Tampilkan postingan dengan label berita viral dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita viral dunia. Tampilkan semua postingan
Kamis, 17 Agustus 2017
Cara Memasang Fotocell (sensor cahaya) yang benar pada lampu penerangan
Beberapa petunjuk cara Pemasangan lampu penerangan otomatis dengan sensor cahaya (Fotocell).
Saat kita memasang lampu penerangan untuk menerangi taman, teras, jalan, dan area luar ruangan lainnya, kita tentu merasa terganggu jika harus keluar rumah hanya sekedar untuk menyalakan lampu tersebut di malam hari dan memadamkannya saat cahaya sudah terang di pagi hari.
Sebenarnya anda tidak perlu direpotkan dengan hal tersebut, karena anda dapat membuat lampu tersebut bekerja secara otomatis, lampu akan menyala di malam hari atau jika cahaya di luar sudah mulai gelap, serta lampu akan padam dengan sendirinya saat pagi hari cahaya diluar sudah mulai terang.
Bagaimana caranya agar Lampu penerangan dapat menyala dan padam secara otomatis?
Lampu otomatis dengan Fotocell
Caranya sederhana, yaitu dengan membuat rangkaian lampu otomatis, cukup dengan memasang rangkaian sederhana dengan menggunakan sensor cahaya yang disebut dengan Photo Controls atau Fotocell.
Photo controls (Fotocell) adalah sebuah alat elektronik yang bekerja berdasarkan sensor intensitas cahaya yang diterimanya.
Baca juga: Apa yang dimaksud dengan Fotocell dan LDR?
Saat Photo controls (Fotocell) tersebut terkena cahaya yang cukup terang, maka secara otomatis alat tersebut akan memutuskan sumber listrik yang menuju lampu penerangan, sehingga lampu akan padam dengan sendirinya.
Saat Photo controls (Fotocell) tersebut mendapatkan cahaya gelap (Kurang terang), maka secara otomatis alat tersebut akan terhubung dan mengalirkan sumber listrik yang menuju lampu penerangan, sehingga lampu akan menyala dengan sendirinya.
Fotocell pengganti Saklar
Jika sebelumnya lampu penerangan yang berada diluar ruangan menggunakan saklar manual untuk menyalakan dan memadamkan lampu tersebut, dengan memasang Photo control (Fotocell) Saklar tersebut tidak perlu dipasang lagi.
Photo Controls (Fotocell) dapat juga dikatakan sebagai saklar otomatis, menggantikan saklar manual yang sebelumnya terpasang.
Cara Menyambung Kabel FotoCell
Bagaimana rangkaian pemasangan Photo controls (Fotocell) untuk lampu penerangan?
Photo control (Fotocell) dipasangkan pada rangkaian kabel sumber listrik yang menuju lampu, Biasanya terdapat 3 kabel keluaran pada Photo Controls (Fotocell) tersebut.
1. Kabel berwarna Hitam
Kabel warna Hitam disambungkan pada kabel fase yang berasal langsung dari sumber listrik.
2. Kabel berwarna Putih
Kabel warna Putih disambungkan pada kabel Netral yang berasal langsung dari sumber listrik.
3. Kabel berwarna Merah
Kabel warna Merah disambungkan pada Kabel lampu penerangan.
Untuk lebih jelasnya mengenai rangkaian cara penyambungan kabel photo controls (Fotocell) pada lampu penerangan, dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Setelah kita mengetahui, bagaimana cara membuat lampu otomatis dengan menggunakan sensor cahaya, serta mengetahui bagaimana cara menyambung kabel-kabelnya, selanjutnya yang juga perlu kita ketahui bagaimana posisi pemasangan Photo control (Fotocell) yang benar.
Karena meskipun kita sudah menggunakan Photo controls (Fotocell) pada lampu penerangan tersebut, serta kita sudah menyambung kabelnya dengan benar, namun posisi pemasangan Photo controls (Fotocell) tidak tepat, maka lampu tidak dapat bekerja secara otomatis sesuai dengan keinginan kita.
Posisi Pemasangan Photo controls (Fotocell) yang benar
Beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk memastikan posisi pemasangan Photo controls (Fotocell) yang benar, antara lain:
Pasang Photo controls (Fotocell) pada posisi yang terkena cahaya matahari langsung.
Pastikan tidak ada benda lain yang menutupi Photo controls (Fotocell), sehingga dapat menghalangi cahaya matahari. (jangan memasang Photo controls (Fotocell) di bawah pohon, atap, atau benda lainnya)
Pasang Photo controls (Fotocell) pada posisi yang terhindar dari cahaya lampu. (Jangan memasang Photo controls (Fotocell) dibawah lampu atau disamping lampu).
Pastikan posisi pemasangan Photocontrol (fotocell) sudah benar atau tidak terbalik.
Photo controls (Fotocell) sudah dirancang sedemikian rupa agar dapat terhindar dari masuknya air (Kedap air), namun jika pemasangannya terbalik, dapat menyebabkan air masuk kedalam sensor tersebut dan mengakibatkan sensor rusak (short circuit).
Dengan menggunakan sensor cahaya untuk lampu penerangan, anda tidak perlu repot lagi keluar rumah untuk menyalakan atau memadamkan lampu tersebut, karena Lampu tersebut sudah bekerja secara otomatis.
Semoga bermanfaat!
Label:
berita harian viral,
berita paling viral,
berita viral artis,
berita viral dunia,
berita viral hari ini,
berita viral indonesia,
berita viral terbaru,
berita viral terkini
Berbagai bahan Instalasi listrik yang bagus dan aman serta cara memasangnya
Apa saja Bahan yang dibutuhkan untuk pemasangan instalasi listrik yang baik dan aman?
Untuk memasang instalasi listrik di rumah yang baik dan aman, tentunya dibutuhkan berbagai bahan atau peralatan listrik yang tepat, serta cara memasang yang benar.
Ada beberapa bahan atau material untuk pemasangan instalasi listrik di rumah yang perlu kita ketahui, dan tentunya harus yang sesuai baik dari sisi keselamatan dan kehandalannya.
Bahan-bahan instalasi listrik yang biasa kita gunakan, antara lain: MCB, ELCB, Kabel, Saklar, Colokan (Stop kontak), sekring, dan lainnya.
Namun, dengan hanya mengetahui beberapa bahan atau Alat-alat listrik untuk pemasangan instalasi listrik di rumah tidaklah cukup, tentunya kita harus mengetahui juga apa fungsi dari alat-alat listrik tersebut, dan bagaimana cara pemasangan yang benar dan aman.
Sudah amankah Instalasi Listrik di rumah anda?
Oleh karena itu,kali ini kita akan berbagi mengenai apa saja bahan atau material yang diperlukan untuk pemasangan instalasi listrik yang baik dan Aman, serta cara memasangnya.
Berbagai Bahan Instalasi Listrik dan cara memasang yang benar dan aman
1. Kabel
Kabel adalah salah satu bahan utama untuk pemasangan Instalasi listrik di rumah.
Kabel berfungsi sebagai penghantar listrik, untuk mengalirkan listrik dari sumber listrik menuju berbagai peralatan listrik lainnya yang ada di dalam suatu instalasi listrik dirumah.
Terdapat berbagai jenis bahan yang digunakan untuk penghantar Listrik, Namun bahan penghantar atau Kabel yang baik untuk menghantarkan Listrik adalah kabel dengan bahan Tembaga, karena memiliki daya hantar yang bagus dan tahanan jenis yang kecil.
Jenis-jenis bahan penghantar listrik dan tahanan jenisnya (Rho).
Setelah kita memilih kabel yang berbahan tembaga, selanjutnya kita juga harus memilih jenis kabel yang sesuai dan aman untuk digunakan pada Instalasi listrik dirumah.
