat Listrik, Pemilihan besar daya listrik pompa air harus disesuaikan dengan ukuran pompa air yang anda butuhkan, untuk lebih menghemat pemakaian listriknya.

4. Suction Head
Besaran Suction Head yang tertera pada spesifikasi Pompa air, menunjukkan seberapa jauh kedalaman air yang dapat dihisap pompa air tersebut.

Suction Head adalah Daya hisap atau jarak kedalaman/ketinggian maksimal permukaan air yang dipompakan.

Pilihan Suction Head atau kemampuan Hisap suatu Pompa air juga beraneka ragam, ada pompa air yang memiliki kemampuan hisap (Suction Head) pada kedalaman maksimal 9 meter, 12 meter, 15 meter, 30 meter, 50 meter, dan sebagainya.

Pilihlah Pompa air yang sesuai dengan kedalaman air yang ada dirumah anda.

5. Suction Pipe
Suction Pipe adalah besaran ukuran Pipa hisap yang digunakan, dan ini harus kita sesuaikan dengan yang tertera pada spesifikasi pompa air yang kita gunakan.

Jika pada pompa air tertulis Suction Pipe 1in (25mm), maka untuk mendapatkan kinerja pompa yang optimal kita harus menggunakan pipa hisap dengan ukuran maksimal sebesar 1 inci (25mm).

6. Discharge Head
Discharge Head pada Pompa air adalah menunjukkan seberapa jauh pompa air tersebut dapat mengalirkan air yang dihisapnya, atau disebut juga dengan Daya dorong pompa tersebut.

Pilihan Discharge Head pada pompa air juga beraneka ragam, ada yang 14 Meter, 21 meter, 30 meter, 33 meter, 40 meter, dan sebagainya.

Pilihlah pompa air dengan daya dorong (Discharge Head) yang sesuai dengan kebutuhan anda masing-masing, yang dapat diukur dari jarak pompa air ke rumah anda.

7. Discharge Pipe
Discharge Pipe adalah besaran ukuran Pipa dorong (keluaran air) yang digunakan, dan ini harus kita sesuaikan dengan yang tertera pada spesifikasi pompa air yang kita gunakan.

Jika pada pompa air tertulis Discharge Pipe 1in (25mm), maka untuk kinerja pompa yang optimal harus menggunakan pipa keluaran maksimal sebesar 1 inci (25mm).

8. Capacity
Capacity atau seberapa banyak kapasitas pompa air tersebut dapat mengalirkan air, dalam satuan menit.

Pilihan Capacity Pompa air, antara lain: 10 Liter/menit. 18 liter/menit, 29 liter/menit, 33 liter/menit, dan sebagainya.

Namun perlu juga anda perhatikan bahwa Kapasitas (Capacity) pompa air biasanya disesuaikan dengan jarak Suction head, semakin jauh jarak kedalaman air yang dihisap pompa air tersebut maka kapasitasnya akan menurun.

Oleh karena itu, pada pompa air biasanya tertera tulisan: Suction Head 9 meter, Capacity 35 liter/menit.

Pilihlah kapasitas Pompa air yang sesuai dengan kebutuhan anda, jika anda membutuhkan Pompa yang dapat mengalirkan air dalam jumlah yang banyak, maka pilihlah pompa air yang memiliki kapasitas besar.

Sebagai gambaran, pompa air dengan kapasitas 10 liter/menit dapat menyuplai air sebanyak 600 liter dalam satu jam.

9. Pressure Switch
Pressure switch adalah Tekanan maksimal pompa air, jika kita memasang pompa air dengan dilengkapi sensor tekanan otomatis, maka tekanan maksimal pompa air saat pipa keluaran ditutup adalah sesuai dengan yang tertera pada name plate pompa air tersebut.

Pressure switch pada pompa air, antara lain: 1,6 – 2,6 kgf, 1,4 – 2,2 kgf, dan lainnya.

10. Merek Pompa air
Pada name plate spesifikasi pompa juga tertera Merek pompa dan tipe pompa air tersebut, untuk mendapatkan pompa air yang bagus dan berkualitas anda tentu dapat memilih merek Pompa air yang ternama dan sudah berpengalaman dalam produksi pompa air.

