Tampilkan postingan dengan label berita viral hot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita viral hot. Tampilkan semua postingan
Kamis, 17 Agustus 2017
Cara sederhana agar Lampu tetap menyala saat Listrik padam karena kelebihan beban.
Bagaimana Caranya, agar Lampu dirumah tetap menyala saat listrik padam karena Pemakaian daya listrik yang berlebihan?
Apa yang terjadi, jika kita terlalu banyak memakai alat-alat listrik secara bersamaan, sehingga melebihi daya listrik yang terpasang?
MCB dirumah akan turun (Jeglek), dan akhirnya listrik dirumahpun padam.
Jika MCB jepret (Trip) saat malam hari, tentu rumah anda akan menjadi gelap, hal ini tentu akan menyulitkan kita untuk menyalakan kembali MCB yang jeglek (jepret) tersebut, apalagi biasanya MCB terpasang diluar rumah.
Bagaimana caranya, agar lampu tetap dapat menyala, saat listrik dirumah anda padam karena kelebihan pemakaian alat-alat listrik (Kelebihan daya) dan MCBnya Jepret (Trip)?
Anda tentu pernah mengalami, saat malam hari berkumpul bersama keluarga di rumah, Tiba-tiba rumah menjadi Gelap karena Listrik di rumah anda Padam.
Setelah diperiksa, ternyata penyebab padamnya listrik dirumah anda adalah karena kelebihan beban, atau terlalu banyak menggunakan alat-alat listrik dan elektronik secara bersamaan, dan menyebabkan MCB di rumah anda Trip (MCB Jeglek atau jepret).
Peralatan Listrik dirumah yang paling besar biaya tagihan listriknya
Tentu hal ini akan membuat anda dan keluarga menjadi sangat terganggu, ditambah lagi suasana rumah yang gelap menyebabkan anda sulit untuk menyalakan kembali MCB yang letaknya berada diluar rumah.
Bagaimana caranya, meskipun MCB jepret dan listrik dirumah padam, namun Lampu masih menyala?
MCB yang ada dirumah kita memang sudah disesuaikan dengan batas maksimal pemakaian daya listrik, Hal ini bertujuan agar pemakaian alat-alat listrik tidak melebihi batasan daya listrik yang sudah terpasang.
Cara menentukan ukuran MCB yang dibutuhkan
Jika listrik di rumah anda terpasang dengan daya maksimal 900watt, maka alat-alat listrik yang bisa kita nyalakan secara bersamaan tidak boleh melebihi 900watt.
Namun ada kalanya, tanpa kita sadari, kita menggunakan berbagai peralatan listrik secara bersamaan dan melebihi daya maksimalnya, akibatnya MCB akan trip (Jepret) dan listrik di rumah anda pun padam.
Pemakaian daya listrik paling banyak biasanya terjadi saat malam hari, disaat yang bersamaan Televisi menyala, Kulkas, AC, Setrika listrik, dan Lampu-lampu.
Jika hal ini terjadi, tentunya akan mengakibatkan Listrik dirumah anda padam, dan tentunya Lampu-lampu juga ikut padam, suasana rumah pun menjadi gelap.
Namun, sebenarnya ada cara yang sangat sederhana, bagaimana agar Lampu tetap menyala, saat Listrik padam karena kelebihan beban.
Cara sederhana agar lampu tetap menyala, saat listrik padam karena kelebihan beban.
Cara sederhana yang dapat kita lakukan agar saat Listrik padam karena pemakaian listrik yang berlebihan, namun Lampu-lampu tidak ikut padam, sehingga rumah anda tetap terang, dan anda akan lebih mudah untuk keluar rumah dan menyalakan kembali MCB yang jeglek (Jepret) dan mengurangi pemakaian Alat-alat Listrik yang ada.
Memasang MCB terpisah untuk Lampu dirumah.
Biasanya Seluruh instalasi dirumah anda terpasang dalam satu jalur dan hanya menggunakan satu MCB, sehingga saat MCB tersebut trip atau turun (atau istilah lainnya MCB jepret / Jeglek), seluruh peralatan listrik akan padam termasuk Lampu.
Stop kontak, saklar dan lampu-lampu biasanya terpasang dalam satu rangkaian dan satu MCB.
Oleh karena itu, Kita harus membuat jalur kabel tersendiri khusus untuk saklar dan lampu-lampu, dengan menggunakan satu MCB yang terpisah.
Cara ini dapat anda lakukan, dengan memisahkan kabel seluruh lampu-lampu dirumah, atau paling tidak buatlah satu lampu khusus dengan jalur kabel dan MCB tersendiri.
Untuk lebih jelasnya, anda bisa melihat gambar rangkaian berikut ini:
Membuat inRangkaian Lampu terpisah
MCB Utama, adalah MCB yang sudah terpasang sebelumnya, biasa terpasang dengan KWH meter milik PLN, ukuran MCB disesuaikan dengan daya yang sudah terpasang.
MCB kedua, dipasang untuk Stopkontak dan seluruh instalasi listrik di dalam rumah, dan pastikan ukuran MCB kedua ini lebih rendah amperenya dari MCB Utama, agar saat terjadi kelebihan beban listrik, MCB inilah yang Trip atau jepret (Jeglek).
MCB ketiga, adalah MCB yang khusus dipasang untuk Lampu, anda bisa menambahkan Lampu baru selain lampu-lampu yang sudah ada, agar lebih mudah dan tidak perlu merubah instalasi yang sudah ada. ukuran MCB untuk lampu dapat disesuaikan dengan daya lampu yang terpasang, anda dapat memasang MCB 1A.
Saat terjadi kelebihan beban, MCB kedua akan jepret karena ukuran amperenya lebih rendah dari MCB Utama, namun Lampu tetap mendapatkan tegangan listrik dari MCB Utama.
Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmustalasi listrik dengan lampu terpisah
Bagaimana Listrik bisa sampai di rumah kita?
Listrik yang kita gunakan dirumah, berasal dari pembangkit listrik melalui jaringan-jaringan tegangan tinggi.
Dari mana sebenarnya listrik yang ada di rumah kita?
Listrik yang kita gunakan sehari-hari, sumbernya dari mana?
Dari mana sebenarnya asal mula sumber listrik hingga sampai di rumah kita?
Di rumah kita sudah tersedia listrik, yang dapat kita gunakan untuk berbagai keperluan, seperti listrik untuk menyalakan Televisi, kipas angin, AC, Memasak nasi, menyalakan Kulkas, mesin cuci, Charger, dan banyak lagi yang lainnya.
Cukup dengan mencolokkan steker dari berbagai peralatan listrik tersebut ke stopkontak (Colokan), dan Peralatan listrik maupun alat elektronik yang kita miliki dapat menyala.
Berbagai peralatan listrik dan maupun elektronik yang ada dirumah kita takkan berguna jika tidak ada listrik.
Baca juga: Peralatan listrik yang besar biaya listrik perbulannya
Bagaimana Listrik bisa sampai kerumah?
Saat listrik di rumah kita padam, seluruh peralatan listrik dan elektronik tak dapat digunakan, bahkan lampu-lampu juga ikut padam, rumah kita menjadi sunyi dan gelap.
Lalu, pernahkah kita bertanya dari mana datangnya listrik tersebut, hingga bisa sampai di rumah kita dan dapat kita gunakan untuk berbagai keperluan.
Bagi anda yang menggunakan Genset sendiri, tentu sumber listrik yang anda gunakan berasal dari genset tersebut.
Namun bagi anda yang mendapatkan sumber listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara), tentu listrik yang anda gunakan berasal dari Listrik PLN.
Listrik tersebut, berasal dari mana?
Listrik yang kita gunakan di rumah-rumah adalah tegangan listrik AC (Alternating Current) atau biasa disebut dengan Tegangan listrik arus bolak-balik.
Besar tegangan listrik yang sampai di rumah dan kita gunakan sehari-hari adalah 220 VAC (Volt AC).
Setiap energi listrik Arus Bolak-balik (AC) berasal dari suatu Pembangkit Listrik AC, Pembangkit listrik AC biasa disebut dengan Alternator (Alternating Current Generator).
Jadi, Listrik yang sampai dirumah kita, juga berasal dari suatu pembangkit Listrik.
Pembangkit Listrik
Terdapat berbagai jenis Pembangkit listrik yang digunakan, antara lain:
PLTD: Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
PLTA: Pembangkit Listrik Tenaga Air
PLTU:Pembangkit Listrik Tenaga Uap
PLTG: Pembangkit Listrik Tenaga Gas
PLTGU: Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap
PLTP: Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi
PLTS: Pembangkit Listrik Tenaga Surya
PLTN: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
PLTMG: Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas
Listrik yang sampai ke rumah-rumah kita, berasal dari berbagai macam Pembangkit Listrik, dan yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah PLTA dan PLTU.
Listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik baik PLTU atau PLTA tersebut, dialirkan melalui beberapa jaringan-jaringan, hingga akhirnya sampai di rumah-rumah.
Bagi anda yang ingin mengetahui, dari mana datangnya listrik yang ada dirumah-rumah, berikut ini alur Jaringan listrik dari sumber utamanya sampai didistribusikan ke rumah-rumah.
Bagaimana Listrik tersebut bisa sampai kerumah kita?
Alur Jaringan Listrik dari Pembangkit sampai didistribusikan ke rumah-rumah.
1. Pembangkit Listrik
Pembangkit Listrik merupakan sumber Utama listrik yang bisa sampai di rumah-rumah, namun karena jaraknya cukup jauh, maka Pembangkit Listrik ini harus melalui beberapa proses terlebih dahulu sebelum digunakan oleh konsumen.
Tegangan Listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik utama, adalah berkisar antara 6.000Volt (6KV)- 24.000 Volt(24KV). Kenapa Jaringan Transmisi Tegangannya sangat Tinggi?
2. Jaringan Transmisi
Tegangan listrik dari Pembangkit listrik utama, kemudian dialirkan melalui Jaringan Transmisi, Jaringan transmisi biasanya menggunakan sistem saluran udara (Kabelnya berada diatas udara).
Tegangan dari pembangkit Listrik yang semula berkisar (6KV s/d 24KV) dinaikkan menjadi 70KV s/d 500KV pada Gardu Induk Transmisi.
3. Jaringan Distribusi Primer
Tegangan listrik dari Jaringan Transmisi (70KV s/d 500KV) kemudian dialirkan ke gardu-gardu induk jaringan distribusi Primer untuk diturunkan menjadi 20KV (20.000Volt).
Kemudian Listrik dengan Tegangan 20.000Volt dialirkan melalui jaringan Distribusi Primer menuju Jaringan Distribusi Sekunder.
4. Jaringan Distribusi Sekunder
Jaringan Distribusi Primer dengan Tegangan sebesar 20.000Volt kemudian dialirkan menuju Jaringan Distribusi Sekunder, dan diturunkan menjadi 220Volt (fasa dengan Netral) atau 380Volt (fasa dengan fasa).
Jaringan distribusi sekunder dengan tegangan 220 Volt (Fase dan netral) inilah yang kemudian dialirkan ke rumah-rumah kita, dan dapat kita gunakan untuk menyalakan berbagai peralatan listrik yang kita miliki.
Semoga bermanfaat!
Berbagai macam ALAT UKUR, serta kegunaannya
Berbagai macam Alat ukur yang digunakan untuk mengukur berbagai keperluan hasil pengukuran, serta memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing.
Terdapat begitu banyak alat ukur yang digunakan dalam berbagai jenis kegiatan, profesi dan kebutuhan hasil pengukuran.
Berbagai Alat Ukur dan kegunaannya
Alat Ukur dibuat untuk mempermudah kita dalam melakukan berbagai pengukuran.