Mengenal jenis-jenis kabel dan kegunaannya.
Ada beberapa jenis Kabel tembaga yang biasa dipakai untuk instalasi listrik di rumah, antara lain:
Kabel NYA
Kabel NYA biasanya dipasang didalam Pipa PVC.
Kenapa kabel NYA harus dipasang didalam pipa?
Kabel jenis NYA hanya memiliki satu lapisan isolasi yang melindungi inti tembaga di dalamnya, sehingga dibutuhkan pelindung tambahan yaitu Pipa.
Selain itu Kabel NYA adalah jenis Kabel tunggal, untuk pemasangan suatu instalasi listrik di rumah, memerlukan lebih dari satu kabel NYA, sehingga perlu dimasukkan didalam Pipa untuk menyatukan kabel-kabel tersebut dan tampak lebih rapi.
Kabel NYM
Penggunaan Kabel NYM untuk instalasi listrik dirumah, memberikan beberapa keuntungan dibanding Kabel NYA.
Kabel NYA dapat dipasang tanpa selubung tambahan (Pipa), karena Kabel NYM memiliki beberapa lapisan isolasi yang menyelubungi Inti tembaga.
Kabel NYA tersedia dengan beberapa inti tembaga didalamnya, sehingga tidak perlu banyak kabel untuk pemasangan instalasi listrik di rumah.
Penjelasan Arti Kode huruf pada Kabel NYA, NYM, dan lainnya.
Hal yang tak kalah penting adalah, menentukan kabel ukuran berapa yang harus kita gunakan, agar instalasi listri di rumah aman dan tahan lama?
Cara menghitung ukuran kabel yang dibutuhkan
Kabel yang harus dipasang ada 3 macam, yakni Kabel untuk jalur Fasa (Merah), Kabel untuk jalur Netral (Hitam) dan Kabel jalur Arde atau pentanahan (Kuning).
Pastikan Kabel yan 2. MCB
MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah salah satu komponen atau bahan utama dalam suatu instalasi listrik.
MCB berfungsi sebagai pengaman instalasi listrik, jika terjadi hubungan singkat (Korsleting) atau kelebihan beban, maka MCB akan secara otomatis memutuskan rangkaian listrik dan listrik di rumah pun menjadi padam.
Dulu alat yang biasa digunakan untuk pengaman instalasi listrik adalah Sekring (Fuse), namun penggunaan sekring belakangan ini mulai tergantikan dengan MCB, karena MCB dapat digunakan berkali-kali saat terjadi gangguan instalasi listrik, sedangkan sekring perlu diganti jika putus.
Meski ada sekring otomatis,dan tak perlu diganti jika terjadi gangguan listrik, namun penggunaan MCB tetap yang paling diminati.
MCB dipasang pada kabel fase dari sumber listrik, sumber listrik (kabel Fase) harus melewati MCB terlebih dahulu sebelum dialirkan menuju instalasi listrik di rumah.
Kabel fasa dari sumber listrik utama dipasang pada baut terminal MCB (bagian Atas), dan terminal MCB bagian bawah dipasang menuju instalasi listrik di dalam rumah, sedangkan kabel netral dari sumber langsung dialirkan langsung tanpa melewati MCB.
Pastikan Kabel yang terpasang pada MCB adalah Kabel Fase dari sumber, agar saat MCB dimatikan tidak ada lagi tegangan listrik yang mengalir pada Instalasi listrik.
Dan pasanglah MCB dengan menggunakan Box MCB agar lebih terlindung, aman dan rapi.
3. Sekring (Fuse)
Sekring adalah suatu alat pengaman listrik yang terbuat dari bahan penghantar yang memiliki batasan kemampuan arus, jika arus lebih maka sekring akan putus.
Penggunaan sekring dalam instalasi listrik sudah mulai tergantikan dengan menggunakan MCB yang lebih praktis.
g anda gunakan sudah sesuai baik jenis kabel dan ukurannya
4. ELCB (Anti kontak).
ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker), adalah suatu alat pengaman yang sangat penting dalam suatu instalasi listrik dirumah.
ELCB berfungsi sebagai pengaman bagi kita terhadap resiko kesetrum atau tersengat listrik.
Memilih ELCB yang benar.
ELCB harus dipasang pada sumber listrik utama sebelum instalasi listrik di rumah, Kabel fasa dan kabel Netral harus terpasang terlebih dahulu pada ELCB sebelum dialirkan menuju instalasi listrik di rumah. Cara memasang ELCB yang benar
Jika instalasi listrik dirumah anda belum terpasang ELCB, segera lengkapi dengan ELCB karena keselamatan kita adalah hal yang paling utama.
Anda juga dapat menggunakan ELCB sebagai pengganti MCB.
5. Stop kontak
Stop kontak biasa juga disebut dengan colokan, tempat kita mencolokkan steker dari berbagai peralatan listrik seperti televisi, kulkas, kipas angin, mesin cuci, dan lainnya.
Stop kontak (Colokan) berfungsi sebagai tempat sumber listrik, dan digunakan untuk tempat menyalakan berbagai peralatan listrik.
Stop kontak memiliki 3 terminal kabel di dalamnya, terminal tersebut berfungsi untuk pemasangan kabel fase , netral dan arde dari sumber listrik. Memilih Stopkontak yang bagus dan aman
Pastikan instalasil listrik dirumah dilengkapi dengan kabel arde, dan terpasang dengan baik dan benar.
6. Saklar
Saklar berfungsi sebagai alat penghubung dan pemutus rangkaian sumber listrik menuju peralatan listrik, dan umumnya dipasang untuk menyalakan atau memadamkan Lampu.
Terdapat berbagai jenis saklar, namun yang paling sering digunakan untuk instalasi listrik dirumah adalah saklar tunggal dan saklar ganda.
Saklar tunggal digunakan untuk satu buah lampu, sedangkan saklar tunggal digunakan untuk dua buah lampu.
Saklar tunggal memiliki dua baut terminal, satu terminal untuk tempat kabel fase langsung dari sumber, dan satu terminal lagi untuk tempat kabel yang menuju ke lampu.
Pastikan kabel yang terpasang ke saklar adalah kabel fase, agar saat saklar terputus, tidak ada tegangan listrik yang masuk ke lampu.
7. Kotak sambungan
Kotak sambungan disebut juga dengan Junction Box, atau biasa disebut dengan Tedus.
Kotak sambungan (Tedus) ini berfungsi tempat kita menyambung kabel-kabel listrik, yang bertujuan agar setiap sambungan kabel dapat terlindung dengan baik dan aman.
Pastikan setiap sambungan kabel ditempatkan didalam kotak sambungan (Tedus)
8. Wire Nut.
Wire Nut adalah alat untuk menyambung kabel listrik yang baik dan aman, setelah kabel disambung dengan cara dipuntir, kemudian kita tutup dengan Wire Nut agar sambungan terlindungi dan tidak mudah longgar.
Wire nut juga berfungsi pengganti isolasi (Selasiban) yang biasa kita gunakan untuk menyambung kabel listrik.
Jika selama ini anda menggunakan isolasi untuk membalut sambungan kabel, maka sebaiknya anda mulai menggunakan Wire nut yang berfungsi sebagai isolasi sekaligus menjaga sambungan lebih kuat dan tidah mudah longgar.
Gunakan Wire Nut untuk menyambung kabel listrik yang bagus dan aman.
9. Isolasi (Insulation Tape)
Isolasi berfungsi sebagai isolator (Bahan yang tidak bisa menghantar listrik), untuk melindungi kabel-kabel listrik yang terkelupas atau terbuka.