Beberapa Pilihan Merek Pompa, antara lain:
Sanyo, Shimizu. Uchida, Grundfos, Panasonic, National, dan berbagai merek pompa lainnya.

11. Jenis pompa air
Pompa air ada yang biasa, ada yang semi Jet Pump dan ada pompa air jenis Jet Pump.
Perbedaan antara jenis pompa air ini adalah terletak pada kemampuan hisap dan kapasitasnya.
Untuk dapat menghisap air yang jarak kedalamannya cukup jauh maka biasanya digunakan pompa jenis Jet Pump, namun jika kedalaman air masih tidak terlalu dalam dapat menggunakan pompa air biasa atau pompa semi Jetpump.

Dan belakangan ini, banyak juga yang menggunakan Pompa air jenis Submersible Pump yang memiliki daya hisap cukup jauh dan dipasang didalam (Tenggelam) pada sumber air.


Semoga bermanfaat!

Tempat kita berbagi ilmu

Apa sebenarnya arti AM dan PM pada penulisan Jam


Jam 12.00 A.M adalah tepat jam 12 tengah malam, sedangkan jam 12.00 P.M adalah tepat jam 12 siang hari.
Apa sebenarnya arti AM dan PM pada penulisan jam?
Kita tentu pernah melihat penulisan waktu (jam) dengan AM atau PM, lalu apa itu AM dan PM?
Pada penulisan waktu dengan simbol AM dibelakangnya, maksud AM itu apa?
Pada penulisan waktu dengan simbol PM dibelakangnya, maksud PM itu apa?

Penjelasan waktu A.M - P.M
Sebagian dari kita mungkin pernah bertanya-tanya, kenapa ada tulisan AM atau PM pada penulisan Jam dengan format waktu 12 jam.
Penulisan jam di Indonesia umumnya menggunakan Format 24 jam, sedangkan format 12 jam dengan penambahan penulisan AM dan PM ini, umumnya digunakan di negara Amerika dan Eropa.




Jika waktu menggunakan Format 24 Jam, tidak menggunakan penulisan AM atau PM, sedangkan jika format waktu yang digunakan 12 Jam, maka untuk membedakan Waktu siang dan Malam, maka digunakan sistem penulisan waktu dengan menggunakan istilah AM dan PM.

Apa yang dimaksud dengan AM dan PM tersebut?

apa itu Am dan Pm pada penulisan jam
AM-PM
Kali ini kita akan berbagi, mengenai apa kepanjangan dari AM dan PM, serta apa sebenarnya yang dimaksud dengan AM dan PM pada penulisan waktu tersebut:


A.M
AM adalah singkatan dari Ante Meridiem.
Ante Meridiem berasal dari bahasa inggris yang memiliki makna sama dengan Before Noon, atau jika dalam bahasa Indonesia artinya sebelum siang hari (Tengah malam dan Pagi).

Karena penjelasan waktu di negara Inggris yakni, yang termasuk kedalam waktu sudah Siang adalah dimulai dari jam 12.00 Siang Tepat.

Sebelum siang (Before Noon) adalah dimulai dari jam 12.00 tengah malam sampai dengan sebelum jam 12 siang, jika sudah tepat jam 12.00 siang atau lebih, maka dapat dikatakan sudah termasuk Lewat tengah hari (After Noon).

Oleh karena itu waktu yang dapat dituliskan menggunakan AM, adalah waktu yang dimulai dari jam 12.00 malam, sampai dengan sebelum jam 12 siang, seperti:

    Jam 12.00 AM, artinya tepat jam 12 tengah malam, atau jam 24.00 (Format 24 jam)
    Jam 01.00 AM, artinya jam 01 dini hari.
    Jam 05.00 AM, artinya jam 05 pagi hari.
    Jam 10.00 AM, artinya jam 10 pagi hari.
    Jam 11.59 AM, artinya jam 11 pagi lewat 59 menit atau kurang 1 menit menuju jam 12 siang, karena belum tepat jam 12 siang, maka jam 11.59 masih menggunakan penulisan AM.