Alat ukur digunakan dalam berbagai bidang
Berbagai macam alat ukur tersebut digunakan hampir dalam segala bidang pekerjaan atau profesi, seperti:
Alat ukur di bidang Mekanikal (Bengkel)
Alat ukur di bidang Listrik (kelistrikan)
Alat ukur di bidang Kimia (Laboratorium)
Alat ukur bidang Kedokteran (Kesehatan)
Alat ukur di bidang Bangunan (Sipil)
Alat ukur di bidang Pendidikan
dan banyak lagi yang lainnya.
Jenis-jenis Alat ukur menurut kegunaannya
Selain itu, Alat ukur juga memiliki kegunaan atau fungsinya masing-masing, antara lain:
Alat ukur panjang
Alat ukur Massa
Alat ukur berat
Alat ukur Waktu
Alat ukur tekanan
Alat ukur Suhu
Alat ukur tinggi permukaan (Level)
Alat ukur jumlah aliran (Flow)
Alat ukur Getaran
Alat ukur ketebalan
Alat ukur frekwensi
Alat ukur Cahaya
Alat ukur suara
dan berbagai alat ukur lainnya.
Berbagai macam Alat Ukur
Alat ukur Panjang/jarak
Jika kita ingin mengetahui berapa Panjang suatu benda, maka kita akan menggunakan sesuatu alat untuk mengukur panjang benda tersebut.
Alat yang kita gunakan untuk mengukur panjang benda tersebut, disebut dengan Alat ukur panjang.
Berbagai macam alat ukur panjang yang dapat kita gunakan, sesuai dengan fungsi dan satuan panjang yang akan diukur, seperti:
Meteran
Meteran digunakan untuk mengukur panjang benda yang tidak memerlukan hasil pengukuran yang presisi (Akurat), karena tingkat akurasi meteran hanya sekitar 1mm.
Sigmat (Jangka sorong)
Sigmat (Jangka sorong) digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, kedalaman, suatu benda dengan tingkt akurasi mencapai 0,1 mm.
Cara membaca hasil pengukuran menggunakan Sigmat (Jangka Sorong)
Mikrometer
Micrometer digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, kedalaman, suatu benda dengan tingkt akurasi mencapai 0,01 mm.
Cara membaca hasil pengukuran menggunakan Mikro meter.
Penggaris (Mistar)
Penggaris (Mistar) digunakan untuk mengukur panjang benda yang tidak memerlukan hasil pengukuran yang presisi (Akurat), karena tingkat akurasi Penggaris (Mistar) hanya sekitar 1mm.
Speedometer
Alat Ukur Massa
Saat kita ingin mengetahui berapa kilogram berat dari suatu benda, kita akan menimbangnya dengan alat timbangan, Terdapat kebiasaan kita yang ternyata selama ini salah, yakni berat dalam satuan kilogram adalah satuan Massa bukan Berat.
Berat yang biasa kita sebut dalam satuan kilogram adalah satuan Massa, sedangkan satuan berat sebenarnya adalah satuan Gaya dalam (Newton).
Timbangan Gantung
Timbangan Duduk
Timbangan kamar mandi
Neraca dua lengan
Neraca O'Hauss
Alat Ukur Berat (Newton)
Alat ukur berat dalam satuan Kg.m/s atau setara dengan satuan Newton, biasa menggunakan alat ukur yakni:
Neraca Pegas
Dinamo Meter
Alat Ukur Waktu
Alat ukur juga kita gunakan untuk mengukur waktu, berbagai macam alat ukur waktu yang digunakan,antara lain:
Jam Pasir
Jam tangan
Jam Dinding
Stopwatch
Jam Matahari
HourMeter
Alat Ukur Tekanan (Pressure)
Tekanan juga perlu dilakukan pengukuran dengan menggunakan Alat ukur Tekanan, dalam berbagai satuan tekanan. Alat ukur tekanan Deltabar dan Cerabar
Berbagai Alat ukur Tekanan, antara lain:
Manometer
Pressure Gauge
Deltabar (Differential Pressure)
Barometer
Pressure Transmitter (Cerabar)
Alat Ukur Suhu
Thermometer LIG (Liquid in Glass)
Termometer ini adalah alat ukur suhu yang umum digunakan, berupa cairan di dalam wadah kaca, cairan yang digunakan seperti: Air raksa, Alk0hol, dan lainnya.
Berbagai jenis alat ukur suhu dari masa ke masa
Temperature Gauge
Infrared Temperature
Prinsip kerja Infrared temperature dalam mengukur suhu
Resistance Temperature Detector (RTD)
Cara memasang RTD,untuk mengukur suhu suatu benda, dan ditampilkan dalam bentuk digital dengan tambahan Alat temperature Controller digital.
Termo kopel
Cara Memasang Termo kopel untuk mengukur suhu suatu benda,dan hasil pengukurannya ditampilkan dalam bentuk angka (Digital) dengan tambahan alat yang disebut dengan Controller.
Alat ukur tinggi permukaan (Level Measurement)
Untuk mengetahui berapa tinggi permukaan Air dalam suatu bejana, tentu kita membutuhkan alat untuk mengukurnya, Alat ukur ini disebut dengan Alat ukur Level (Permukaan).
Prinsip Kerja Alat ukur Level Measurement
Berbagai jenis alat ukur tinggi permukaan,antara lain:
Level Gauge
Level Transmitter
UltraSonic meter
DPT (Differential Pressure Transmitter)
Level Limit Switch (Liquiphant)
Alat Ukur Aliran (Flow)
Untuk mengetahui seberapa banyak jumlah benda yang mengalir dalam suatu wadah, kita membutuhkan Alat ukur aliran/debit.
Prinsip kerja Flowmeter Vortex, Coriolis, Magnetic
Berbagai Alat ukur aliran dapat kita gunakan, tak hanya untuk benda cair, bahkan untuk benda jenis Gas, dan Padat.
Berbagai alat ukur aliran (Flow):
Flowmeter kincir Analog
Flowmeter Kincir Digital
Flowmeter Digital
Flowmeter Magnetic
Flowmeter Vortex
Flowmeter Coriolis
Alat Ukur Getaran
Alat ukur ini banyak digunakan, untuk mengetahui kondisi berbagai mesin-mesin yang sedang beroperasi, untuk melakukan perawatan dan perencanaan perbaikan secara berkala.
Vibration Pen
Vibration meter
Alat Ukur Ketebalan
Ketebalan (Thickness), untuk mengetahui berapa ketebalan suatu benda, digunakan alat ukur ketebalan yaitu:
Thickness Gauge
Alat ukur ini mampu menembus tebal permukaan benda dan mengukur ketebalannya dengan menggunakan gelombang Ultrasonic. Cara menggunakan Thickness Gauge
Alat Ukur Frekwensi
Alat ukur ini biasa digunakan di bidang kelistrikan, untuk mengetahui besar Frekwensi listrik yang dihasilkan dari suatu pembangkit Listrik.
Alat ini biasa disebut dengan:
Hertz Meter
Alat Ukur Cahaya
Seberapa besar intensitas pencahayan dalam suatu ruangan, juga dapat kita ukur dengan menggunakan Alat ukur, yaitu:
Light Meter
Lux Meter
Ganiofotometer
Spektro-Fotometer
Alat Ukur Suara
Suara memiliki satuan desible (dB), dan seberapa besar kekuatan dari kebisingan atau Suara dapat diukur dengan menggunakan Alat ukur, yakni:
Sound Level Meter
DecibleMeter
Alat-Alat Ukur Kelistrikan
Alat Ukur Tegangan Listrik
Voltmeter
Alat Ukur Arus Listrik
Ampere Meter
Clamp Meter (Tang Ampere)
Alat Ukur daya listrik
Watt Meter (KWH-Meter)
Alat Ukur Nilai Resistansi
Ohm-Meter
Multitester
Alat Ukur listrik yang memiliki berbagai fungsi, yaitu untuk mengukur Arus, Tegangan, resistan, disebut dengan nama Multi Tester.
Cara menggunakan Multitester dengan benar
Alat Ukur Grounding (Pentanahan)
Cara menggunakan alat ukur Grounding tester dengan benar
Grounding Tester
Earth Tester
Alat Ukur ELCB
Cara menggunakan ELCB Tester untuk mengukur ELCB (Anti kontak)
ELCB Tester
Alat Ukur Tahanan Isolasi
Cara mengukur tahanan Isolasi kabel dengan benar
Insulation Tester
Mega Ohm Meter
Semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmu
dikutip dari berbagai sumber
Apa itu ELCB dan MCB, serta apa bedanya?
Apa itu ELCB dan MCB, serta apa bedanya
Apa itu ELCB?
Apa itu MCB?
Apa fungsi ELCB?
Apa fungsi MCB?
Apa bedanya menggunakan ELCB atau MCB untuk pengaman instalasi listrik?
Lebih baik dipasang ELCB atau MCB, untuk pengaman Listrik?
Mungkin, bagi kebanyakan orang tidak begitu mengenal alat pengaman listrik yang disebut dengan ELCB, Orang-orang kebanyakan lebih mengenal alat pengaman listrik yang disebut dengan MCB, ketimbang ELCB.
Apa itu MCB dan ELCB, serta apa perbedaan serta fungsinya?
Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa diperlukan alat pengaman pada setiap instalasi listrik.
Alat pengaman listrik dipasang untuk melindungi kita dan berbagai peralatan listrik dari berbagai kerusakan atau resiko bahaya lainnya.
Alat pengaman listrik dipasang berfungsi untuk mengamankan instalasi listrik saat terjadi berbagai gangguan.
Berbagai gangguan yang dapat terjadi pada instalasi listrik, antara lain:
Kelebihan pemakaian alat-alat listrik, atau biasa disebut kelebihan beban (Over current).
Lonjakan arus listrik yang disebabkan karena adanya kabel yang korslet, atau biasa disebut dengan hubungan singkat (Short Circuit).
Terjadinya kebocoran listrik, baik kebocoran listrik yang berasal dari kabel listrik yang terkelupas, atau alat listrik yang lembab atau rusak. (Kesetrum listrik didefinisikan sebagai terjadinya kebocoran listrik melalui bagian tubuh kita menuju tanah/bumi)
Kebocoran listrik yang berasal dari tersentuhnya sumber listrik ke objek lain, seperti saat kita kesetrum, kabel digigit tikus, kabel terkelupas dan mengenai atap/seng, dan sebagainya.
Berbagai gangguan listrik ini tentunya sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan percikan api dan kebakaran, serta dapat membahayakan keselamatan manusia.
Lalu apa yang diperlukan untuk memberikan perlindungan saat terjadi berbagai gangguan listrik tersebut?
Untuk memberikan perlindungan pada instalasli listrik biasanya dipasang alat pengaman yang disebut dengan MCB.
Apakah dengan memasang MCB pada instalasi listrik, dapat memberikan perlindungan dari berbagai gangguan diatas?
MCB saja tidak cukup untuk mengamankan kita dan instalasi listrik dari berbagai resiko dan gangguan listrik.
Apa itu MCB?
MCB (Miniature Circuit Breaker), adalah suatu alat pengaman listrik yang berfungsi untuk memutuskan aliran listrik saat terjadi Arus Lebih, yang disebabkan dari pemakaian listrik yang berlebihan, karena sambaran petir, atau karena korsleting (Hubungan singkat).
MCB hanya berfungsi untuk mengamankan saat terjadi lonjakan arus yang melebihi dari batasan ukuran MCB yang terpasang. Cara menentukan ukuran MCB
MCB tidak dapat melindungi kita saat tersengat listrik atau Kesetrum
Namun, saat terjadi kebocoran listrik atau saat kita tersentuh kabel (kesetrum), MCB tidak dapat memberikan perlindungan, karena lonjakan arus saat kita tersengat listrik (Kesetrum) nilainya sangat kecil.
Lalu alat pengaman apa yang harus kita pasang pada instalasi listrik, untuk memberikan perlindungan saat kita tersengat listrik?
Alat pengaman yang diperlukan untuk melindungi kita dari bahaya tersengat atau kesetrum, adalah ELCB.