Untuk sambungan kabel jika memungkinkan sebaiknya menggunakan Wire Nut.
10. Lampu
Lampu merupakan alat listrik yang berfungsi untuk memberikan penerangan.
Terdapat berbagai jenis lampu yang banyak digunakan dalam instalasi listrik dirumah, antara lain: Lampu TL (Neon),Lampu Pijar, Lampu Hemat energi,Lampu LED, dan lainnya.
Tips memilih Lampu
Untuk lampu TL tidak membutuhkan fiting lampu, Karena Lampu TL sudah dilengkapi dengan kotak lampu, sedangkan untuk lampu-lampu lainnya harus menggunakan Fitting tempat memasang lampu tersebut.
11. Fitting
Fitting berfungsi untuk tempat memasang lampu dan sebagai tempat sumber listrik untuk menyalakan lampu tersebut.
Ada berbagai jenis fitting lampu, seperti: fitting gantung dan fitting tempel (Duduk).
Pada fiting lampu terdapat dua baut terminal kabel, satu baut terminal dipasang kabel netral langsung dari sumber, sedangan terminal lainnya untuk tempat kabel fase yang diambil dari saklar lampu tersebut, saat saklar dalam posisi terputus maka lampu padam, saat saklar terhubung maka lampu akan menyala.
Cara sederhana agar lampu tetap menyala saat MCB Trip karena kelebihan beban
Pilihlah fiting lampu yang terminalnya berbahan kuningan, agar tidak mudah berkarat dan tahan lama.
Semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmu
Berbagai macam ALAT UKUR, serta kegunaannya
Berbagai macam Alat ukur yang digunakan untuk mengukur berbagai keperluan hasil pengukuran, serta memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing.
Terdapat begitu banyak alat ukur yang digunakan dalam berbagai jenis kegiatan, profesi dan kebutuhan hasil pengukuran.
Berbagai Alat Ukur dan kegunaannya
Alat Ukur dibuat untuk mempermudah kita dalam melakukan berbagai pengukuran.
Alat ukur digunakan dalam berbagai bidang
Berbagai macam alat ukur tersebut digunakan hampir dalam segala bidang pekerjaan atau profesi, seperti:
Alat ukur di bidang Mekanikal (Bengkel)
Alat ukur di bidang Listrik (kelistrikan)
Alat ukur di bidang Kimia (Laboratorium)
Alat ukur bidang Kedokteran (Kesehatan)
Alat ukur di bidang Bangunan (Sipil)
Alat ukur di bidang Pendidikan
dan banyak lagi yang lainnya.
Jenis-jenis Alat ukur menurut kegunaannya
Selain itu, Alat ukur juga memiliki kegunaan atau fungsinya masing-masing, antara lain:
Alat ukur panjang
Alat ukur Massa
Alat ukur berat
Alat ukur Waktu
Alat ukur tekanan
Alat ukur Suhu
Alat ukur tinggi permukaan (Level)
Alat ukur jumlah aliran (Flow)
Alat ukur Getaran
Alat ukur ketebalan
Alat ukur frekwensi
Alat ukur Cahaya
Alat ukur suara
dan berbagai alat ukur lainnya.
Berbagai macam Alat Ukur
Alat ukur Panjang/jarak
Jika kita ingin mengetahui berapa Panjang suatu benda, maka kita akan menggunakan sesuatu alat untuk mengukur panjang benda tersebut.
Alat yang kita gunakan untuk mengukur panjang benda tersebut, disebut dengan Alat ukur panjang.
Berbagai macam alat ukur panjang yang dapat kita gunakan, sesuai dengan fungsi dan satuan panjang yang akan diukur, seperti:
Meteran
Meteran digunakan untuk mengukur panjang benda yang tidak memerlukan hasil pengukuran yang presisi (Akurat), karena tingkat akurasi meteran hanya sekitar 1mm.
Sigmat (Jangka sorong)
Sigmat (Jangka sorong) digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, kedalaman, suatu benda dengan tingkt akurasi mencapai 0,1 mm.
Cara membaca hasil pengukuran menggunakan Sigmat (Jangka Sorong)
Mikrometer
Micrometer digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, kedalaman, suatu benda dengan tingkt akurasi mencapai 0,01 mm.
Cara membaca hasil pengukuran menggunakan Mikro meter.
Penggaris (Mistar)
Penggaris (Mistar) digunakan untuk mengukur panjang benda yang tidak memerlukan hasil pengukuran yang presisi (Akurat), karena tingkat akurasi Penggaris (Mistar) hanya sekitar 1mm.
Speedometer
Alat Ukur Massa
Saat kita ingin mengetahui berapa kilogram berat dari suatu benda, kita akan menimbangnya dengan alat timbangan, Terdapat kebiasaan kita yang ternyata selama ini salah, yakni berat dalam satuan kilogram adalah satuan Massa bukan Berat.
Berat yang biasa kita sebut dalam satuan kilogram adalah satuan Massa, sedangkan satuan berat sebenarnya adalah satuan Gaya dalam (Newton).
Timbangan Gantung
Timbangan Duduk
Timbangan kamar mandi
Neraca dua lengan
Neraca O'Hauss
Alat Ukur Berat (Newton)
Alat ukur berat dalam satuan Kg.m/s atau setara dengan satuan Newton, biasa menggunakan alat ukur yakni:
Neraca Pegas
Dinamo Meter
Alat Ukur Waktu
Alat ukur juga kita gunakan untuk mengukur waktu, berbagai macam alat ukur waktu yang digunakan,antara lain:
Jam Pasir
Jam tangan
Jam Dinding
Stopwatch
Jam Matahari
HourMeter
Alat Ukur Tekanan (Pressure)
Tekanan juga perlu dilakukan pengukuran dengan menggunakan Alat ukur Tekanan, dalam berbagai satuan tekanan. Alat ukur tekanan Deltabar dan Cerabar
Berbagai Alat ukur Tekanan, antara lain:
Manometer
Pressure Gauge
Deltabar (Differential Pressure)
Barometer
Pressure Transmitter (Cerabar)
Alat Ukur Suhu
Thermometer LIG (Liquid in Glass)
Termometer ini adalah alat ukur suhu yang umum digunakan, berupa cairan di dalam wadah kaca, cairan yang digunakan seperti: Air raksa, Alk0hol, dan lainnya.
Berbagai jenis alat ukur suhu dari masa ke masa
Temperature Gauge
Infrared Temperature
Prinsip kerja Infrared temperature dalam mengukur suhu
Resistance Temperature Detector (RTD)
Cara memasang RTD,untuk mengukur suhu suatu benda, dan ditampilkan dalam bentuk digital dengan tambahan Alat temperature Controller digital.
Termo kopel
Cara Memasang Termo kopel untuk mengukur suhu suatu benda,dan hasil pengukurannya ditampilkan dalam bentuk angka (Digital) dengan tambahan alat yang disebut dengan Controller.
Alat ukur tinggi permukaan (Level Measurement)
Untuk mengetahui berapa tinggi permukaan Air dalam suatu bejana, tentu kita membutuhkan alat untuk mengukurnya, Alat ukur ini disebut dengan Alat ukur Level (Permukaan).
Prinsip Kerja Alat ukur Level Measurement
Berbagai jenis alat ukur tinggi permukaan,antara lain:
Level Gauge
Level Transmitter
UltraSonic meter
DPT (Differential Pressure Transmitter)
Level Limit Switch (Liquiphant)
Alat Ukur Aliran (Flow)
Untuk mengetahui seberapa banyak jumlah benda yang mengalir dalam suatu wadah, kita membutuhkan Alat ukur aliran/debit.