P.M
PM adalah singkatan dari Post Meridiem
Post Meridiem berasal dari bahasa inggris yang memiliki makna yakni sama dengan After Noon, atau jika dalam bahasa Indonesia artinya setelah siang hari (Sore dan malam).

Karena penjelasan waktu di negara Inggris yakni, yang termasuk kedalam waktu siang adalah dimulai dari jam 12.00 Siang hari sampai dengan sebelum jam 12.00 Tengah malam, jika sudah tepat jam 12.00 tengah malam atau lebih, maka dapat dikatakan sudah termasuk sebelum tengah hari (Sore) atau AM.

Oleh karena itu waktu yang dapat dituliskan menggunakan PM, adalah waktu yang dimulai dari jam 12.00 siang tepat, sampai dengan sebelum jam 12 malam, seperti:

    Jam 12.00 PM, artinya tepat jam 12 siang hari.
    Jam 01.00 PM, artinya jam 1 siang hari
    Jam 02.00 PM, artinya jam 2 siang hari
    Jam 04.00 PM, artinya jam 4 sore hari.
    Jam 10.00 PM, artinya jam 10 malam hari
    Jam 11.59 PM, artinya jam 11 malam hari, lewat 59 menit atau kurang 1 menit menuju jam 12 malam, karena belum tepat jam 12 malam, maka penulisannya adalah jam 11.59 P.M.



Setelah membaca penjelasan mengenai AM dan PM pada penulisan jam, diharapkan kita dapat mengetahui apa sebenarnya maksud dari AM dan PM pada penulisan waktu dan jam dan lebih memahami maksud dari AM dan PM tersebut.


Semoga bermanfaat!

Tempat kita berbagi ilmu

Pilihan Drone yang cocok bagi pemula


Pilihan Drone yang Cocok bagi anda yang masih pemula
Bagi anda yang saat ini berencana membeli Drone, dan ini adalah pertama kalinya anda akan memiliki Drone, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan untuk memilih Drone yang sesuai bagi Pemula.
Baca juga:Pengenalan dan sejarah Drone

Drone yang cocok untuk Pemula
Drone adalah suatu perangkat canggih, yang dapat terbang di udara menggunakan Remote control sebagai pengendali jarak jauh, dan belakangan ini banyak digunakan bersama dengan perangkat Kamera untuk mengambil Foto dari udara.




Foto selfie dengan menggunakan ponsel mungkin sudah biasa kita lihat, namun perkembangan jaman yang terus berjalan, Pengambilan Foto dengan cara yang lebih modern saat ini dapat dilakukan dari atas udara dengan menggunakan Perangkat kecil yang dapat terbang yaitu Drone.

Apakah pilihan Drone untuk pemula dan yang sudah mahir itu berbeda?

Sebaiknya dibedakan, Drone untuk pemula bisa disebut sebagai bahan percobaan, sebelum masuk ke tahap mahir, dan tentu Drone tipe standar sudah cukup untuk sekedar mempelajari fungsi dan pengoperasian Drone.

Bagi anda yang ingin memiliki Drone, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan untuk mendapatkan Drone yang bagus khususnya bagi anda yang tergolong baru mengenal Drone.
 Tips Memilih Drone untuk Pemula.
1. Pilih Drone tipe standar dengan harga yang relatif murah
Hal pertama yang perlu diperhatikan, khususnya bagi anda yang baru memulai menggunakan Drone adalah Harga Drone.

Sebaiknya anda membeli Drone dengan Harga yang tidak terlalu mahal, mungkin Drone dengan kisaran harga 1 jutaan dapat menjadi pilihan Drone yang cocok bagi pemula, karena mengoperasikan Drone tergolong susah-susah Gampang, apalagi bagi anda yang masih dalam tahap belajar untuk menggunakan Drone tersebut.

Pasti akan terasa sulit untuk mengoperasikan Drone tersebut, khususnya cara mengoperasikan saat akan Lepas landas (Take-Off) dan Mendarat (Landing).