ELCB dapat melindungi kita dari bahaya tersengat atau Kesetrum Listrik
Apa itu ELCB?
ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) adalah suatu alat pengaman listrik dari resiko kebocoran listrik yang nilai arus bocornya sangat kecil, Selain itu ELCB juga dapat berfungsi sebagai pengaman listrik saat terjadi kebocoran listrik dengan lonjakan arus yang cukup besar, serta dapat melindungi saat terjadi arus lebih karena hubungan singkat (Short Circuit).
Memilih ELCB yang benar
Jadi, ELCB merupakan alat yang dapat memberikan perlindungan dari berbagai gangguan yang kita sebutkan diatas.
ELCB memiliki beberapa istilah, seperti Anti kontak, RCD, RCCB, GFCI, dan sebagainya.
Lebih baik menggunakan MCB atau ELCB?
Tentunya lebih baik menggunakan ELCB, karena dapat memberikan perlindungan dari berbagai gangguan dan bahaya listrik, termasuk untuk melindungi keselamatan manusia saat tersengat listrik atau kesetrum.
Cara memasang ELCB pada instalasi listrik
Pastikan ELCB yang digunakan memiliki sensitifitas <30mA
Apa perbedaan MCB dengan ELCB?
Beberapa perbedaan antara MCB dengan ELCB, antara lain:
MCB
MCB hanya dipasang untuk satu kabel yaitu kabel fasa.
MCB hanya berfungsi untuk mengamankan listrik saat terjadi arus lebih karena kelebihan pemakaian alat-alat listrik, atau karena lonjakan arus saat terjadi korsleting.
MCB dapat memberikan perlindungan saat terjadi kebocoran listrik dengan lonjakan arus yang melebihi kemampuan arus MCB tersebut, dengan catatan instalasi listrik harus dilengkapi dengan ARDE (pentanahan) yang baik. kenapa arde harus dipasang ke tanah?
Jika ARDE tidak terpasang dengan baik, maka MCB tidak mampu memberikan perlindungan saat terjadi arus bocor.
MCB tidak dapat melindungi keselamatan manusia saat terkena sengatan listrik (Kesetrum), dan juga MCB tidak dapat melindungi saat terjadi kebocoran listrik dengan nilai arus bocor yang rendah/kecil.
ELCB
ELCB dipasang dengan dua kabel yaitu, kabel fasa dan netral. Kabel fasa dan netral dari sumber listrik harus melewati ELCB terlebih dahulu sebelum dialirkan ke instalasi listrik di rumah.
ELCB dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai gangguan listrik, seperti:
Lonjakan arus yang melebihi batasan arus ELCB tersebut
Melindungi saat terjadi kebocoran listrik dengan arus bocor yang kecil maupun arus bocor yang besar
Melindungi kita dari bahaya kesetrum
Memberikan perlindungan saat terjadi lonjakan arus yang disebabkan karena adanya kebocoran,maupun korsleting (Hubung singkat). Prinsip kerja ELCB
Semoga bermanfaat!
Berbagai macam ALAT UKUR, serta kegunaannya
Berbagai macam Alat ukur yang digunakan untuk mengukur berbagai keperluan hasil pengukuran, serta memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing.
Terdapat begitu banyak alat ukur yang digunakan dalam berbagai jenis kegiatan, profesi dan kebutuhan hasil pengukuran.
Berbagai Alat Ukur dan kegunaannya
nama-nama alat ukur serta fungsinya
Alat Ukur dibuat untuk mempermudah kita dalam melakukan berbagai pengukuran.
Alat ukur digunakan dalam berbagai bidang
Berbagai macam alat ukur tersebut digunakan hampir dalam segala bidang pekerjaan atau profesi, seperti:
Alat ukur di bidang Mekanikal (Bengkel)
Alat ukur di bidang Listrik (kelistrikan)
Alat ukur di bidang Kimia (Laboratorium)
Alat ukur bidang Kedokteran (Kesehatan)
Alat ukur di bidang Bangunan (Sipil)
Alat ukur di bidang Pendidikan
dan banyak lagi yang lainnya.
Jenis-jenis Alat ukur menurut kegunaannya
Selain itu, Alat ukur juga memiliki kegunaan atau fungsinya masing-masing, antara lain:
Alat ukur panjang
Alat ukur Massa
Alat ukur berat
Alat ukur Waktu
Alat ukur tekanan
Alat ukur Suhu
Alat ukur tinggi permukaan (Level)
Alat ukur jumlah aliran (Flow)
Alat ukur Getaran
Alat ukur ketebalan
Alat ukur frekwensi
Alat ukur Cahaya
Alat ukur suara
dan berbagai alat ukur lainnya.
Berbagai macam Alat Ukur
Alat ukur Panjang/jarak
Jika kita ingin mengetahui berapa Panjang suatu benda, maka kita akan menggunakan sesuatu alat untuk mengukur panjang benda tersebut.
Alat yang kita gunakan untuk mengukur panjang benda tersebut, disebut dengan Alat ukur panjang.
Berbagai macam alat ukur panjang yang dapat kita gunakan, sesuai dengan fungsi dan satuan panjang yang akan diukur, seperti:
Meteran
Meteran digunakan untuk mengukur panjang benda yang tidak memerlukan hasil pengukuran yang presisi (Akurat), karena tingkat akurasi meteran hanya sekitar 1mm.
Sigmat (Jangka sorong)
Sigmat (Jangka sorong) digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, kedalaman, suatu benda dengan tingkt akurasi mencapai 0,1 mm.
Cara membaca hasil pengukuran menggunakan Sigmat (Jangka Sorong)
Mikrometer
Micrometer digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, kedalaman, suatu benda dengan tingkt akurasi mencapai 0,01 mm.
Cara membaca hasil pengukuran menggunakan Mikro meter.
Penggaris (Mistar)
Penggaris (Mistar) digunakan untuk mengukur panjang benda yang tidak memerlukan hasil pengukuran yang presisi (Akurat), karena tingkat akurasi Penggaris (Mistar) hanya sekitar 1mm.
Speedometer
Alat Ukur Massa
Saat kita ingin mengetahui berapa kilogram berat dari suatu benda, kita akan menimbangnya dengan alat timbangan, Terdapat kebiasaan kita yang ternyata selama ini salah, yakni berat dalam satuan kilogram adalah satuan Massa bukan Berat.
Berat yang biasa kita sebut dalam satuan kilogram adalah satuan Massa, sedangkan satuan berat sebenarnya adalah satuan Gaya dalam (Newton).
Timbangan Gantung
Timbangan Duduk
Timbangan kamar mandi
Neraca dua lengan
Neraca O'Hauss
Alat Ukur Berat (Newton)
Alat ukur berat dalam satuan Kg.m/s atau setara dengan satuan Newton, biasa menggunakan alat ukur yakni:
Neraca Pegas
Dinamo Meter
Alat Ukur Waktu
Alat ukur juga kita gunakan untuk mengukur waktu, berbagai macam alat ukur waktu yang digunakan,antara lain:
Jam Pasir
Jam tangan
Jam Dinding
Stopwatch
Jam Matahari
HourMeter
Alat Ukur Tekanan (Pressure)
Tekanan juga perlu dilakukan pengukuran dengan menggunakan Alat ukur Tekanan, dalam berbagai satuan tekanan. Alat ukur tekanan Deltabar dan Cerabar
Berbagai Alat ukur Tekanan, antara lain:
Manometer
Pressure Gauge
Deltabar (Differential Pressure)
Barometer
Pressure Transmitter (Cerabar)
Alat Ukur Suhu
Thermometer LIG (Liquid in Glass)
Termometer ini adalah alat ukur suhu yang umum digunakan, berupa cairan di dalam wadah kaca, cairan yang digunakan seperti: Air raksa, Alk0hol, dan lainnya.
Berbagai jenis alat ukur suhu dari masa ke masa
Temperature Gauge
Infrared Temperature
Prinsip kerja Infrared temperature dalam mengukur suhu
Resistance Temperature Detector (RTD)
Cara memasang RTD,untuk mengukur suhu suatu benda, dan ditampilkan dalam bentuk digital dengan tambahan Alat temperature Controller digital.
Termo kopel
Cara Memasang Termo kopel untuk mengukur suhu suatu benda,dan hasil pengukurannya ditampilkan dalam bentuk angka (Digital) dengan tambahan alat yang disebut dengan Controller.
Alat ukur tinggi permukaan (Level Measurement)
Untuk mengetahui berapa tinggi permukaan Air dalam suatu bejana, tentu kita membutuhkan alat untuk mengukurnya, Alat ukur ini disebut dengan Alat ukur Level (Permukaan).
Prinsip Kerja Alat ukur Level Measurement
Berbagai jenis alat ukur tinggi permukaan,antara lain:
Level Gauge
Level Transmitter
UltraSonic meter
DPT (Differential Pressure Transmitter)
Level Limit Switch (Liquiphant)
Alat Ukur Aliran (Flow)
Untuk mengetahui seberapa banyak jumlah benda yang mengalir dalam suatu wadah, kita membutuhkan Alat ukur aliran/debit.
Prinsip kerja Flowmeter Vortex, Coriolis, Magnetic
Berbagai Alat ukur aliran dapat kita gunakan, tak hanya untuk benda cair, bahkan untuk benda jenis Gas, dan Padat.
Berbagai alat ukur aliran (Flow):
Flowmeter kincir Analog
Flowmeter Kincir Digital
Flowmeter Digital
Flowmeter Magnetic
Flowmeter Vortex
Flowmeter Coriolis
Alat Ukur Getaran
Alat ukur ini banyak digunakan, untuk mengetahui kondisi berbagai mesin-mesin yang sedang beroperasi, untuk melakukan perawatan dan perencanaan perbaikan secara berkala.
Vibration Pen
Vibration meter
Alat Ukur Ketebalan
Ketebalan (Thickness), untuk mengetahui berapa ketebalan suatu benda, digunakan alat ukur ketebalan yaitu:
Thickness Gauge
Alat ukur ini mampu menembus tebal permukaan benda dan mengukur ketebalannya dengan menggunakan gelombang Ultrasonic. Cara menggunakan Thickness Gauge
Alat Ukur Frekwensi
Alat ukur ini biasa digunakan di bidang kelistrikan, untuk mengetahui besar Frekwensi listrik yang dihasilkan dari suatu pembangkit Listrik.
Alat ini biasa disebut dengan:
Hertz Meter
Alat Ukur Cahaya
Seberapa besar intensitas pencahayan dalam suatu ruangan, juga dapat kita ukur dengan menggunakan Alat ukur, yaitu:
Light Meter
Lux Meter
Ganiofotometer
Spektro-Fotometer
Alat Ukur Suara
Suara memiliki satuan desible (dB), dan seberapa besar kekuatan dari kebisingan atau Suara dapat diukur dengan menggunakan Alat ukur, yakni:
Sound Level Meter
DecibleMeter
Alat-Alat Ukur Kelistrikan
Alat Ukur Tegangan Listrik
Voltmeter
Alat Ukur Arus Listrik
Ampere Meter
Clamp Meter (Tang Ampere)
Alat Ukur daya listrik
Watt Meter (KWH-Meter)
Alat Ukur Nilai Resistansi
Ohm-Meter
Multitester
Alat Ukur listrik yang memiliki berbagai fungsi, yaitu untuk mengukur Arus, Tegangan, resistan, disebut dengan nama Multi Tester.
Cara menggunakan Multitester dengan benar
Alat Ukur Grounding (Pentanahan)
Cara menggunakan alat ukur Grounding tester dengan benar
Grounding Tester
Earth Tester
Alat Ukur ELCB
Cara menggunakan ELCB Tester untuk mengukur ELCB (Anti kontak)
ELCB Tester
Alat Ukur Tahanan Isolasi
Cara mengukur tahanan Isolasi kabel dengan benar
Insulation Tester
Mega Ohm Meter
Semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmu
dikutip dari berbagai sumber
Tips memilih Pompa Air sesuai dengan Spesifikasi yang anda butuhkan
Tips memilih Pompa Air sesuai dengan Spesifikasi yang anda butuhkan
Memilih spesifikasi Pompa air yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anda
Bagaimana cara memilih Pompa air yang bagus dan dapat memenuhi kebutuhan anda?