Prinsip kerja Flowmeter Vortex, Coriolis, Magnetic
Berbagai Alat ukur aliran dapat kita gunakan, tak hanya untuk benda cair, bahkan untuk benda jenis Gas, dan Padat.
Berbagai alat ukur aliran (Flow):
Flowmeter kincir Analog
Flowmeter Kincir Digital
Flowmeter Digital
Flowmeter Magnetic
Flowmeter Vortex
Flowmeter Coriolis
Alat Ukur Getaran
Alat ukur ini banyak digunakan, untuk mengetahui kondisi berbagai mesin-mesin yang sedang beroperasi, untuk melakukan perawatan dan perencanaan perbaikan secara berkala.
Vibration Pen
Vibration meter
Alat Ukur Ketebalan
Ketebalan (Thickness), untuk mengetahui berapa ketebalan suatu benda, digunakan alat ukur ketebalan yaitu:
Thickness Gauge
Alat ukur ini mampu menembus tebal permukaan benda dan mengukur ketebalannya dengan menggunakan gelombang Ultrasonic. Cara menggunakan Thickness Gauge
Alat Ukur Frekwensi
Alat ukur ini biasa digunakan di bidang kelistrikan, untuk mengetahui besar Frekwensi listrik yang dihasilkan dari suatu pembangkit Listrik.
Alat ini biasa disebut dengan:
Hertz Meter
Alat Ukur Cahaya
Seberapa besar intensitas pencahayan dalam suatu ruangan, juga dapat kita ukur dengan menggunakan Alat ukur, yaitu:
Light Meter
Lux Meter
Ganiofotometer
Spektro-Fotometer
Alat Ukur Suara
Suara memiliki satuan desible (dB), dan seberapa besar kekuatan dari kebisingan atau Suara dapat diukur dengan menggunakan Alat ukur, yakni:
Sound Level Meter
DecibleMeter
Alat-Alat Ukur Kelistrikan
Alat Ukur Tegangan Listrik
Voltmeter
Alat Ukur Arus Listrik
Ampere Meter
Clamp Meter (Tang Ampere)
Alat Ukur daya listrik
Watt Meter (KWH-Meter)
Alat Ukur Nilai Resistansi
Ohm-Meter
Multitester
Alat Ukur listrik yang memiliki berbagai fungsi, yaitu untuk mengukur Arus, Tegangan, resistan, disebut dengan nama Multi Tester.
Cara menggunakan Multitester dengan benar
Alat Ukur Grounding (Pentanahan)
Cara menggunakan alat ukur Grounding tester dengan benar
Grounding Tester
Earth Tester
Alat Ukur ELCB
Cara menggunakan ELCB Tester untuk mengukur ELCB (Anti kontak)
ELCB Tester
Alat Ukur Tahanan Isolasi
Cara mengukur tahanan Isolasi kabel dengan benar
Insulation Tester
Mega Ohm Meter
Semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmu
dikutip dari berbagai sumber
Cara Mengukur Kapasitor untuk mengetahui kondisinya
Bagaimana cara mengukur kapasitor untuk mengetahui apakah kapasitor tersebut masih bagus atau sudah rusak?
Sebenarnya untuk mengetahui apakah kondisi sebuah kapasitor masih bagus atau sudah rusak tidaklah sulit.
Kondisi sebuah Kapasitor dapat diketahui dengan menggunakan alat khusus yang disebut dengan Capasitance Meter, namun jika kita tidak memiliki alat ukur tersebut, dapat juga diukur dengan menggunakan alat ukur multi fungsi yang disebut dengan Multitester atau multimeter.
Cara menggunakan Multitester Analog (Lengkap)
Kapasitor banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari, dan biasanya terpasang pada berbagai peralatan listrik yang kita gunakan, seperti pompa air listrik, Kipas angin, mesin cuci, AC dan sebagainya.
Apa fungsi Kapasitor?
Kapasitor adalah suatu komponen elektronik yang dapat berfungsi sebagai penyimpan muatan listrik sesaat.
Seperti misalnya Kapasitor pada motor pompa air, kapasitor tersebut berfungsi untuk memberikan lonjakan tegangan listrik sesaat yang mengalir pada gulungan bantu, sehingga terjadi perbedaan medan magnet antara gulungan utama dan gulungan bantu, sehingga motor pompa tersebut dapat berputar dengan sendirinya.
Apakah anda pernah mengalami pompa air yang anda miliki saat dinyalakan tidak mau berputar, namun setelah kita bantu putar pada porosnya maka pompa air tersebut dapat berputar dengan normal, apa penyebabnya?
Jika anda pernah mengalami hal diatas, ini menandakan bahwa kapasitor pada motor pompa air tersebut sudah tidak berfungsi (rusak).
Namun, untuk memastikan apakah Kapasitor tersebut benar-benar rusak atau masik bagus, dapat diukur dengan menggunakan Multitester atau multi meter analog.
Tips memilih Multitester yang bagus
Bagaimana cara mengukur kapasitor untuk mengetahui kondisinya apakah masih bagus atau sudah rusak?
Cara mengukur Kapasitor
Pada kesempatan kali ini kita akan berbagi mengenai bagaimana cara mengukur kapasitor dengan menggunakan Multitester analog, meski sebenarnya pengukuran kapasitor juga dapat dilakukan dengan multitester digital, atau dengan kapasitansi meter, namun karena alat ukur multitester biasanya lebih mudah kita dapatkan dibanding alat ukur lainnya, dan paling banyak digunakan untuk mengukur kapasitor.
Cara mengukur kapasitor dengan multitester analog
Siapkan alat ukur multitester
Atur posisi selektor pada posisi Ohm-meter (untuk mengukur nilai tahanan)
Pastikan kondisi Multitester yang anda pakai masih bagus dan berfungsi dengan baik
Siapkan kapasitor yang akan anda ukur, dan pastikan kapasitor tersebut sudah tidak terhubung lagi dari kabel-kabel.
Hubungkan jarum pengukur pada masing-masing terminal kapasitor
Lihat hasil pengukuran pada jarum penunjuk multitester
Membaca Hasil pengukuran
Jika jarum penunjuk multitester bergerak dari kiri ke kanan dan beberapa saat kemudian jarum penunjuk kembali lagi ke posisi semula, ini menandakan bahwa kapasitor tersebut masih bagus.
Jika jarum penunjuk multitester bergerak dari kiri ke kanan namun tidak kembali ke posisi semula, ini menandakan bahwa kapasitor tersebut sudah tidak bagus (rusak).
Jika jarum penunjuk multitester tidak bergerak sama sekali, coba pindahkan posisi jarum pengukur dari positif ke negatif atau sebaliknya.
Jika posisi sudah dibalik namun jarum pengukur tetap juga tidak bergerak, ini menandakan bahwa kapasitor memang sudah rusak
Namun jika setelah posisi jarum pengukur dibalik dan jarum penunjuk multitester bergerak dari kiri ke kanan dan beberapa saat kemudian jarum penunjuk kembali lagi ke posisi semula ini menandakan bahwa kapasitor tersebut masih bagus.
Setelah kita mengetahui bagaimana cara mengukur kapasitor untuk mengetahui kondisinya apakah masih bagus atau sudah rusak, diharapkan kita dapat memperbaiki sendiri jika peralatan listrik di rumah kita ada yang rusak.
Jika peralatan listrik yang anda gunakan di rumah, seperti Kipas angin, Pompa air listrik, tidak dapat berputar meski sudah dinyalakan, dan jika dibantu putar sesaat, dapat berputar secara normal kembali ini berarti ada masalah pada kapasitornya, dengan mengganti kapasitor dengan yang bagus maka alat listrik kipas angin atau pompa air tersebut akan berfungsi normal kembali.
Semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmu
Cara Memperbaiki Kipas Angin yang rusak
Panduan lengkap tentang bagaimana cara Memperbaiki berbagai kerusakan pada Kipas angin
Beberapa jenis Kerusakan pada kipas angin, seperti kipas angin tidak mau menyala, kipas angin berputar pelan, kipas angin suaranya berisik, dan bagaimana cara memperbaiki kipas angin yang rusak tersebut?
Kipas angin adalah suatu alat yang dapat menghembuskan udara dingin, dengan prinsip kerja baling-baling yang berputar dengan menggunakan motor tenaga listrik.
Baca juga: Berbagai jenis kipas angin
Tentunya setiap benda yang bergerak atau berputar, lama kelamaan akan mengalami keausan dan kerusakan pada beberapa komponennya, dan hal ini menjadi salah satu penyebab kipas angin rusak.
Mungkin anda pernah mengalami saat menyalakan Kipas angin di rumah, tiba-tiba Kipas angin tersebut tidak mau berputar, padahal kabelnya sudah terhubung ke stop kontak, dan tombol sudah pada posisi “On”.
Baling-baling kipas angin tidak mau berputar, bahkan lampu-lampu tanda yang ada pada kipas angin tersebut tidak ada yang menyala sama sekali, Kerusakan kipas angin seperti ini biasa disebut dengan kipas angin mati total.
Atau mungkin kerusakan kipas angin yang anda miliki adalah kipas tidak berputar padahal lampu-lampu tandanya sudah menyala, dan terkadang timbul suara bising atau mendengung.

Biasanya karena tidak mengerti tentang bagaimana cara memperbaiki kipas angin yang rusak tersebut, solusinya adalah membeli kipas angin yang baru, dan yang lama disimpan di gudang atau bahkan di buang.
Baca juga: 7 Tips memilih Kipas angin yang anda butuhkan
Padahal sebenarnya, kipas angin yang rusak tersebut masih bisa diperbaiki dan anda bisa menghemat pengeluaran untuk biaya beli kipas angin baru.
Lalu bagaimana cara memperbaiki kipas angin yang rusak?
Untuk dapat memperbaiki berbagai kerusakan pada kipas angin, pada kesempatan kali ini kita akan coba berbagi mengenai berbagai macam kerusakan pada kipas angin dan bagaimana cara memperbaikinya.
Berbagai kerusakan pada Kipas Angin dan Cara memperbaikinya
Beberapa jenis Kerusakan yang terjadi pada kipas angin, antara lain:
Kipas angin Mati Total
Kipas angin tidak mau berputar, namun lampu tanda masih menyala
Kipas angin berputar tapi pelan
Kipas angin berputar namun suaranya berisik
Putaran kipas angin terbalik
Bagaimana cara memperbaiki berbagai kerusakan Kipas Angin tersebut?
1. Kipas angin Mati total
Kipas angin rusak atau mati total, ditandai dengan Kipas angin tidak berputar sama sekali, dan seluruh lampu-lampu pada kipas angin tersebut tidak menyala.
Penyebabnya:
Arus listrik ke kipas angin terputus
Bagaimana cara memperbaiki kerusakan kipas angin yang mati total?
Cara perbaikannya:
Periksa arus listrik pada Stopkontak
Periksa terlebih dahulu stopkontak yang digunakan untuk kipas angin tersebut, dengan menggunakan testpen, stopkontak yang bagus yaitu: salah satu lubang saat di testpen maka tespen akan menyala, dan satu lubang lagi testpen tidak menyala.
Baca juga: Cara menggunakan Testpen yang benar dan aman
Jika di tespen kedua lubang stopkontak tidak menyala, berarti stopkontak tersebut rusak atau kabelnya putus, dan Jika saat di tespen kedua lubang stopkontak tespen menyala, penjelasannya dapat anda lihat pada: Kenapa ditespen menyala semua?
Atau, anda dapat mencoba menyalakan Kipas angin tersebut pada stopkontak lain di rumah anda, jika kipas angin dapat menyala, berarti masalahnya ada pada stopkontak sebelumnya, namun jika kipas angin tetap tidak menyala, berarti kerusakan ada pada kipas angin.
Periksa kabel dan Steker
Periksa steker dan kabel yang ada pada kipas angin, apakah ada terlihat rusak atau putus, karena kabel putus adalah salah satu penyebab kipas angin mati total.
Selanjutnya jika kondisi kabel terlihat bagus, maka anda harus menggunakan alat ukur (multitester) untuk mengetahui penyebab arus listrik tidak masuk ke kipas angin.
Baca juga: Cara menggunakan Multitester
Periksa Kabel yang putus dengan multitester
Gunakan multitester pada posisi untuk mengukur resistan (Ohm), lalu hubungkan kedua ujung probe multitester pada kedua ujung steker kipas angin.
Buka penutup kipas angin, untuk melihat kondisi kabel-kabel di dalamnya (Ingat: Pastikan kabelnya sudah terputus dari arus listrik).
Hubungkan satu ujung probe (stick pengukur) multitester pada salah satu ujung steker, dan probe lainnya dihubungkan ke sambungan kabel yang ada di dalam kipas angin.
Jika jarum pengukuran bergerak ke kanan dengan maksimal, maka ini berarti kabel yang anda ukur dalam keadaan terhubung atau masih bagus, namun Jika jarum pengukuran tidak bergerak saat dilakukan pengukuran, ini menandakan kabel terputus, dan pastikan ujung kabel yang anda ukur adalah kabel yang satu jalur atau sewarna.
Jika sudah ditemukan kabel yang putus, maka lakukan perbaikan dengan menyambung atau mengganti kabel tersebut.
2. Kipas Angin tidak berputar, namun lampu tanda menyala
Kerusakan Kipas Angin dengan tanda-tanda lampu-lampu tanda masih menyala, namun kipas tidak berputar dapat disebabkan beberapa hal, antara lain:
Penyebabnya, antara lain:
Poros kipas angin kering dan macet
Kapasitor rusak
Kabel ke gulungan terputus
Kawat gulungan atau Fuse dalam gulungan putus
Gulungan rusak / terbakar
Bagaimana cara memperbaiki kerusakan kipas angin tersebut?
Cara perbaikannya:
Periksa kondisi poros baling-baling kipas angin
Jika saat dinyalakan, kipas angin mengeluarkan suara mendengung namun kipas tidak berputar, ini bisa disebabkan oleh poros yang macet.
Coba matikan kipas angin, lalu putar baling-baling menggunakan tangan, jika terasa berat ini berarti poros kering, buka baling-balingnya dan beri pelumas pada dudukan poros sampai dapat berputar dengan lancar.
Periksa kapasitornya
Jika setelah diperiksa dan poros dapat berputar dengan lancar, kemungkinan lain yang menyebabkan Kipas angin tidak dapat berputar adalah disebabkan Kapasitor sudah rusak.
Baca juga: Cara mengukur Kapasitor menggunakan Multitester
Untuk mengetahui kondisi Kapasitor baik atau sudah rusak, harus menggunakan alat ukur kapasitor, jika setelah diukur didapat bahwa kapasitor sudah rusak, maka lakukan penggantian kapasitor dengan yang baru.
Periksa kabel ke Gulungan
Jika setelah diukur, kapasitor masih dalam keadaan bagus, penyebab selanjutnya adalah Kabel yang menuju ke gulungan ada yang putus.
Periksa jalur kabel yang menuju ke gulungan, dengan menggunakan multitester, dan caranya sama seperti mengukur kabel yang putus sebelumnya, dan lakukan perbaikan jika terdapat kabel yang putus.