Dalam proses anda mempelajari pengoperasian Drone, tentu akan mengalami beberapa kali kegagalan sampai akhirnya anda dapat terbiasa dengan perangkat tersebut, dikhawatirkan Drone yang sudah anda beli dengan harga mahal malah rusak sebelum anda benar-benar menguasainya.

Tambahan, pilihlah Drone yang dilengkapi Pelindung baling-baling, untuk meminimalkan resiko terbentur karena kegagalan pengoperasian.

Setelah nantinya anda merasa sudah mahir menggunakan Drone, Selanjutnya anda bisa memilih Drone dengan harga yang lebih mahal dan tentunya lebih canggih.

2. Pilih Drone yang Auto Take-Off dan Auto Landing
Bagi anda yang memang tidak mempermasalahkan mengenai Harga, Pilihan Drone dengan Fitur Auto Take-Off dan Auto Landing dapat menjadi Pilihan Drone terbaik bagi anda.

Kalau hal yang pertama diatas adalah memilih Drone tipe standar dengan harga yang relatif murah, dengan tujuan meminimalkan resiko kerugian jika drone hanya sekedar dalam tahap belajar bagi anda.

Hal yang kedua, Adalah memilih Drone yang sudah dilengkapi Auto Take-off dan Auto-Landing.

Drone dengan fitur ini tentunya akan memudahkan anda dalam mengoperasikannya, tanpa khawatir terjadi kegagalan terutama saat Landing, yang dapat mengakibatkan Drone yang baru anda beli rusak.

Namun konsekuensinya pasti Harga sebuah Drone dengan Fitur Auto Take-off dan Auto-Landing ini dibanderol dengan harga yang lumayan mahal.

3. Pilih Drone dengan Batere yang Tahan lama
Sebagus apapun Drone yang kita pilih, dilengkapi dengan berbagai fitur canggih, namun jika boros Batere, tentu hal ini sangat membuat kita kecewa.

Pilihan Drone dengan batere yang tahan lama (awet), hal ini sebenarnya tak hanya untuk pemula, bahkan semua orang perlu memperhatikan kualitas Batere yang terpasang pada Drone tersebut.

Jenis Batere yang banyak digunakan untuk Drone adalah Li-Po (Lithium Polymer) dengan daya yang berbeda-beda, dan umumnya batere yang digunakan memiliki kapasitas 2200mAh.

Dari besar kapasitas batere, dapat ditentukan masa terbang dari Drone tersebut, semakin besar kapasitas batere yang digunakan Drone juga dapat lebih lama diterbangkan, namun tentunya bentuk batere lebih besar dan bobotnya lebih berat.

Selain itu Drone dengan batere yang tahan lama tentu dibanderol dengan harga yang cukup mahal.
Secara umum Drone tipe standar dapat diterbangkan maksimal selama 15 menit saja, alternatifnya anda harus menyediakan cadangan batere selama menunggu batere tersebut di-charge.

4. Pilih Drone dengan Camera Built-in.
Drone ada yang dijual sudah lengkap dengan Kamera (Camera Built-in), dan ada juga yang dijual terpisah.

Bagi anda yang tergolong masih pemula, sebaiknya memilih Drone yang sudah terpasang kamera dari pabrikan, disamping harganya lebih hemat, tentunya akan lebih mudah dan lebih praktis bagi anda untuk mengoperasikannya.

5. Pilih Drone dengan Kamera 2MP
Kualitas kamera atau Resolusi kamera tentu perlu anda perhatikan untuk mendapatkan hasil jepretan yang tidak mengecewakan, saat drone mengambil foto diudara.

Drone yang dilengkapi kamera 2MP, dengan harga kisaran 1 jutaan, dapat menjadi pilihan terbaik bagi anda.

6. Pilih Drone dengan jangkauan kendali 100meter
Drone dapat diterbangkan dengan jangkauan remote control yang berbeda-beda, ada Drone yang memiliki jangkauan sinyal kendali jarak jauhnya dapat berkilo-kilometer, namun ada juga yang hanya dapat dikendalikan dengan jarak maksimal 20 meter.

Bagi anda yang masih pemula, sebaiknya memilih Drone yang dapat dikendalikan dari jarak 100meter saja. Hal ini tentu akan memberikan kemudahan bagi anda memonitor Drone tersebut.