Pompa air yang bagaimana yang anda butuhkan?
Bagaimana Memilih Pompa air yang bagus, berkualitas, tahan lama, dan semprotan yang kuat?
Berbagai jenis Pompa yang tersedia dipasaran, dan hal ini menjadikan kita perlu lebih selektif untuk memilih Pompa yang sesuai dengan yang kita butuhkan.
Karena berbagai perbedaan kebutuhan masyarakat akan Pompa air, pihak produsen juga harus menyediakan berbagai pilihan pompa air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut.
Ada yang mencari Pompa air hanya untuk menghisap air dari sumur yang tidak terlalu dalam, ada yang membutuhkan pompa air untuk sekedar menyuplai kebutuhan air sehari-hari, ada yang membutuhkan pompa air untuk semprotan yang kuat dan jauh, dan lain sebagainya.
Karena itulah, anda juga perlu lebih selektif dalam memilih Pompa air yang tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan anda masing-masing.
Kesalahan dalam memilih pompa air, tentu akan membuat dana yang anda keluarkan untuk membeli pompa air tersebut menjadi sia-sia dan tak dapat memenuhi spesifikasi pompa air yang anda butuhkan.
Sebenarnya, untuk memilih Pompa air yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan tidaklah terlalu sulit, karena pada setiap Pompa air yang dijual dipasaran sudah dilengkapi dengan name plate yang berisikan data spesifikasi pompa air tersebut, jadi kita tinggal membaca spesifikasinya dan menyesuaikan dengan yang dibutuhkan.
Pertanyaannya, apakah kita sudah memahami apa saja spesifikasi yang harus kita perhatikan, agar tidak salah dalam memilih pompa air?
Memilih spesifikasi Pompa air sesuai kebutuhan anda
Berikut ini, beberapa spesifikasi pompa yang perlu anda perhatikan sebelum membeli dan memilih Pompa air yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anda.
Spesifikasi Pompa air:
1. Voltage
Pada setiap Name Plate pompa air biasanya tercantum data spesifikasi yang bertuliskan Voltage.
Voltage adalah besar tegangan listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan Pompa air tersebut.
Karena pada umumnya listrik yang ada di rumah memiliki tegangan sebesar 220 Volt, maka Pompa air yang harus kita pilih adalah yang tertera Voltage 220 Volt.
2. HZ
Terkadang pada name plate Pompa air juga tertera spesifikasi HZ atau Hertz.
Hertz adalah besaran frekuensi listrik yang dibutuhkan, dan Frekuensi listrik yang digunakan di Indonesia umumnya adalah 50 Hz.
3. Output Power
Pada setiap pompa air biasanya tertera data spesifikasi Output Power.
Outpur Power adalah Daya listrik keluaran atau Daya listrik yang terpakai saat pompa air tersebut dinyalakan.
Daya listrik (Output Power) ini biasanya dalam satuan Watt, dan tentunya semakin besar ukuran pompa air yang kita pilih maka akan semakin besar daya listriknya.
Pilihan Daya listrik (Output Power) yang ada pompa air, antara lain 125Watt, 250Watt, 300Watt, 450Watt, dan berbagai besaran daya lainnya.
Pemilihan Output power (Daya listrik) sebuah pompa air menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena semakin besar daya listrik pompa air yang kita pilih tentunya akan semakin boros pemakaian daya listrik, dan tagihan listrik akan semakin melonjak.
Pilihlah Pompa air yang Hemat Listrik, Pemilihan besar daya listrik pompa air harus disesuaikan dengan ukuran pompa air yang anda butuhkan, untuk lebih menghemat pemakaian listriknya.
4. Suction Head
Besaran Suction Head yang tertera pada spesifikasi Pompa air, menunjukkan seberapa jauh kedalaman air yang dapat dihisap pompa air tersebut.
Suction Head adalah Daya hisap atau jarak kedalaman/ketinggian maksimal permukaan air yang dipompakan.
Pilihan Suction Head atau kemampuan Hisap suatu Pompa air juga beraneka ragam, ada pompa air yang memiliki kemampuan hisap (Suction Head) pada kedalaman maksimal 9 meter, 12 meter, 15 meter, 30 meter, 50 meter, dan sebagainya.
Pilihlah Pompa air yang sesuai dengan kedalaman air yang ada dirumah anda.
5. Suction Pipe
Suction Pipe adalah besaran ukuran Pipa hisap yang digunakan, dan ini harus kita sesuaikan dengan yang tertera pada spesifikasi pompa air yang kita gunakan.
Jika pada pompa air tertulis Suction Pipe 1in (25mm), maka untuk mendapatkan kinerja pompa yang optimal kita harus menggunakan pipa hisap dengan ukuran maksimal sebesar 1 inci (25mm).
6. Discharge Head
Discharge Head pada Pompa air adalah menunjukkan seberapa jauh pompa air tersebut dapat mengalirkan air yang dihisapnya, atau disebut juga dengan Daya dorong pompa tersebut.
Pilihan Discharge Head pada pompa air juga beraneka ragam, ada yang 14 Meter, 21 meter, 30 meter, 33 meter, 40 meter, dan sebagainya.
Pilihlah pompa air dengan daya dorong (Discharge Head) yang sesuai dengan kebutuhan anda masing-masing, yang dapat diukur dari jarak pompa air ke rumah anda.
7. Discharge Pipe
Discharge Pipe adalah besaran ukuran Pipa dorong (keluaran air) yang digunakan, dan ini harus kita sesuaikan dengan yang tertera pada spesifikasi pompa air yang kita gunakan.
Jika pada pompa air tertulis Discharge Pipe 1in (25mm), maka untuk kinerja pompa yang optimal harus menggunakan pipa keluaran maksimal sebesar 1 inci (25mm).
8. Capacity
Capacity atau seberapa banyak kapasitas pompa air tersebut dapat mengalirkan air, dalam satuan menit.
Pilihan Capacity Pompa air, antara lain: 10 Liter/menit. 18 liter/menit, 29 liter/menit, 33 liter/menit, dan sebagainya.
Namun perlu juga anda perhatikan bahwa Kapasitas (Capacity) pompa air biasanya disesuaikan dengan jarak Suction head, semakin jauh jarak kedalaman air yang dihisap pompa air tersebut maka kapasitasnya akan menurun.
Oleh karena itu, pada pompa air biasanya tertera tulisan: Suction Head 9 meter, Capacity 35 liter/menit.
Pilihlah kapasitas Pompa air yang sesuai dengan kebutuhan anda, jika anda membutuhkan Pompa yang dapat mengalirkan air dalam jumlah yang banyak, maka pilihlah pompa air yang memiliki kapasitas besar.
Sebagai gambaran, pompa air dengan kapasitas 10 liter/menit dapat menyuplai air sebanyak 600 liter dalam satu jam.
9. Pressure Switch
Pressure switch adalah Tekanan maksimal pompa air, jika kita memasang pompa air dengan dilengkapi sensor tekanan otomatis, maka tekanan maksimal pompa air saat pipa keluaran ditutup adalah sesuai dengan yang tertera pada name plate pompa air tersebut.
Pressure switch pada pompa air, antara lain: 1,6 – 2,6 kgf, 1,4 – 2,2 kgf, dan lainnya.
10. Merek Pompa air
Pada name plate spesifikasi pompa juga tertera Merek pompa dan tipe pompa air tersebut, untuk mendapatkan pompa air yang bagus dan berkualitas anda tentu dapat memilih merek Pompa air yang ternama dan sudah berpengalaman dalam produksi pompa air.
Beberapa Pilihan Merek Pompa, antara lain:
Sanyo, Shimizu. Uchida, Grundfos, Panasonic, National, dan berbagai merek pompa lainnya.
11. Jenis pompa air
Pompa air ada yang biasa, ada yang semi Jet Pump dan ada pompa air jenis Jet Pump.
Perbedaan antara jenis pompa air ini adalah terletak pada kemampuan hisap dan kapasitasnya.
Untuk dapat menghisap air yang jarak kedalamannya cukup jauh maka biasanya digunakan pompa jenis Jet Pump, namun jika kedalaman air masih tidak terlalu dalam dapat menggunakan pompa air biasa atau pompa semi Jetpump.
Dan belakangan ini, banyak juga yang menggunakan Pompa air jenis Submersible Pump yang memiliki daya hisap cukup jauh dan dipasang didalam (Tenggelam) pada sumber air.
Semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmu
Pilihan Drone yang cocok bagi pemula
Pilihan Drone yang Cocok bagi anda yang masih pemula
Bagi anda yang saat ini berencana membeli Drone, dan ini adalah pertama kalinya anda akan memiliki Drone, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan untuk memilih Drone yang sesuai bagi Pemula.
Baca juga:Pengenalan dan sejarah Drone
Drone yang cocok untuk Pemula
Drone adalah suatu perangkat canggih, yang dapat terbang di udara menggunakan Remote control sebagai pengendali jarak jauh, dan belakangan ini banyak digunakan bersama dengan perangkat Kamera untuk mengambil Foto dari udara.
Foto selfie dengan menggunakan ponsel mungkin sudah biasa kita lihat, namun perkembangan jaman yang terus berjalan, Pengambilan Foto dengan cara yang lebih modern saat ini dapat dilakukan dari atas udara dengan menggunakan Perangkat kecil yang dapat terbang yaitu Drone.
Apakah pilihan Drone untuk pemula dan yang sudah mahir itu berbeda?
Sebaiknya dibedakan, Drone untuk pemula bisa disebut sebagai bahan percobaan, sebelum masuk ke tahap mahir, dan tentu Drone tipe standar sudah cukup untuk sekedar mempelajari fungsi dan pengoperasian Drone.
Bagi anda yang ingin memiliki Drone, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan untuk mendapatkan Drone yang bagus khususnya bagi anda yang tergolong baru mengenal Drone.
Tips Memilih Drone untuk Pemula.
1. Pilih Drone tipe standar dengan harga yang relatif murah
Hal pertama yang perlu diperhatikan, khususnya bagi anda yang baru memulai menggunakan Drone adalah Harga Drone.
Sebaiknya anda membeli Drone dengan Harga yang tidak terlalu mahal, mungkin Drone dengan kisaran harga 1 jutaan dapat menjadi pilihan Drone yang cocok bagi pemula, karena mengoperasikan Drone tergolong susah-susah Gampang, apalagi bagi anda yang masih dalam tahap belajar untuk menggunakan Drone tersebut.
Pasti akan terasa sulit untuk mengoperasikan Drone tersebut, khususnya cara mengoperasikan saat akan Lepas landas (Take-Off) dan Mendarat (Landing).
Dalam proses anda mempelajari pengoperasian Drone, tentu akan mengalami beberapa kali kegagalan sampai akhirnya anda dapat terbiasa dengan perangkat tersebut, dikhawatirkan Drone yang sudah anda beli dengan harga mahal malah rusak sebelum anda benar-benar menguasainya.
Tambahan, pilihlah Drone yang dilengkapi Pelindung baling-baling, untuk meminimalkan resiko terbentur karena kegagalan pengoperasian.
Setelah nantinya anda merasa sudah mahir menggunakan Drone, Selanjutnya anda bisa memilih Drone dengan harga yang lebih mahal dan tentunya lebih canggih.
2. Pilih Drone yang Auto Take-Off dan Auto Landing
Bagi anda yang memang tidak mempermasalahkan mengenai Harga, Pilihan Drone dengan Fitur Auto Take-Off dan Auto Landing dapat menjadi Pilihan Drone terbaik bagi anda.