Periksa kondisi gulungan secara visual, jika terlihat dalam kondisi bagus maka lakukan pengukuran kembali dengan menggunakan multitester untuk mengetahui apakan gulungan masih tersambung seutuhnya atau ada yang sudah terputus.
Masalah yang sering dialami adalah, gulungan diukur tidak tersambung karena fuse yang tersimpan di dalam gulungan sudah putus, jika setelah anda ukur hasilnya jarum pengukuran tidak bergerak ini berarti gulungan ada yang terputus, coba cari fuse yang ada di dalam gulungan (biasa tempatnya agak tertutup oleh kawat gulungan), dan ganti fuse dengan yang baru.
Jika anda kesulitan untuk mencari fuse pengganti, bisa juga disambung langsung tanpa fuse, dan kipas angin akan menyala kembali, namun selanjutnya jika terjadi arus lebih maka gulungan akan rusak karena tidak dilengkapi dengan fuse pengaman.
Periksa kondisi gulungan
Jika secara visual terlihat gulungan kipas angin sudah terbakar atau gosong, maka solusinya harus diganti atau di gulung ulang (Rewinding).
3. Kipas angin berputar pelan
Kerusakan selanjutnya yang sering dialami pada kipas angin adalah, kipas angin menyala dan berputar namun pelan.
Penyebabnya:
Tegangan listrik kurang
Poros kipas angin kering
Bagaimana cara memperbaiki kerusakan kipas angin tersebut?
Cara perbaikannya:
Periksa tegangan listrik di rumah anda
Coba periksa tegangan listrik di rumah anda dengan menggunakan multitester, untuk caranya dapat anda lihat pada: Cara mengukur dengan Multitester.
Tegangan listrik normal di rumah sekitar 220Volt, jika terlalu rendah maka dapat juga menyebabkan kipas angin berputar pelan, dan solusinya stabilkan tegangan listrik dirumah anda dengan menggunakan penstabil tegangan (Stabilizer).
Beri pelumas pada poros

Jika tegangan listrik di rumah anda normal, penyebab selanjutnya adalah poros kipas angin kering, coba buka kipas angin, dan lepaskan baling-balingnya untuk memberi pelumas pada poros dan bantalan kipas angin tersebut.
4. Kipas Angin berisik
Saat dinyalakan, kipas angin berputar namun suaranya berisik, hal ini dapat disebabkan karena ada baut-baut pengikat yang longgar, atau bantalan poros kesat/kering.
Bagaimana cara memperbaiki kerusakan kipas angin tersebut?
Periksa baut-baut pengikat yang ada pada kipas angin tersebut, dan selanjutnay beri pelumas pada poros dan bantalannya.
5. Putaran Kipas angin terbalik
Mungkin kejadian ini agak jarang terjadi, namun ada kemungkinan hal ini terjadi, lalu bagaimana cara mengubah arah putarannya?
Bagaimana cara memperbaiki kerusakan kipas angin tersebut?
Untuk megetahui bagaimana cara membalik putaran, anda dapat melihat penjelasannya pada artikel:
" Cara mengubah arah putaran motor listrik"
Semoga bermanfaat!
Mencegah kecelakaan di Perlintasan Kereta Api
Membangun jembatan penyeberangan di setiap perlintasan Kereta untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan Kereta.
Entah sudah berapa banyak peristiwa kecelakaan yang terjadi di jalur perlintasan Kereta Api, baik itu kecelakaan yang menimpa kendaraan Mobil, Truk, Bus, Sepeda motor, atau pejalan kaki.
Penyebab Kecelakaan di Perlintasan Kereta
Penyebab kecelakaan yang terjadi di perlintasan Kereta api tersebut juga beraneka ragam, antara lain:
Masinis Kereta api yang tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan benar
Penjaga Palang perlintasan yang lalai, ketiduran, sehingga tidak menjalankan tugasnya dengan baik
Pengendara yang masih saja nekat menerobos, meski palang sudah memberi tanda akan melintasnya kereta api di jalur tersebut.
Tidak adanya Palang pintu perlintasan kereta.
Palang perlintasan kereta yang rusak, sehingga tidak berfungsi untuk menutup meski kereta akan melintas.
Sistem komunikasi yang terganggu.
Rem kendaraan atau Kereta yang Blong.
Dan berbagai penyebab lainnya.

Selain beberapa penyebab yang kita sebutkan diatas, penyebab yang kurang masuk akal juga sering dianggap sebagai penyebab terjadinya kecelakaan di jalur perlintasan kereta, seperti:
Banyak kejadian mesin kendaraan mati secara tiba-tiba saat melintasi Rel kereta, dan menyebabkan kendaraan bertabrakan dengan kereta yang melintas
Ada juga yang menganggap mesin kendaraan mati tiba-tiba karena adanya induksi magnet di rel kereta.
Ada juga yang beranggapan penyebabnya adalah hal-hal gaib, dan berbagai penyebab lainnya.
Namun, bagaimanapun juga kecelakaan yang terjadi sudah banyak memakan korban jiwa, dan mengapa hal ini tidak mendapat perhatian khusus oleh pihak yang terkait.
Ironisnya, selalu saja kecelakaan yang terjadi bukanlah dicari penyebab utama dan solusinya, melainkan hanya mencari-cari kambing hitam, saling menyalahkan, setelah itu kejadian kecelakaan masih saja terjadi.
Pertanyaannya:
Apakah dengan memberi tanda isyarat saat kereta api melintas dapat mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta?
Apakah dengan memasang Palang pintu dapat mencegah terjadinya kecelakaan tersebut?
Apakah dengan menyediakan pos penjaga dan petugas di setiap palang perlintasan kereta dapat mencegah kecelakaan yang sudah banyak memakan korban jiwa?
Apakah dengan memasang polisi tidur di jalan sebelum palang perlintasan dapat mengatasi kecelakaan tersebut?
Apakah tidak ada solusi terbaik, selain berbagai cara-cara yang sudah ada?
Solusi Mencegah terjadinya Kecelakaan di Perlintasan Kereta
Namun, pernahkah terpikir oleh kita semua, bahwa sebenarnya ada satu cara yang lebih efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta.
Dengan menghilangkan berbagai kemungkinan sumber penyebab kecelakaan, adalah cara yang efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan, salah satu cara tersebut yaitu dengan Membangun jembatan penyeberangan di setiap perlintasan kereta api.
Membangun Jembatan penyeberangan
Jika di setiap perlintasan kereta api dibangun jembatan penyeberangan, yang dapat digunakan oleh pejalan kaki maupun kendaraan yang melintas, dapat menjadi suatu cara yang efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan tersebut.
Dengan membangun jembatan penyeberangan di setiap perlintasan kereta api, baik pejalan kaki maupun kendaraan yang melintas tidak perlu lagi merasa was-was saat melintas, meski disaat yang bersamaan kereta api juga melintas di bawah jembatan tersebut.
Tidak akan ada lagi yang disalahkan, tidak perlu lagi ada palang pintu kereta, tidak perlu lagi ada petugas penjaga palang, dan sebagainya.
Lalu apakah hal ini tidak pernah terpikir, baik oleh pihak pemerintah, pihak penyedia Kereta, pihak lalu lintas jalan raya, atau pihak-pihak yang terkait lainnya?
Atau mungkin sudah pernah ada ide untuk membuat hal ini, namun terkendala masalah dana?
Apakah kecelakaan yang sudah memakan banyak korban jiwa dapat dinilai dengan uang?
Berapa besar biaya pembuatan jembatan penyeberangan tersebut jika dibandingkan dengan harga satu jiwa manusia?