Drone dengan harga 1 jutaan, dengan jarak kendali 100 meter menjadi pilihan drone terbaik bagi pemula.

7. Pilihan Drone dengan berbagai Merek dan Tipe
Untuk mendapatkan Drone yang cocok bagi anda yang masih pemula, beberapa hal yang sudah kita sebutkan diatas dapat menjadi panduan bagi anda untuk mendapatkan Drone terbaik dan sesuai dengan yang anda butuhkan.

Apa Merek dan Tipe Drone yang harus anda beli?

Tersedia berbagai merek dan tipe Drone, dengan harga 1jutaan dan sudah dilengkapi dengan berbagai fitur-fitur yang kita sebutkan diatas.

Anda dapat browsing di internet, dengan kata kunci "Drone terbaik saat ini harga 1 jutaan", anda akan diberikan berbagai pilihan Drone terbaik dan cocok untuk anda.

Kini anda dapat menentukan pilihan Drone mana yang terbaik menurut selera anda, dari segi warna, ukuran, bentuk dan lainnya.



Semoga bermanfaat!

Tempat kita berbagi ilmu

Menentukan besar Arus dan ukuran Kabel Netral pada listrik 1 fasa dan 3 fasa


Menentukan Ukuran Kabel Netral disesuaikan dengan besar Arus yang mengalir pada kabel tersebut.
Untuk menentukan ukuran kabel yang diperlukan, baik itu untuk Kabel Fasa maupun Kabel Netral, perhitungannya adalah sama, yaitu dengan menghitung besar arus yang mengalir pada kabel tersebut.

Dengan mengetahui berapa besar arus yang mengalir pada suatu kabel, maka kita dapat menentukan ukuran kabel yang diperlukan, dengan melihat pada tabel Kemampuan hantar arus (KHA) kabel penghantar.

Menentukan ukuran kabel fasa dan Netral

Listrik 1 Phase
Menentukan Ukuran kabel dan Besar Arus yang mengalir pada instalasi listrik 1 fase.




Pada Instalasi listrik 1 Phase, besar arus yang mengalir pada kabel fasa adalah sama dengan besar arus yang mengalir pada kabel Netral.

    Arus kabel fasa = Arus kabel Netral

Atau dengan kata lain, selisih arus yang mengalir pada kabel fase dengan arus yang mengalir pada kabel Netral hasilnya adalah Nol.

    Ip – In = 0

Dengan mengetahui bahwa besar arus yang mengalir pada kabel fasa dan kabel netral adalah sama, maka ukuran kabel yang diperlukan untuk kabel Netral pada instalasi listrik 1 phase adalah sama dengan ukuran kabel yang digunakan untuk kabel fasa.

Sebagai contoh:
Suatu instalasi listrik 1 phase 220Vac, dengan daya sebesar 10.000watt (10Kw), berapa ukuran kabel fasa dan kabel netral yang dibutuhkan?

    Voltage : 220Volt
    Daya : 10.000Watt
    In : 10.000watt/220V = 45,45Ampere


Safety Factor
Untuk menentukan kemampuan hantar arus kabel yang diperlukan, maka terlebih dahulu arus nominal kita kalikan safety factor sebesar 125%.

125% x 45,45 = 56,8 Ampere.

Maka, dilihat dari Tabel Kemampuan hantar arus (KHA) kabel untuk arus sebesar 56,8 Ampere, kita dapat menggunakan Kabel ukuran 10mm2 dengan kemampuan arus maksimal sebesar 61Ampere.

Ukuran kabel yang dibutuhkan untuk instalasi listrik tersebut,adalah:

    Kabel Netral : 10 mm2
    Kabel fase : 10mm2


Kebutuhan ukuran kabel fase dan kabel Netral pada instalasi listrik 1 fase adalah sama, karena besar arus yang mengalir pada kedua kabel tersebut adalah sama besar.

Listrik 3 Phase
Menentukan Ukuran kabel dan Besar Arus yang mengalir pada instalasi listrik 3 fase.