Kalau hal yang pertama diatas adalah memilih Drone tipe standar dengan harga yang relatif murah, dengan tujuan meminimalkan resiko kerugian jika drone hanya sekedar dalam tahap belajar bagi anda.
Hal yang kedua, Adalah memilih Drone yang sudah dilengkapi Auto Take-off dan Auto-Landing.
Drone dengan fitur ini tentunya akan memudahkan anda dalam mengoperasikannya, tanpa khawatir terjadi kegagalan terutama saat Landing, yang dapat mengakibatkan Drone yang baru anda beli rusak.
Namun konsekuensinya pasti Harga sebuah Drone dengan Fitur Auto Take-off dan Auto-Landing ini dibanderol dengan harga yang lumayan mahal.
3. Pilih Drone dengan Batere yang Tahan lama
Sebagus apapun Drone yang kita pilih, dilengkapi dengan berbagai fitur canggih, namun jika boros Batere, tentu hal ini sangat membuat kita kecewa.
Pilihan Drone dengan batere yang tahan lama (awet), hal ini sebenarnya tak hanya untuk pemula, bahkan semua orang perlu memperhatikan kualitas Batere yang terpasang pada Drone tersebut.
Jenis Batere yang banyak digunakan untuk Drone adalah Li-Po (Lithium Polymer) dengan daya yang berbeda-beda, dan umumnya batere yang digunakan memiliki kapasitas 2200mAh.
Dari besar kapasitas batere, dapat ditentukan masa terbang dari Drone tersebut, semakin besar kapasitas batere yang digunakan Drone juga dapat lebih lama diterbangkan, namun tentunya bentuk batere lebih besar dan bobotnya lebih berat.
Selain itu Drone dengan batere yang tahan lama tentu dibanderol dengan harga yang cukup mahal.
Secara umum Drone tipe standar dapat diterbangkan maksimal selama 15 menit saja, alternatifnya anda harus menyediakan cadangan batere selama menunggu batere tersebut di-charge.
4. Pilih Drone dengan Camera Built-in.
Drone ada yang dijual sudah lengkap dengan Kamera (Camera Built-in), dan ada juga yang dijual terpisah.
Bagi anda yang tergolong masih pemula, sebaiknya memilih Drone yang sudah terpasang kamera dari pabrikan, disamping harganya lebih hemat, tentunya akan lebih mudah dan lebih praktis bagi anda untuk mengoperasikannya.
5. Pilih Drone dengan Kamera 2MP
Kualitas kamera atau Resolusi kamera tentu perlu anda perhatikan untuk mendapatkan hasil jepretan yang tidak mengecewakan, saat drone mengambil foto diudara.
Drone yang dilengkapi kamera 2MP, dengan harga kisaran 1 jutaan, dapat menjadi pilihan terbaik bagi anda.
6. Pilih Drone dengan jangkauan kendali 100meter
Drone dapat diterbangkan dengan jangkauan remote control yang berbeda-beda, ada Drone yang memiliki jangkauan sinyal kendali jarak jauhnya dapat berkilo-kilometer, namun ada juga yang hanya dapat dikendalikan dengan jarak maksimal 20 meter.
Bagi anda yang masih pemula, sebaiknya memilih Drone yang dapat dikendalikan dari jarak 100meter saja. Hal ini tentu akan memberikan kemudahan bagi anda memonitor Drone tersebut.
Drone dengan harga 1 jutaan, dengan jarak kendali 100 meter menjadi pilihan drone terbaik bagi pemula.
7. Pilihan Drone dengan berbagai Merek dan Tipe
Untuk mendapatkan Drone yang cocok bagi anda yang masih pemula, beberapa hal yang sudah kita sebutkan diatas dapat menjadi panduan bagi anda untuk mendapatkan Drone terbaik dan sesuai dengan yang anda butuhkan.
Apa Merek dan Tipe Drone yang harus anda beli?
Tersedia berbagai merek dan tipe Drone, dengan harga 1jutaan dan sudah dilengkapi dengan berbagai fitur-fitur yang kita sebutkan diatas.
Anda dapat browsing di internet, dengan kata kunci "Drone terbaik saat ini harga 1 jutaan", anda akan diberikan berbagai pilihan Drone terbaik dan cocok untuk anda.
Kini anda dapat menentukan pilihan Drone mana yang terbaik menurut selera anda, dari segi warna, ukuran, bentuk dan lainnya.
Semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmu
Cara memilih AC yang bagus, Awet, dan Hemat Listrik
Cara memilih AC yang bagus, Hemat listrik, awet dan sesuai dengan kebutuhan ruangan
Bagaimana memilih AC yang bagus dan sesuai dengan yang anda butuhkan?
Cara memilih AC yang bagus, awet, hemat listrik?
AC yang bagus, awet dan hemat listrik menjadi kriteria AC yang paling dicari oleh semua orang, oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebelum menentukan pilihan dan Membeli AC yang dapat memenuhi kriteria AC terbaik.
Seperti kita ketahui, AC adalah suatu produk elektronik yang memiliki harga yang cukup mahal serta daya listrik paling besar, maka sebisa mungkin AC yang kita pilih merupakan AC yang awet, tahan lama dan Hemat listrik.
AC (Air Conditioner) merupakan suatu produk elektronik rumah tangga yang berguna untuk mengatur udara dalam suatu ruangan di rumah agar tetap dingin sesuai dengan yang kita inginkan.
Kesalahan dalam memilih AC dapat mengakibatkan biaya yang anda keluarkan untuk membeli AC tersebut menjadi sia-sia, selain itu AC yang tidak sesuai dengan kebutuhan dapat mengakibatkan tagihan listrik menjadi melonjak drastis.
Tips memilih AC
Untuk anda yang saat ini berencana untuk membeli AC, berikut beberapa Tips bagaimana cara memilih AC yang bagus, tahan lama dan yang tak kalah penting harus hemat energi.
1. Sesuaikan ukuran AC dengan luas Ruangan
Berapa PK, AC yang anda butuhkan?
Ukuran AC yang ingin kita beli harus disesuaikan dengan ukuran ruangan yang akan dipasangi AC tersebut.
Menghitung kebutuhan AC dalam suatu ruangan
Sebaiknya tentukan ukuran ruangan yang ingin anda pasangi AC, lalu tentukan ukuran AC berapa PK yang cocok untuk ruangan tersebut.
Cara menentukan AC berapa PK yang anda butuhkan
Dengan menyesuaikan Ukuran AC dengan ukuran ruangan, dapat memberikan hasil yang optimal terhadap kinerja AC dalam mendinginkan ruangan dan tentunya akan lebih hemat listrik.
2. Pilih Tipe AC yang sesuai
Ada beberapa jenis atau tipe Ac yang dijual dipasaran, antara lain:
AC Split
AC Split adalah AC yang memiliki dua bagian utama, bagian blower terpasang di dalam ruangan atau Indoor, dan bagian Compressor terpasang di bagian luar ruangan atau (Outdoor).
AC split ini adalah jenis AC yang paling banyak digunakan, karena pemasangannya yang mudah, kualitas bagus dan harganya yang lebih terjangkau
AC Window
AC Window, sesuai dengan namanya AC ini terpasang di dinding yang dilubangi berbentuk seperti jendela. AC ini hanya memiliki satu bagian.
AC Standing Floor
AC standing floor berbentuk persegi yang dipasang berdiri diatas lantai, AC ini disebut juga dengan AC Portable karena dapat dipindah-pindah sesuai dengan kebutuhan
AC Sentral
AC sentral umumnya digunakan di kantor-kantor, gedung, hotel dan berbagai fasilitas umum lainnya.
AC ini dapat mendinginkan beberapa ruangan sekaligus.
Dari beberapa pilihan jenis AC diatas, AC Split adalah jenis AC yang terbaik dan banyak digunakan untuk di rumah-rumah.
3. Pilih Merek AC yang sudah terpercaya
Tersedia berbagai pilihan produk AC dengan berbagai pilihan Merek dijual dipasaran, dan tentunya berbagai merek AC tersebut memberikan berbagai keunggulannya masing-masing.
Namun, jangan terlalu mudah tergoda dengan berbagai promo yang diberikan berbagai merek AC tersebut, sebaiknya tetapkan pilihan anda dengan Merek AC yang sudah cukup ternama, terpercaya dan paling banyak digunakan oleh masyarakat.
Merek AC yang terbaik adalah yang memberikan kepuasan pada pemakainya, awet, murah dan sedikit keluhan atau komplain dari konsumen.
4. Pilihan AC dengan fitur canggih
Pilihan Produk AC yang memiliki berbagai teknologi canggih dan keunggulan, seperti:
AC Inverter, yang lebih hemat energi, lonjakan arus yang minimal saat dinyalakan
ECOSaver, adalah AC yang memiliki fitur canggih yang dapat mendeteksi gerakan dan suhu benda sekitarnya melalui sistem IR (Infra-Red), dengan sistem EcoSaver AC akan secara otomatis berhenti beroperasi saat tidak ada orang dalam ruangan tersebut, sehingga lebih hemat energi.
JET Cool, Dual Cool, AC dengan fitur ini akan lebih cepat mendinginkan ruangan.
Semoga bermanfaat!
Pemasangan Handel pemindah listrik PLN ke Genset
Cara memasang Instalasi kabel pada handel pemindah Listrik PLN dan Genset
Bagaimana cara Instalasi Listrik dari Genset dan PLN dengan menggunakan Handel manual?
Gambar Rangkaian Kabel Handel pemindah listrik PLN ke Genset sendiri?
Bagaimana Cara yang benar untuk memasang Kabel-kabel Handel pemindah listrik PLN ke Genset di rumah?
Bagaimana Cara memasang Handel listrik PLN dan Genset?
Bagi anda yang menggunakan Listrik PLN dan Genset di rumah, tentunya menggunakan Handel untuk memindahkan listrik dari PLN ke Genset, lalu bagaimana cara memasang Handel tersebut?
Pada umumnya listrik yang ada di rumah-rumah kita berasal dari listrik PLN, namun sebagian orang ada juga yang menyediakan Genset sendiri dengan tujuan agar saat Listrik dari PLN padam, Genset tersebut dapat dinyalakan untuk menggantikan Listrik PLN yang padam.
Saat Listrik dari PLN padam, maka Genset tersebut kita nyalakan dan dialirkan ke rumah dengan bantuan Handel pemindah listrik dari PLN ke Genset.
Handel pemindah aliran listrik dari PLN ke Genset dipasang agar Listrik dari PLN dan Genset tidak bertabrakan dan terjadi Korsleting, karena Listrik dari PLN dan Genset memiliki perbedaan tegangan.
Saat Listrik PLN padam kemudian Genset dinyalakan dan listrik dari genset tersebut dialirkan ke rumah, namun dikhawatirkan saat PLN tiba-tiba menyala maka akan mengakibatkan Listrik PLN dan Genset berjumpa dan mengakibatkan Korsleting.
Handel pemindah PLN ke Genset harus dipasang dengan benar, agar tidak terjadi korsleting saat listrik PLN dan Genset menyala bersamaan.
Cara Memasang Handel pemisah PLN dan Genset
Lalu, bagaimana cara yang benar untuk memasang kabel listrik PLN dan Genset pada Handel tersebut?
Berikut ini cara memasang kabel listrik PLN dan Genset yang benar dan aman, agar tidak terjadi korsleting meski Listrik dari PLN dan Genset menyala bersamaan.
Cara memasang Kabel Handel pemindah Listrik PLN dan Genset
Gambar rangkaian kabel instalasi Handel pemindah PLN ke Genset
Panduan pemasangan Handel:
Sebelum memulai pekerjaan pemasangan handel dan kabel-kabelnya, hal pertama yang harus anda lakukan adalah padamkan seluruh sumber listrik baik dari PLN maupun dari Genset.
Pada Handel tersebut tersedia 3 bagian pemasangan kabel, yang masing-masing terdiri dari dua atau tiga baut terminal. (anda dapat memasang dua kabel saja, satu baut teminal dibiarkan kosong dan dapat digunakan jika terminal lain ada yang rusak, namun jika satu kabel dipindah, maka kabel lainnya juga harus dipindah dan disejajarkan.