Semoga seluruh pihak yang terkait dapat mempertimbangkan serta mengambil langkah nyata, guna mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta api, dan bukan hanya mencari penyebab namun lebih baik mencari solusi agar berbagai kecelakaan yang terjadi di perlintasan Kereta tidak terjadi lagi di masa yang akan datang, Semoga!
Semoga bermanfaat!
Panduan Cara Memasang Saklar, Stopkontak, Fitting lampu, MCB, ELCB yang benar dan aman
Panduan Cara memasang berbagai bahan instalasi listrik di rumah seperti MCB, Saklar, Stop kontak, Fitting lampu dengan benar dan aman.
Kali ini kita akan coba berbagi tentang bagaimana caranya agar kita semua dapat memasang sendiri instalasi listrik di rumah, atau melakukan berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan instalasi listrik di rumah,seperti misalnya:
Memasang atau mengganti MCB di rumah
Memasang Saklar untuk lampu
Mengganti Saklar dirumah yang sudah rusak
Memasang Stop kontak
Mengganti Stop kontak yang rusak
Memasang fitting lampu
Mengganti fitting lampu di rumah yang sudah rusak
Memasang ELCB (Pengaman listrik)
Bagi sebagian orang yang memang belum begitu memahami tentang cara memasang instalasi listrik dan berbagai bahan instalasi listrik tersebut, seperti MCB, saklar, Stop kontak, Fitting dan sebagainya, tentunya hal ini menjadi suatu pekerjaan yang membingungkan dan sulit untuk dikerjakan sendiri.
Baca juga: Berbagai bahan Instalasi listrik

Namun, jika kita punya keinginan dan serius untuk mempelajari tentang cara-cara pemasangan berbagai bahan instalasi listrik tersebut, maka pekerjaan memasang berbagai bahan instalasi listrik seperti memasang MCB, Saklar, Stop kontak Fiting lampu dan sebagainya tidaklah sulit dan merupakan pekerjaan yang mudah.
Baca juga: Menghitung kebutuhan instalasi listrik
Hal terpenting yang harus selalu kita ingat adalah Utamakan Keselamatan setiap melakukan berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan instalasi listrik.
Panduan Aman sebelum melakukan pekerjaan instalasi listrik di rumah
Matikan sumber listrik dirumah dengan menurunkan tuas MCB utama (dibawah KWH meter), sebelum melakukan berbagai pekerjaan listrik.
Pastikan tidak ada lagi arus listrik yang mengalir ke rumah dengan menggunakan Tespen.

Pastikan juga kondisi Tespen yang digunakan benar-benar dalam kondisi bagus, dengan terlebih dahulu mencoba tespen tersebut ke sumber listrik yang masih mengalir, tespen yang digunakan harus masih menyala.
Gunakan alas kaki yang berbahan karet (isolator) dan kering.
Jangan pernah melakukan pekerjaan listrik sendirian

Setelah dipastikan bahwa kondisi sudah benar-benar aman, barulah anda dapat mulai melakukan berbagai pekerjaan pemasangan bahan-bahan instalasi listrik tersebut.
Bagaimana cara memasang MCB, Saklar, Stop kontak, Fiting lampu yang benar dan aman?
Cara Memasang atau mengganti MCB di rumah
MCB yang ada dirumah, ada yang terpasang pada KWH meter, dan biasanya ada juga yang terpasang di dalam rumah pada papan hubung bagi (PHB).
Mengganti MCB Utama (dibawah KWH meter)
Untuk pekerjaan memasang/mengganti MCB utama yang letaknya dibawah KWH meter, tidak boleh kita lakukan sendiri, Pekerjaan pemasangan dan penggantian MCB utama yang terpasang di bawah KWH meter tersebut harus dilakukan oleh Teknisi dari PLN.
Mengganti MCB pada papan hubung bagi (PHB)
Kita bisa melakukan pemasangan atau penggantian MCB yang terpasang di dalam rumah.
Cara memasang:

Matikan sumber listrik dengan menurunkan tuas MCB Utama (dibawah KWH-meter)
Pastikan tidak ada lagi arus listrik yang mengalir pada MCB tersebut, dengan menggunakan tespen
Buka baut terminal kabel pada MCB, dan lepaskan kedua kabel yang terpasang pada MCB tersebut.
Lepaskan MCB dari dudukannya dengan menarik tuas penjepit yang ada di belakang MCB.
Pasang dan dudukkan kembali MCB yang baru, tekan penjepitnya dan pastikan sudah terpasang dengan kuat, biasanya akan ada suara "Kliik", saat penjepit dudukan MCB sudah terpasang dengan benar.
Lalu pasang kembali kabel-kabel pada terminal MCB, pastikan terpasang pada kondisinya semula, dan kencangkan baut pengikat kabel.
Pastikan baut terminal sudah benar-benar kencang, karena baut terminal kabel yang longgar dapat mengakibatkan percikan api, MCB terbakar dan resiko lainnya.
Setelah semuanya sudah terpasang dengan benar, maka anda dapat menyalakan kembali listrik dirumah, dengan menaikkan tuas MCB Utama.
Baca juga: Menentukan Ampere MCB
Cara Memasang MCB (Pemasangan baru)
Selain MCB utama yang sudah dipasang di KWH meter oleh pihak PLN, perlu juga dipasang MCB tambahan di dalam rumah yang bertujuan untuk:
Menambah pengamanan instalasi listrik dirumah
Mempermudah kita dalam melakukan perbaikan, karena tidak perlu keluar rumah untuk mematikan sumber listrik.
Untuk membagi instalasi listrik menjadi beberapa kelompok pada papan hubung bagi (PHB), khususnya untuk ukuran rumah yang cukup luas dengan penggunaan alat instalasi listrik yang cukup banyak.
Untuk pemasangan MCB pada instalasi listrik yang belum terpasang MCB, kita dapat melakukan pemasangan MCB sendiri di rumah.
Bahan-bahan:
Box MCB
MCB
Kabel NYA atau NYM
Pipa PVC
Cara memasang:
Pasang Box MCB di dinding rumah dekat pintu masuk, tempatkan di lokasi yang mudah dilihat.
Buat jalur Pipa di dinding dari Plafon menuju Box MCB.
Matikan sumber listrik dengan menurunkan tuas MCB Utama (dibawah KWH-meter).
Pastikan tidak ada lagi arus listrik yang mengalir pada kabel-kabel instalasi listrik dengan menggunakan Testpen.
Pasang Kabel dari keluaran (Output) MCB utama menuju terminal kabel masukan (Input) MCB didalam rumah (pembagi) yang akan dipasang.
Pasang dan dudukkan MCB pada Box MCB, dan pastikan terjepit pada rel dengan benar.
Kemudian pasang Kabel dari Keluaran (Output) MCB pembagi di dalam rumah menuju instalasi listrik dirumah.
Pastikan kabel-kabel tersebut terpasang dengan benar dan terikat pada baut terminal MCB dengan kencang.
Tutup Box MCB.
Jika pemasangan instalasi listrik di rumah sudah selesai dan terpasang dengan benar, maka MCB utama sudah bisa dinyalakan.
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar
Cara Memasang atau Mengganti Stopkontak dirumah
Matikan sumber listrik dengan menurunkan tuas MCB Utama (dibawah KWH-meter).
Pastikan tidak ada lagi arus listrik yang mengalir pada lubang stopkontak yang akan diganti, dengan menggunakan Testpen.
Buka baut penutup Stopkontak
Lepaskan kabel-kabel yang terpasang pada baut terminal Stopkontak tersebut.
kemudian lepaskan Stopkontak dari dinding dengan cara melonggarkan baut pengait.