Pada instalasi listrik 3 fasa, Jika beban arus yang mengalir pada masing-masing fase R,S,T memiliki nilai yang sama atau seimbang, maka besar arus yang mengalir pada kabel Netral adalah Nol.

    Ir = Is = It, maka In = 0

Atau dalam sistem penjumlahan Vektor, Ir + Is + It = 0, jika Ir = Is = It

Namun, untuk mencapai keseimbangan arus pada masing-masing fasa R,S, T adalah sangat sulit untuk dicapai, maka biasanya pada instalasi listrik 3 fase akan terjadi ketidak seimbangan beban arus antara fase R,S,T.

Ketidakseimbangan arus pada fase R,S,T ini akan menyebabkan timbulnya arus yang mengalir pada kabel Netral, dan semakin besar persentase ketidak seimbangan beban antara Fase R,S,T maka arus yang mengalir pada kabel Netral juga akan semakin besar.

Maka, untuk dapat menentukan ukuran kabel Netral pada instalasi listrik 3 phase maka terlebih dahulu kita harus mengetahui berapa besar arus yang mengalir pada kabel Netral tersebut.

Untuk mengantisipasi peningkatan arus netral inilah, maka ukuran kabel yang digunakan untuk kabel Netral biasanya sama dengan ukuran kabel pada fase R,S,T.

Sebagai contoh:
Suatu instalasi listrik 3 fase, tegangan 380V, cosphi 0,8, , dengan daya sebesar 50.000watt (50kw), maka ukuran kabel yang dibutuhkan adalah:

    P= V x I x Cosphi x akar3
    In = P/(V x I x Cosphi x akar3)
    In = 50.000watt / (380v x 0,8 x 1,73)
    In = 95,1 Amp
    125% (safety factor) x In = 118,9 Amp


Maka, dilihat dari Tabel Kemampuan hantar arus (KHA) untuk arus sebesar 118,9 Ampere, kita dapat menggunakan Kabel ukuran 35mm2 dengan kemampuan arus maksimal sebesar 135 Ampere.

Ukuran kabel yang dibutuhkan untuk instalasi tersebut, adalah:

    Kabel Fase : 35mm2
    Kabel Netral: 35mm2


Ukuran kabel netral disamakan dengan ukuran kabel fase untuk mengantisipasi peningkatan arus pada kabel netral yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan arus pada fasa R,S,T.

Namun, jika kita dapat meminimalkan ketidak seimbangan arus pada fase R,S,T, maka kita juga akan meminimalkan arus yang mengalir pada kabel netral.

Dapat disimpulkan, Kabel Netral dapat menggunakan ukuran kabel yang lebih kecil dari kabel fase, jika beban fase R,S,T dapat lebih diseimbangkan, sehingga arus yang mengalir pada kabel Netral akan semakin kecil.


Semoga bermanfaat!

Tempat kita berbagi ilmu

Perbedaan satuan KW, KVA, KWH, KVAr, dan penjelasannya


Apa yang dimaksud dengan KVA, KW, Watt, KWH, KVar, dan apa perbedaannya?
Mungkin kita pernah menjumpai satuan listrik yang terkadang tertulis dengan menggunakan Watt, KW, atau KVA.

Dan hal ini sering menjadi pertanyaan bagi kita, apa sih sebenarnya beda satuan KW dengan KVA, dan 1 kw itu berapa KVA, atau mungkin sebaliknya 1 KVA berapa KW?

Selain itu,kita juga sering mendengar istilah KWH, Lalu pertanyaannya, 1 KWH itu berapa Watt, atau 1 Kw itu berapa KWH?

Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut, berikut penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan KVA, KW, Watt, KWH, Kvar, serta apa perbedaannya.

 Apa yang dimaksud dengan KVA, KW, KVAr, dan KWH?
Dalam ilmu kelistrikan 3 phase, dikenal 3 macam Daya listrik yang biasa juga disebut dengan segitiga Daya, yaitu:

    Daya Semu (KVA)
    Daya Aktif (KW)
    Daya Reaktif (KVar)


KVA
KVA singkatan dari Kilo Volt Ampere, untuk daya listrik yang tidak terlalu besar biasanya cukup dengan menggunakan satuan daya listrik VA (Volt Ampere).
1 KVA = 1000 VA
KVA adalah satuan daya listrik yang didapat dari hasil perhitungan rumus daya, atau biasa juga disebut dengan Daya Nominal (daya yang tertulis).