Bagian baut terminal kabel yang di barisan tengah untuk pemasangan kabel listrik yang menuju ke instalasi listrik di rumah anda.
Bagian Baut terminal kabel bagian atas dan bagian bawah digunakan untuk memasang kabel listrik yang berasal dari PLN dan Genset, anda dapat memasang kabel listrik dari PLN di bagian atas dan kabel dari Genset dibagian bawah, atau bisa juga sebaliknya.
Pastikan pemasangan kabel sejajar antara kabel fasa dan kabel Netral dari masing-masing bagian, jika pada bagian tengah terminal kita pasang posisi kabel fasa di sebelah kanan dan netral di bagian kiri, begitu juga dengan kabel terminal untuk fasa dan netral baik dari PLN maupun dari genset.
Sebagai contoh:
Jika kabel fasa yang menuju ke instalasi rumah dipasang di sebelah kanan dari terminal bagian tengah, maka kabel fasa dari PLN dan kabel fasa dari Genset juga harus dipasang disebelah kanan pada masing-masing terminal, dan kabel netral dipasang disebelah kiri pada masing-masing bagian terminal Handel.
Pastikan pemasangan seluruh kabel sudah terpasang dengan benar dan kencang (tidak longgar).
Pastikan semua kabel sudah terpasang dengan benar dan kencangkan, sebelum listrik dinyalakan kembali.
Catatan:
Jika anda merasa ragu untuk memasang sendiri handel tersebut, sebaiknya anda meminta bantuan teknisi listrik yang berpengalaman untuk memasangnya.
Semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmu
Rumus dan Cara Menghitung Rugi Tegangan (Drop Voltage)
Bagaimana Cara menghitung Rugi Tegangan (Drop Voltage) yang terjadi pada suatu penghantar listrik?
Apa yang dimaksud dengan kerugian tegangan atau Tegangan Jatuh (Drop Voltage) pada instalasi atau jaringan listrik?
Berapa besar kerugian tegangan pada instalasi listrik?
Bagaimana cara menghitung besar kerugian tegangan atau tegangan jatuh?
Apa rumus untuk menghitung tegangan jatuh (drop Voltage)?
Rugi Tegangan atau Tegangan jatuh (Drop Voltage)
Besar tegangan listrik yang mengalir pada suatu kabel penghantar akan mengalami penurunan atau biasa disebut dengan Tegangan jatuh (Drop Voltage) saat melalui suatu penghantar dan mendapatkan Beban listrik.
Apa yang dimaksud dengan Tegangan jatuh (Drop Voltage)
Tegangan Jatuh atau Drop Voltage adalah seberapa besar Penurunan atau kehilangan nilai Tegangan listrik yang mengalir pada suatu kabel penghantar dari nilai tegangan normal.
Atau bisa juga disebut bahwa Tegangan jatuh adalah selisih antara besar tegangan pangkal (Sumber) dengan besar tegangan ujung (Beban) dari suatu instalasi listrik.
Sebagai contoh, Besar tegangan listrik terukur dari suatu sumber listrik adalah 380 Volt, kemudian tegangan listrik tersebut dialirkan melalui suatu kabel penghantar menuju berbagai beban peralatan listrik, maka besar Tegangan listrik yang diterima berbagai peralatan listrik tersebut akan mengalami penurunan atau menjadi kurang dari 380Volt.
Penurunan nilai tegangan ini disebut dengan kerugian tegangan atau Tegangan jatuh (Drop Voltage).
Faktor penyebab Kerugian Tegangan (Drop Voltage)
Besarnya kerugian tegangan atau tegangan jatuh (Drop Voltage) yang terjadi pada suatu instalasi listrik, dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
Panjang kabel Penghantar
Semakin panjang kabel penghantar yang digunakan, maka semakin besar Kerugian tegangan atau Tegangan jatuh yang terjadi.
Besar arus
Semakin besar arus listrik yang mengalir pada penghantar, maka semakin besar Kerugian tegangan atau Tegangan jatuh yang terjadi.
Tahanan jenis (Rho)
Semakin besar tahanan jenis dari bahan penghantar yang digunakan, maka semakin besar Kerugian tegangan atau Tegangan jatuh yang terjadi.
Tahanan Jenis (Rho) beberapa jenis bahan penghantar
Besar kecilnya tahanan jenis penghantar tergantung pada bahan penghantar yang digunakan.
Luas Penampang penghantar.
Semakin besar ukuran luas penampang penghantar yang digunakan, maka semakin kecil Kerugian tegangan atau Tegangan jatuh yang terjadi.
Baca juga: Kenapa Jaringan Transmisi dan Distribusi memiliki Tegangan yang sangat Tinggi?
Rumus menghitung Kerugian Tegangan (Drop Voltage)
Rumus untuk menghitung besarnya kerugian tegangan atau tegangan jatuh (Drop Voltage) pada instalasi listrik 3 phase.
Vr = (√3 x ρ x L x I x Cos phi) : A
Vr: Tegangan jatuh (Drop Voltage)
ρ: Tahanan jenis (rho)
L: Panjang kabel penghantar
I: Besar Arus
Cos phi: Faktor daya
A: Luas Penampang
Contoh Perhitungan Kerugian tegangan (Drop Voltage) pada suatu instalasi listrik 3 phase
Suatu Pembangkit listrik dengan tegangan sebesar 380 Volt, Cos phi 0,80, dialirkan menggunakan Kabel tembaga ukuran 95mm² sepanjang 500 meter untuk menyuplai berbagai peralatan listrik dengan beban arus sebesar 200 Ampere.
Berapa besar kerugian tegangan (Tegangan Drop) pada ujung kabel tersebut?
Vr: Rugi tegangan atau Tegangan jatuh (Drop Voltage)
ρ: Tahanan jenis Kabel bahan Tembaga 0,0000000172 Ohm.mm²/Meter
L: Panjang kabel penghantar (500 Meter)
I: Besar Arus (200 Ampere)
Cos phi: Faktor daya (0,80)
A: Luas Penampang (95 mm² atau 0,000095 m²)
Vr = (√3 x ρ x L x I x Cos phi) : A
Vr = (1,732 x 0,0000000172 Ωmm²/m x 500m x 200Amp x 0,80) : 0,000095 m²
Vr = 0,002383232 : 0,000095 m²
Vr = 25,08 Volt
Rugi Tegangan
Kerugian Tegangan (Drop Voltage) pada ujung kabel instalasi listrik tersebut adalah sebesar: 25,08Volt.
Besar Tegangan Akhir
Maka, Besar tegangan listrik yang sampai pada ujung kabel penghantar adalah sebesar:
380 Volt - 25,08 Volt = 354,92 Volt.
Persentase rugi tegangan
Persentase Rugi tegangan: (25,08 Volt : 380 Volt) x 100%
Persentase Rugi tegangan: 6,6 %
Kesimpulan:
Untuk meminimalkan Kerugian tegangan yang terjadi pada penghantar listrik, dapat dilakukan dengan cara memperbesar ukuran Kabel penghantar yang digunakan.
Semoga bermanfaat!
Prinsip kerja Penangkal Petir atau Lightning Protection dan cara pemasangannya
Fungsi Sistem Penangkal petir atau Lightning Protection, bagaimana prinsip kerjanya serta cara pemasangannya.
Penangkal petir sering disebut juga dengan Anti petir atau dalam bahasa inggris dikenal dengan nama Lightning Protection.
Apa fungsi Lightning Protection?
Bagaimana cara kerja penangkal petir?
Bagaimana Pemasangan Penangkal petir yang benar?
Penangkal Petir (Lightning Protection)
Penangkal petir atau Lightning Protection adalah suatu Alat atau sistem rangkaian yang berfungsi untuk menangkap sambaran petir dan mengalirkannya ke Bumi.
Penangkal petir atau disebut dengan Lightning Protection dipasang berfungsi sebagai cara untuk meminimalkan atau mencegah resiko bahaya serta kerusakan yang dapat terjadi ketika Petir dengan kekuatan listrik yang sangat besar menyambar ke bumi.
Sambaran petir dapat menyambar gedung-gedung yang tinggi, bangunan, kabel jaringan listrik, Instalasi listrik di rumah, maupun alat-alat listrik serta alat elektronik yang ada didalam bangunan tersebut. Dampak petir terhadap instalasi listrik
Petir
Petir adalah: fenomena alam yang biasa terjadi saat akan turun hujan, dan dapat menghasilkan energi listrik dengan tegangan yang sangat besar.
Energi listrik yang dihasilkan Petir ini terjadi karena adanya pergeseran awan sehingga menyebabkan terjadinya gesekan antara dua jenis lempengan yang memiliki muatan yang berbeda, baik itu lempengan awan dengan awan maupun gesekan antara Lempengan awan dengan bumi.
2 Jenis Sambaran Petir
Sambaran Petir ke bumi dibagi menjadi dua jenis, yaitu sambaran petir langsung maupun tidak langsung.
Sambaran petir langsung adalah saat petir menyambar ke bumi langsung mengenai berbagai benda yang ada dibumi, seperti gedung, kabel, jaringan listrik dan sebagainya, Sambaran petir langsung ini memiliki dampak bahaya atau kerusakan yang sangat fatal.
Untuk mencegah bahaya dari sambaran petir langsung ini, maka setiap bangunan, gedung, pabrik dan lainnya dipasang tiang anti petir atau biasa disebut dengan Lightning Protection, yang pemasangannya dibuat lebih tinggi dari bangunan yang ada.
Sambaran petir tidak langsung adalah saat petir menyambar ke bumi, dan sambarannya tidak langsung mengenai benda-benda yang ada dibumi, namun efek dari sambaran petir tidak langsung ini menghasilkan induksi listrik yang dapat mengalir melalui kabel-kabel jaringan listrik, dan menyebabkan tegangan listrik yang mengaliri jaringan tersebut menjadi meningkat atau melonjak sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada peralatan listrik dan alat elektronik.
Untuk mencegah kerusakan berbagai peralatan listrik dan elektronik akibat lonjakan tegangan dari sambaran petir tidak langsung, maka setiap instalasi listrik dan peralatan listrik perlu dilengkapi dengan alat pengaman kejutan listrik atau disebut dengan Surge Arrester.
Prinsip kerja Penangkal petir (Lightning Protection)
Penangkal Petir atau Lightning Protection berfungsi untuk menangkap sambaran petir langsung yang menyambar ke bumi dan kemudian mengalirkan energi listrik dari sambaran petir tersebut menuju Bumi.
Oleh karena itu, untuk mendapatkan sistem penangkal petir atau Lightning Protection yang baik, maka sistem pentanahan harus dipastikan terpasang dengan baik dengan nilai tahanan lebih kecil dari 2 Ohm (<2Ω)
Sebenarnya istilah yang lebih tepat untuk menyebutkan alat ini adalah Penangkap Petir bukan Penangkal, karena prinsip kerjanya adalah menangkap sambaran petir dan kemudian mengalirkannya menuju Bumi untuk dinetralisir.
Pemasangan Penangkal Petir (Lightning Protection)
Komponen-komponen pemasangan Anti petir (Lightning Protection).
Untuk memasang sistem penangkal petir dibutuhkan beberapa komponen atau material, antara lain:
Head Terminal (Penangkal Petir)
Head Terminal dari penangkal petir dipasang diatas tiang atau tower penangkal petir sebagai alat untuk menangkap sambaran petir.
Bagian Head dipasang pada lokasi dan jarak yang disesuaikan dengan radius Penangkal petir yang digunakan, dengan tujuan agar seluruh bangunan yang ada dapat terlindungi dengan baik.
Sebagai contoh: jika menggunakan penangkal petir Thomas TP 125, maka radiusnya dapat mencapai 125 meter.
Ketinggian pemasangan Head dari atas bangunan disesuaikan dengan sudut kemiringan dari puncak Head penangkal petir sebesar 45 derajat, agar perlindungan dapat mencakup seluruh area bangunan yang ada.
Kabel penyalur ke bumi (Kabel BC 50mm2)
Kabel BC (Bore Copper) 50mm2 dipasang untuk menghubungkan Head Penangkal petir dan dialirkan ke bumi melalu grounding rod.
Panjang kabel disesuaikan dengan jarak ketinggian dari Head Terminal menuju Bumi (Grounding).
Grounding Rod (Pentanahan)
Grounding rod adalah sejenis tembaga batangan yang ditanam di dalam tanah untuk mendapatkan sistem pentanahan yang baik dengan nilai tahanan <2ohm.
Pemasangan sistem pentanahan (Grounding)
Kedalaman pemasangan Grounding Rod didalam tanah disesuaikan dengan nilai tahanan Grounding yang didapat, jika Grounding rod sudah ditanam dengan kedalaman yang cukup dalam namun nilai tahanan masih lebih dari 2 Ohm, maka dapat dilakukan penambahan beberapa titik Grounding Rod dengan dihubungkan secara Paralel hingga didapat tahanan yang baik, yakni <2ohm.
Cara pengukuran tahanan Grounding
Nilai tahanan atau Grounding yang baik menjadi faktor utama Keberhasilan dari penangkal petir yang dipasang.
Label:
berita harian viral,
berita paling viral,
berita viral 2017,
berita viral artis,
berita viral hari ini,
berita viral hot,
berita viral indonesia,
berita viral terbaru,
berita viral terkini
Menghitung Total Daya Reaktif (KVAr)
Cara Sederhana Menghitung Total daya Reaktif yang dihasilkan dari berbagai peralatan listrik pada instalasi listrik 3 fasa
Bagaimana cara menghitung Total Daya reaktif?
Seperti misalnya, Pada Tarif dasar Listrik untuk industri, ada biaya yang dikenakan untuk kelebihan pemakaian Daya reaktif (KVArh), lalu bagaimana cara mengetahui besar Daya reaktif yang dihasilkan?
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui seberapa besar daya Reaktif yang dihasilkan dari berbagai peralatan listrik yang kita gunakan dalam instalasi listrik 3 fasa.
Khususnya di dunia Industri, yang umumnya menggunakan Listrik 3 fasa dengan tegangan 380Volt, Besarnya Daya Reaktif harus diketahui dan selanjutnya dilakukan perbaikan untuk mengurangi besar Total Daya reaktif yang terjadi.
Baca juga: Cara menghitung Biaya tagihan Listrik untuk Industri
Daya Reaktif adalah Daya yang dihasilkan dari berbagai peralatan listrik yang menghasilkan induksi magnetik dan menghasilkan Daya harmonik.
Daya Reaktif sering juga disebut dengan Kerugian Daya.
Berbagai peralatan listrik yang menghasilkan Daya reaktif, antara lain:
Elektro Motor
Trafo Las
Inverter
Lampu mercury non Ballast
UPS
Dan lainnya
Semakin Banyak penggunaan peralatan listrik yang menghasilkan daya Harmonik, akan semakin besar daya reaktif yang dihasilkan, Hal ini akan menyebabkan semakin rendahnya faktor daya (Cosphi) pada instalasi listrik tersebut.
Ada 3 macam Daya pada instalasi listrik 3fasa, yaitu:
Daya Semu (KVA)
Daya Aktif (KW)
Daya Reaktif (KVAr)
Penjelasan mengenai 3 jenis Daya
Besarnya daya reaktif akan menentukan seberapa besar daya Aktif yang dihasilkan, semakin besar daya reaktif akan menyebabkan Daya Aktif yang dihasilkan semakin kecil dibandingkan dengan Daya Semu.
Faktor Daya (Cosphi) adalah Perbandingan Besar daya Aktif (KW) dengan Daya Semu (KVA)
Perbandingan antara besar Daya Aktif dengan Daya semu inilah yang disebut dengan faktor daya (Cosphi).
Kondisi yang terbaik adalah Jika Daya reaktif pada instalasi listrik adalah 0 KVAr, maka faktor dayanya adalah 1, sehingga besar daya Aktif adalah sama dengan Daya Semu.
Namun tentunya hal ini tidak mungkin terjadi, karena berbagai peralatan listrik yang digunakan pada instalasi listrik 3 fasa akan menghasilkan Daya harmonik dan tentunya menimbulkan Daya reaktif.
Namun, sebisa mungkin Daya reaktif yang dihasilkan harus diminimalkan, untuk mendapatkan faktor daya (Cosphi) minimal lebih besar dari 0,85.
Cosphi >0,85
Seperti halnya jika suatu industri menggunakan Listrik dari PLN, semakin rendah faktor daya maka akan semakin besar tagihan listrik yang harus dibayar oleh pihak industri tersebut kepada PLN.
Oleh karena itulah Pihak PLN hanya akan mengenakan biaya kelebihan Daya Reaktif (KVArh) jika faktor daya (Cosphi) instalasi listrik suatu Industri lebih kecil dari 0,85.
Untuk menghindari biaya listrik industri yang semakin melonjak, maka faktor daya listrik suatu industri harus diperbaiki dan diharapkan lebih besar dari 0,85.
Cara untuk memperbaiki faktor daya tersebut adalah dengan memasang Capasitor Bank pada instalasi listrik tersebut. Cara memasang Capasitor Bank pada listrik 3fasa
Namun untuk melakukan perbaikan faktor daya, terlebih dahulu kita harus mengetahui seberapa besar Daya reaktif yang dihasilkan.
Cara menghitung kebutuhan Capasitor Bank pada listrik 3 fasa
Bagaimana Cara menghitung Total Daya Reaktif yang dihasilkan pada suatu Instalasi listrik 3 fasa?
Untuk mengetahui seberapa besar Daya Reaktif, kita dapat menggunakan cara sederhana perhitungan Daya Reaktif Berikut ini:
Rumus Sederhana menghitung Total Daya reaktif suatu Instalasi listrik 3 fasa
Rumus menghitung Daya Reaktif:
Q = √S² - P²
Q: Daya Reaktif (KVAr)
S: Daya Semu (KVA)
P: Daya Aktif (KW)
Untuk lebih jelasnya, kita akan coba membuat contoh perhitungan Daya Reaktif suatu instalasi listrik 3 phase.
Contoh Perhitungan Total daya Reaktif
Sebuah Pabrik yang menggunakan instalasi listrik 3 phase untuk mengoperasikan berbagai peralatan listrik dan mesin produksinya.
Listrik yang digunakan pada Pabrik tersebut berasal dari Listrik PLN, dengan daya terpasang sebesar 250KVA, tegangan 380Volt, Faktor Daya (Cosphi) sebesar 0,80 (Pengukuran Faktor Daya (Cosphi) dilakukan Saat pabrik tersebut beroperasi dengan beban puncak).
Diketahui:
S = 250KVA
P = 250KVA x 0,80 =200KW
Berapa Daya Reaktif instalasi listrik Tersebut?
Q = √S² - P²
Q = √250² - 200²
Q = √62.500 - 40.000
Q = √22.500
Q = 150KVAr
Dari perhitungan diatas didapat bahwa pada suatu instalasi listrik 3fasa dengan Daya terpasang sebesar 250KVA, Faktor Daya 0,80, Daya Reaktif sebesar 150KVAr.
Perbaikan Faktor Daya
Karena Faktor Daya yang ingin dicapai adalah harus lebih besar dari 0,85, agar kualitas daya menjadi lebih baik dan menghindari biaya tambahan tagihan listrik yang disebabkan dari kerugian daya tersebut, maka solusinya adalah memasang Kapasitor Bank pada Instalasi listrik Pabrik tersebut.
Berapa kebutuhan KVAr Capasitor Bank yang harus dipasang agar faktor daya yang sebelumnya hanya 0,80 dapat diperbaiki menjadi 0,90?
Rumus menghitung kebutuhan Capasitor Bank
Qc = Q1 - Q2
Qc = Daya Reaktif Kapasitor Bank yang dibutuhkan
Q1 = Daya Reaktif sebelum perbaikan
Q2 = Daya Reaktif yang ingin dicapai
Setelah kita mengetahui besar Daya Reaktif (Q1) yang dihasilkan adalah 150KVAr, selanjutnya untuk melakukan perbaikan Faktor Daya dari yang sebelumnya hanya 0,80, dan ingin kita perbaiki menjadi 0,90. kita harus melakukan perhitungan Daya reaktif (Q2) jika Faktor Dayanya menjadi 0,90.
Menghitung Daya Reaktif yang ingin dicapai (Q2)
Diketahui:
P = 200KW
Cosphi yang ingin dicapai adalah 0,90
Maka S = 200KW : 0,90
S = 222,22 KVA
Berapa Daya Reaktif jika Cosphi diperbaiki menjadi 0,90?
Q = √S² - P²
Q = √222,22² - 200²
Q = √49.381,7 - 40.000
Q = √9.381,7
Q = 96,85KVAr
Maka, dapat dihitung Kebutuhan Capasitor Bank untuk memperbaiki faktor daya yang sebelumnya 0,80 menjadi 0,90 adalah:
Qc = Q1 - Q2
Qc = 150KVAr - 96,85KVAr
Qc = 53,15KVAr
Setelah kita lakukan perhitungan didapat bahwa untuk memperbaiki Faktor Daya yang sebelumnya 0,80 menjadi 0,90 pada instalasi listrik pabrik tersebut, dibutuhkan Kapasitor Bank sebesar 53,15KVAr.
Selanjutnya, untuk memperbaikinya kita dapat memasang Capasitor Bank yang nilainya sesuai dengan Total Daya Reaktif tersebut.
Semoga bermanfaat!
Kabel listrik dirumah menyala semua saat di testpen, kenapa?
Kabel di rumah positif dan negatif di cek pakai tespen nyala dua-dua-nya. kenapa ya?
Apakah anda pernah mengalami, saat terjadi kerusakan listrik dirumah kemudian anda mencoba memeriksanya dengan menggunakan testpen, kabel positif dan negatifnya kedua-duanya menyala saat ditestpen, kenapa?
Padahal seharusnya saat kita memeriksa kabel listrik dirumah dengan menggunakan testpen, saat kabel positif di testpen maka testpen akan menyala, dan jika kabel netral (Negatif) ditest maka testpen tidak menyala.
Baca juga: Cara menggunakan Testpen yang benar dan Aman
Lalu, apa yang menyebabkan kabel fase (Positif) dan kabel netral (Negatif) instalasi listrik dirumah kedua-duanya menyala saat ditespen?
Untuk menjawab kebingungan anda, maka kali ini kita akan coba berbagi mengenai beberapa penyebab dan solusinya saat kejadian tersebut anda alami.
Penyebab kedua kabel listrik di rumah menyala saat di testpen, dan solusinya
Kabel Netral (Negatif) terputus
Jika anda memeriksa kabel fase (positif) dan kabel netral (Negatif) melalui salah satu lubang stop kontak dengan menggunakan testpen, dan kedua-duanya menyala, ini berarti bahwa kabel netral yang menuju stopkontak tersebut lepas atau terputus.
Baca juga: Tips memilih Stop kontak yang bagus dan aman
Saat kabel netral terputus, maka listrik dari kabel fase akan mengalir melalui peralatan listrik yang terpasang menuju kabel netral yang terputus, atau bisa juga listrik dari kabel fase mengalir melalui induksi menuju kabel netral.
Solusinya:
Jika hanya salah satu stop kontak yang mengalami hal ini, ini berarti kabel netral (Negatif) yang menuju stop kontak tersebut terputus, maka periksa sambungan dan kondisi kabel netral yang menuju stop kontak tersebut, dan pastikan kabel netral tersambung dengan baik.