    KVA = Daya Semu

Besaran Daya dalam satuan KVA belum merupakan daya sebenarnya, sehingga Total Daya dalam satuan KVA disebut dengan daya Semu.




KW
KW adalah singkatan dari Kilo watt, untuk satuan daya listrik yang nilainya lebih kecil cukup dengan menggunakan satuan W (Watt).
Baca juga: Sejarah satuan Watt, KW, HP, PK, PS dan penjelasannya
1 KW = 1000 Watt
KW adalah satuan daya listrik yang didapat dari hasil perkalian Daya semu (KVA) dengan faktor daya (Cosphi).

    KW = KVA x Cosphi

Besaran daya dalam satuan KW adalah besaran daya yang sebenarnya, sehingga daya dalam satuan KW biasa disebut dengan Daya Aktif (KW).

Terkadang timbul pertanyaan, 1 KW berapa KVA?

Untuk mengetahui hasilnya, maka harus diketahui berapa nilai Cosphi atau Faktor daya instalasi atau alat listrik tersebut.

Untuk nilai cosphi = 1, maka 1 KVA sama dengan 1 KW.

KVAr
KVAr adalah singkatan dari Kilo Volt Ampere Reaktif, atau dalam satuan yang lebih kecil biasa menggunakan satuan Var (Volt Ampere Reaktif).

    1 KVAr = 1000 Var

KVAr ini adalah satuan daya reaktif, yang menyatakan seberapa besar daya reaktif yang dihasilkan dari berbagai peralatan listrik yang digunakan, semakin besar Daya reaktif akan berdampak semakin besar kerugian atau selisih antara Daya semu dengan daya Nyata akan semakin besar.

KWH
KWH adalah singkatan dari Kilo Watt Hour.
KWH adalah satuan yang menyatakan seberapa besar daya listrik yang terpakai dalam satu jam, dengan besaran daya listriknya adalah Kilo watt.

1 KWH adalah pemakaian Alat listrik dengan daya sebesar 1000 Watt (1 KW) dalam satu jam.

    1 KWH = 1000Watt dalam 1 jam

Jadi jika pertanyaannya adalah 1 KWH itu berapa Watt?
Tentu tidak ada jawabannya, karena untuk menjawab pertanyaan ini harus diketahui dulu berapa daya listrik dan berapa lama digunakan.

Apakah 1000 Watt = 1 KWH?

Belum tentu, jika suatu alat listrik dengan daya listrik sebesar 1KW (1000Watt) digunakan dalam 1 Jam, maka hasilnya adalah 1 KWH, namun jika daya 1000Watt digunakan selama 0,5 Jam, maka hasilnya adalah 0,5 KWH.

Jadi, untuk mengetahui nilai KWH maka dua hal yang harus kita ketahui yakni, besar daya listrik dan lama pemakaiannya.

Penjelasan:
1KW berapa KVA
Sebagai contoh, jika suatu pembangkit listrik tertulis daya sebesar 250KVA, dengan nilai Cosphi sebesar 0,8, berapa KW pembangkit listrik tersebut?

    KW = KVA x Cosphi
    KW = 250KVA x 0,8
    KW = 200.


Jadi sebuah genset yang tertulis 250KVA hanya memiliki kemampuan maksimal daya sebesar 200KW.

1 KWH berapa KW
Sebagai contoh, suatu alat listrik sebesar 500watt dinyalakan selama 2jam, berapa KWH?

    500Watt = 0,5KW
    KWH = KW x Lama pemakaian (Jam)
    KWH = 0,5KW x 2 jam
    KWH = 1


Jadi suatu alat listrik dengan daya sebesar 500Watt (0,5KW) dinyalakan selama 2 jam, maka nilai KWHnya adalah sebesar 1 KWH.


Semoga bermanfaat!

Tempat kita berbagi ilmu

Apa sebenarnya arti kata MUDIK dan LEBARAN?