Jika semua stopkontak yang ada dirumah mengalami hal yang sama yaitu kabel kedua-duanya menyala saat di testpen, ini berarti kabel netral dari sumber listrik yang terputus, maka periksa kondisi sambungan dan kabel netral dari sumber listrik, dan pastikan kabel netral dari sumber tersambung dengan baik menuju instalasi listrik di rumah.
Baca juga: Sudah Amankah Instalasi listrik di rumah anda?
Kabel yang tersambung pada MCB, Kabel Netral
Seharusnya kabel yang tersambung pada MCB adalah kabel fasa (Positif)
Jika kabel yang tersambung adalah kabel netral, maka saat MCB dimatikan, maka aliran kabel netral ke instalasi listrik di rumah anda akan terputus, dan hal ini akan menyebabkan kabel fase (Positif) mengalir ke kabel netral (Negatif) melalui berbagai peralatan listrik yang terpasang di rumah anda.
Dan akibatnya saat MCB anda matikan (Off), kemudian anda memeriksa kabel dengan menggunakan testpen, maka baik kabel fase (Positif) dan kabel netral (negatif) di rumah anda akan menyala saat ditestpen.
Solusinya:
Pastikan kabel yang terpasang pada MCB adalah Kabel Fase (Positif), hal ini juga bertujuan untuk keselamatan, saat MCB dimatikan (Off) maka tidak ada lagi tegangan listrik dari kabel fase (Positif) yang mengalir ke seluruh kabel instalasi listrik.
Baca juga: Bahan instalasi listrik yang aman dan cara memasangnya
Kabel yang tersambung ke saklar, kabel Netral
Seharusnya Kabel yang terpasang pada saklar adalah Kabel Fasa (Positif).
Jika kejadian ini terjadi pada saat anda memeriksa fiting lampu, dan saat anda memeriksa kedua terminal yang ada pada fiting tersebut dengan menggunakan testpen, dan testpen menyala pada kedua terminal fiting lampu.
Kemungkinan kabel netral yang menuju fiting lampu tidak tersambung (Terputus), atau bisa juga karena kabel yang terpasang pada saklar tersebut adalah kabel netral.
Solusinya:
Sebelum anda memeriksa fiting lampu dengan menggunakan testpen, posisikan saklar lampu tersebut pada posisi Off, kemudian periksa terminal pada fiting lampu tersebut.
Jika testpen menyala pada kedua terminal fiting lampu tersebut, penyebabnya adalah kabel yang terpasang pada Saklar adalah kabel netral, perbaiki kabel yang terpasang pada saklar tersebut dan pastikan bahwa kabel fase yang terpasang pada saklar bukan kabel netral.
Jika pada posisi saklar off, dan anda periksa kedua terminal fiting dan testpen tidak menyala pada keduanya, berarti kabel yang terpasang pada saklar sudah benar yaitu kabel fasa.
Kemudian coba nyalakan saklar lampu tersebut, kemudian periksa lagi terminal fitingnya dengan menggunakan testpen, jika testpen menyala pada kedua-dua terminal fiting, ini berarti kabel netral yang menuju fiting tersebut terputus, periksa sambungan dan kabel netral yang menuju fiting tersebut dan pastikan tersambung dengan benar.
Semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmu
Kipas Angin adalah suatu peralatan yang dapat menghembuskan angin dengan cara perputaran baling-baling yang digerakkan oleh suatu motor penggerak (tenaga listrik).
Secara umum ada beberapa fungsi Kipas Angin, antara lain:
Untuk menghembuskan udara (angin) yang lebih dingin
Untuk menyegarkan udara
Untuk Mengeluarkan atau membuang udara dari suatu ruangan (Ventilasi)
Untuk mengeringkan
Mengingat fungsi dari Kipas angin yang beraneka ragam, Tak heran kita dapat menjumpai berbagai jenis kipas angin yang dijual dipasaran.
Kipas angin juga dapat kita temui di pasaran dalam berbagai jenis, ukuran, model dan kapasitas, selain itu Kipas Angin juga memiliki berbagai jenis dilihat dari bentuk dan tempat pemasangannya.
Mengenal Berbagai Jenis Kipas Angin
1. Kipas Angin Meja (Desk and table Fan)
Kipas Angin Meja (Desk Fan / Table Fan) adalah Kipas Angin berukuran kecil yang biasa diletakkan diatas meja, dan dapat dipindah-pindahkan (Portable) sesuai kebutuhan anda.
2. Kipas Angin Duduk (Floor Fan)
Kipas Angin duduk (Floor Fan) adalah Kipas angin yang memiliki ukuran lebih besar dibanding Kipas angin meja (Desk Fan / Table Fan), dan penggunaannya biasa diletakkan diatas lantai, oleh karena itu kipas angin duduk biasa juga disebut dengan Floor Fan.
Kipas Angin duduk memiliki bentuk yang tidak terlalu tinggi dan tidak dilengkapi penyangga seperti yang biasa ada pada kipas angin berdiri (Standing Fan), dengan bentuk yang simpel dan dapat dipindah-pindah (Portabel) menjadikan kipas angin ini banyak digunakan.
3. Kipas Angin berdiri (Standing Fan)
Seperti namanya Kipas Angin ini penggunaannya dipasang berdiri di atas lantai, Kipas Angin ini dilengkapi dengan tiang penyangga untuk menopang Kipas Angin tersebut.
Kipas Angin jenis ini dapat diatur ketinggiannya sesuai dengan kebutuhan, serta kipas angin ini juga dapat dipindah-pindahkan (Portabel).
4. Kipas Angin dinding (Wall Fan)
Kipas Angin dinding (Wall fan) adalah jenis Kipas angin yang memiliki ukuran dan bentuk yang hampir sama dengan kipas duduk, namun kelebihan dari kipas angin dinding adalah dapat digunakan dengan cara ditempel atau digantung di dinding.
Karena penggunaan kipas angin ini dapat dipasang di dinding, sehingga lebih simpel dan tidak menyebabkan ruangan menjadi sempit (hemat tempat), dan banyak yang lebih memilih penggunaan kipas angin ini dibanding kipas angin meja atau kipas angin duduk.
Kipas Angin ini masih tergolong Portabel (dapat dipindah-pindah), meski pemasangannya harus tetap terpasang pada dinding.
5. Kipas Angin Langit-langit (Ceiling Fan)
Kipas angin Langit-langit (Ceiling Fan) adalah jenis Kipas angin yang memiliki konstruksi yang berbeda dibanding kipas angin lainnya.
Kipas angin ini biasanya memiliki baling-baling yang lebih besar dan terbuka (Tanpa penutup), sehingga angin yang dihasilkan lebih kuat dan menyebar.
Kipas Angin ini terpasang pada satu tempat yaitu pada langit-langit ruangan, dan tidak dapat dipindah-pindah (tidak portabel), sehingga umumnya kipas angin ini terpasang pada langit-langit suatu ruangan yang berukuran cukup luas.
6. Kipas Angin Multi-fungsi
Seperti namanya Kipas angin ini memiliki berbagai fungsi dan cara pemasangan, dapat dipasang di dinding, di letakkan di lantai dengan penyangga atau diletakkan tanpa penyangga atau di dudukkan.
Kipas angin jenis ini adalah penggabungan antara Kipas angin duduk (Floor Fan), Kipas angin berdiri (Standing Fan) dan kipas angin dinding (Wall Fan).
7. Kipas Angin mini Portable
Seiring dengan berbagai kebutuhan penggunaan kipas angin, belakangan ini mulai banyak dijumpai dipasaran jenis kipas angin mini portabel.
Kipas angin jenis ini menggunakan listrik dari batere yang dapat di isi ulang (Re-charging), sehingga lebih hemat listrik.
Kipas angin jenis ini digunakan untuk perorangan, dengan ukuran mini dan dapat dibawa kemana-mana.
8. Exhaust Fan
Exhaust Fan adalah jenis kipas angin yang terpasang di dalam tembok atau dinding, dan memiliki dua fungsi, untuk menghembuskan udara dari dalam ruangan keluar, atau sebaliknya untuk menghembuskan udara luar ke dalam, sehingga kipas angin ini umumnya dilengkapi dengan dua arah putaran.
9. Air Cooler
Air Cooler sering disebut dengan istilah AC Portabel, karena kipas angin jenis Air cooler ini memiliki hasil hembusan angin yang cukup dingin hampir menyerupai AC, dan memiliki kelebihan yakni Kipas angin Air cooler dapat dipindah-pindah (portabel).
Hembusan angin yang dihasilkan Air Cooler lebih sejuk jika dibandingkan dengan kipas angin lainnya, karena Air cooler dilengkapi dengan Tabung yang dapat diisi dengan air dingin, dan saat kipas angin Air cooler dinyalakan akan menghembuskan angin bercampur dengan semburan air dingin dari tabung tersebut.
Semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmu
Label:
berita harian viral,
berita paling viral,
berita viral artis,
berita viral hari ini,
berita viral hot,
berita viral indonesia,
berita viral terbaru,
berita viral terkini
TIPS Memilih KULKAS yang Bagus, Awet dan sesuai dengan kebutuhan anda
Panduan bagi anda dalam memilih kulkas yang Bagus, Awet, Hemat Listrik serta sesuai dengan kebutuhan anda dan Keluarga.
Apa saja yang harus diperhatikan saat hendak membeli kulkas?
Bagaimana cara memilih Kulkas yang bagus dan serba guna?
Apa saja Tips dalam memilih Kulkas yang bagus dan tahan lama?
Kulkas yang bagus itu, kulkas yang bagaimana?
Sebelum anda menentukan pilihan dan membeli sebuah Kulkas, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan agar Kulkas yang anda beli sesuai dengan yang anda inginkan, dan tidak mengecewakan.
TIPS Memilih Kulkas
Berikut ini beberapa Tips yang dapat anda jadikan sebagai tambahan informasi, dalam memilih dan menentukan Kulkas yang bagaimana yang akan anda beli.
1. Fungsi Kulkas
Sebelum memilih dan membeli Kulkas, hal yang pertama yang perlu anda perhatikan adalah,
Apa fungsi Kulkas tersebut bagi anda?
Tentu masing-masing orang membeli kulkas dengan tujuan atau kebutuhan yang berbeda-beda, Ada yang membeli kulkas untuk dijadikan usaha sampingan membuat es, ada yang membeli kulkas sebatas untuk tempat menyimpan berbagai bahan makanan sehari-hari, ada juga yang membeli kulkas untuk kedua-duanya, untuk usaha sekaligus sebagai tempat menyimpan berbagai bahan makanan.
Karena perbedaan kebutuhan tersebut, Produsen Kulkas juga menyediakan berbagai pilihan model dan desain Kulkas, yang disesuaikan dengan Kebutuhan Konsumennya.
Kulkas Freezer
Kulkas Freezer memang didesain khusus untuk membekukan berbagai bahan makanan dan Minuman, Kulkas jenis ini banyak digunakan terutama untuk yang memiliki usaha sampingan berjualan Es, Membekukan bahan dagangan dan sebagainya.
Kulkas tanpa Freezer
Kulkas Tanpa Freezer memang didesain hanya untuk menyimpan dan mendinginkan bahan makanan dan minuman, dan tidak untuk membekukan, Kulkas jenis ini umumnya Kulkas yang berukuran Mini dan banyak digunakan oleh orang-orang yang belum berumah tangga.
Kulkas Top Freezer (Fridge)
Kulkas Fridge (Top Freezer) didesain untuk digunakan sebagai tempat menyimpan dan mendinginkan berbagai bahan makanan dan minuman, serta memiliki Rak di bagian atas yang berfungsi untuk membekukan bahan makanan dan minuman.
Kulkas Top Freezer ini yang paling umum digunakan untuk keperluan anda dan keluarga di rumah.
Dari ketiga jenis kulkas ini, anda bisa menentukan Kulkas yang mana yang sesuai dengan kebutuhan anda.
Langganan:
Postingan (Atom)