Apa sebenarnya arti kata Mudik dan Lebaran?
Tradisi Mudik atau Pulang Kampung di hari Lebaran, sudah menjadi Tradisi tahunan di setiap hari raya idul fitri bagi umat islam khususnya di Indonesia, namun pernahkah kita bertanya apa sebenarnya arti kata Mudik dan Lebaran tersebut?

Pulang kampung atau Mudik di hari Lebaran adalah suatu hal yang melengkapi kemeriahan hari raya idul fitri, Lalu kenapa Hari raya Idul fitri sering disebut dengan Lebaran?
dan apa sebenarnya arti dari kata Mudik?
Dari mana kata Lebaran berasal?

Hari raya Idul fitri menjadi puncak moment yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh Umat islam, setelah menjalani ibadah puasa sebulan penuh dibulan Ramadhan.




Hari Raya Idul Fitri menjadi hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa sebulan penuh, dan di hari kemenangan ini menjadi momen berkumpul dan saling maaf memaafkan bersama keluarga.

Di Indonesia Tradisi mudik sudah menjadi suatu kewajiban, dan tak lengkap rasanya jika dihari raya idul fitri tidak dapat berkumpul bersama keluarga.

Kenapa Tradisi pulang kampung ini biasa disebut dengan istilah Mudik?
Lalu apa sebenarnya arti kata Mudik, dan darimana asal usul kata Mudik tersebut?
Bagi Umat islam khususnya di Indonesia, Tradisi Mudik sudah menjadi tradisi sejak dulu kala.

 Arti kata Mudik dan Lebaran

Arti kata Mudik
Istilah kata Mudik berasal dari Bahasa Jawa, yang terdiri dari 2 kata, yaitu:

    Mulih, yang berarti Pulang
    Dilik, yang berarti sebentar


    Mudik = Mulih & Dilik

Mudik berasal dari kata "Mulih Dilik" dalam bahasa jawa yang berarti Pulang sebentar.
Mudik digunakan sebagai istilah bagi umat islam dalam melakukan kegiatan Pulang Kampung dalam waktu yang sebentar sambil merayakan Hari raya idul fitri, berkumpul bersama keluarga untuk bersilahturahmi dan saling maaf memaafkan.

Namun menurut Wikipedia, Mudik sendiri berasal dari kata Udik yang berarti Hulu, atau biasa kita sebut juga dengan kembali ke desa/kampung (Udik).

    Mudik = Udik


Arti kata Lebaran
Lebaran adalah suatu kata yang sering digunakan untuk menyebutkan hari raya idul fitri.

Belum ada yang dapat menjelaskan secara jelas mengenai darimana sebenarnya kata Lebaran tersebut berasal dan apa hubungannya dengan Hari raya idul fitri.

Namun ada beberapa versi mengenai asal usul kata Lebaran dan apa pengertian dari kata Lebaran tersebut.

Menurut MA.Salmun melalui artikelnya dalam bahasa sunda pada tahun 1954, kata Lebaran berasal dari bahasa Hindu yang berarti Selesai, Habis atau Usai.

    Lebaran = Usai, Selesai

Pengertian Kata Lebaran ini dapat dikaitkan dengan hari raya Idul fitri yang ditandai dengan telah selesai atau usainya Bulan ramadhan.

Selain itu, Kata Lebaran juga sering digunakan oleh masyarakat Betawi yang diartikan sebagai suatu Kelapangan (Lebar-An), Kelegaan setelah berpuasa sebulan penuh dibulan Ramadhan, dan kegembiraan menyambut hari raya idul fitri.

    Lebaran = Lebar, Lega

Namun, apapun makna kata Lebaran tersebut, kita tentu dapat menggambarkan maksudnya sebagai suatu hari kemenangan dan hari berbahagia, setelah berpuasa.

Lebaran dan Mudik seolah menjadi dua hal yang tak dapat dipisahkan bagi umat islam di Indonesia.

Karena Lebaran identik dengan tradisi Mudik atau pulang kampung, berkumpul dan saling bermaafan dengan keluarga.


Semoga bermanfaat!

Tempat kita berbagi ilmu