Pasang Stop kontak baru ke dinding, dan kencangkan baut pengait
Pasang kembali kabel-kabel yang ada pada terminal kabel stopkontak, pastikan urutan dan warna kabel sesuai dengan kondisi semula, pastikan kabel-kabel sudah terpasang dengan benar dan terikat pada baut dengan kencang
Kemudian pasang penutup stopkontak, dan kencangkan baut pengikatnya.
Periksa kembali untuk memastikan hasil pemasangan sudah benar, sebelum MCB utama dinyalakan kembali.
Baca juga: Memilih Stopkontak yang bagus dan aman
Cara Memasang Stopkontak (Pemasangan baru)
Selain untuk mengganti Stopkontak dirumah yang sudah rusak, terkadang kita juga perlu pemasangan Stopkontak baru di rumah.
Bahan-bahan:
Stopkontak baru yang bagus dan aman
Kabel NYA atau NYM
Pipa PVC
Cara memasang:
Buat lubang di dinding untuk tempat pemasangan Stopkontak
Buat jalur Pipa di dinding dari Plafon menuju lubang stopkontak
Matikan sumber listrik dengan menurunkan tuas MCB Utama (dibawah KWH-meter).
Pastikan tidak ada lagi arus listrik yang mengalir pada kabel-kabel instalasi listrik dengan menggunakan Testpen.
Pasang Kabel fasa, netral dan arde dari jalur sumber listrik pada instalasi listrik yang sudah ada, menuju lubang stopkontak (Kabel-kabel yang terpasang harus yang berasal dari sumber listrik).
Kemudian pasang Stop kontak pada lubang yang sudah ada.
Pasang kabel fasa, Netral dan Arde pada baut terminal kabel yang ada pada stopkontak, untuk posisi kabel arde berada ditengah stopkontak, dan untuk kabel fasa dan netral dipasang sebelah kanan dan kiri (posisi kabel fasa dan netral boleh terbalik).
Pastikan baut pengikat kabel sudah terpasang dengan benar dan kencang, dan pastikan tidak ada inti kabel yang bersentuhan dengan kabel-kabel lain maupun benda lainnya.
Kemudian tutup kembali stopkontak, dan pastikan semua sudah terpasang dengan benar sebelum sumber listrik dari MCB utama dinyalakan.
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar
Cara memasang atau mengganti Saklar
Matikan sumber listrik dengan menurunkan tuas MCB Utama (dibawah KWH-meter)
Pastikan tidak ada lagi arus listrik yang mengalir dengan menggunakan tespen.
Lepaskan saklar dari dinding dengan melonggarkan baut penjepit Saklar, dan pastikan kembali kabel-kabel yang terpasang pada saklar tersebut benar-benar sudah tidak bertegangan listrik.
Lepaskan kabel-kabel yang terpasang pada saklar tersebut.
Persiapkan Saklar baru, dan pasang kembali kabel-kabel yang ada pada baut terminal Saklar baru, dan pastikan kabel-kabel terpasang dengan benar pada posisinya semula.
Pastikan baut-baut pengikat kabel sudah terpasang dengan kencang
Kemudian Pasang saklar baru tersebut ke dinding, dengan mengencangkan baut penjepit yang ada.
Periksa hasil pemasangan sebelum menyalakan kembali MCB utama
Cara Memasang Saklar (pemasangan baru)
Selain Memasang saklar untuk mengganti saklar yang rusak, terkadang kita juga perlu melakukan pemasangan saklar baru untuk penambahan lampu di rumah.
Bahan-bahan:
Saklar
Kabel NYA atau NYM
Pipa PVC
Cara memasang:
Buat lubang di dinding untuk tempat pemasangan Saklar baru
Buat jalur Pipa di dinding dari Plafon menuju lubang Saklar
Matikan sumber listrik dengan menurunkan tuas MCB Utama (dibawah KWH-meter)
Pastikan tidak ada lagi arus listrik yang mengalir pada kabel-kabel instalasi listrik dengan menggunakan Testpen
Pasang dan Sambungkan kabel fasa dari sumber listrik menuju Saklar
Pasang kabel keluaran dari saklar menuju fitting lampu
Kemudian pasang ujung-ujung kabel tersebut pada baut terminal kabel yang ada pada saklar tersebut
Jika yang dipasang adalah saklar tunggal (untuk 1 buah lampu), berarti kabel yang diperlukan hanya 2 kabel yaitu satu dari sumber listrik dan satu kabel lagi menuju fiting lampu.
Jika yang dipasang adalah saklar ganda (untuk 2 buah lampu), berarti kabel yang diperlukan ada 3 Kabel, yaitu satu kabel dari sumber listrik, dan dua kabel lagi dipasang menuju masing-masing fiting lampu.
Kemudian pastikan kabel-kabel sudah terpasang dengan benar, dan terikat kencang pada baut pengikat.
Periksa hasil pemasangan, sebelum menyalakan kembali listrik dari MCB utama
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar
Cara memasang atau mengganti Fiting lampu
Matikan sumber listrik dengan menurunkan tuas MCB Utama (dibawah KWH-meter)
Pastikan tidak ada lagi arus listrik yang mengalir pada fiting tersebut dengan menggunakan tespen.
Lepaskan baut pengikat Fiting di flapon
Lepaskan kabel-kabel yang terpasang pada baut terminal fiting lampu
Persiapkan Fiting baru, dan pasang kembali kabel-kabel pada baut terminal fiting lampu yang baru
Pastikan pemasangan kabel sudah terikat kencang pada baut terminal
Kabel pada fiting lampu ada 2 buah, satu kabel langsung dari sumber netral dan satu kabel lagi berasal dari keluaran saklar (Usahakan kabel fasa dari saklar terpasang pada terminal fiting lampu yang di posisi tengah)
Pastikan tidak ada inti kabel yang bersentuhan dengan inti kabel lainnya.
Pasangkan kembali fiting pada plafon
Periksa hasil pemasangan, sebelum menyalakan sumber listrik dari MCB utama
Baca juga: Menghitung kebutuhan lampu
Cara Memasang Fiting lampu (Pemasangan baru)
Selain memasang Fiting untuk mengganti yang sudah rusak, ada kalanya kita juga perlu menambah titik lampu baru di rumah.
Bahan-bahan:
Fiting lampu
Kabel NYA atau NYM
Cara memasang:
Matikan sumber listrik dengan menurunkan tuas MCB Utama (dibawah KWH-meter)
Pastikan tidak ada lagi arus listrik yang mengalir pada kabel-kabel instalasi listrik dengan menggunakan Testpen
Pasang kabel Netral dari sumber menuju ke tempat pemasangan lampu
Pasang kabel dari Saklar menuju fiting lampu
Pasang ujung-ujung kabel tersebut pada baut terminal yang ada pada Fiting lampu (Usahakan kabel fasa dari saklar terpasang pada terminal fiting lampu yang di posisi tengah)
Pastikan kabel-kabel terpasang dengan benar dan kencang
Tempelkan fiting lampu pada plafon
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar
Cara Memasang ELCB untuk pengaman bahaya listrik di rumah
ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai pengaman dari berbagai bahaya listrik, seperti kesetrum, kebakaran, kebocoran listrik, dan lainnya.
Untuk lebih mengenal apa itu ELCB dan bagaimana cara pemasangannya dapat anda lihat pada beberapa artikel tentang ELCB berikut ini:
Apa itu ELCB dan apa bedanya dengan MCB
Cara memilih ELCB yang benar
Prinsip kerja ELCB
Cara memasang ELCB
Cara menguji ELCB, berfungsi atau tidak
Catatan: Jika anda merasa ragu dengan kemampuan anda, sebaiknya minta bantuan teknisi listrik yang berpengalaman untuk melakukan berbagai pekerjaan instalasi listrik di rumah anda
Semoga bermanfaat!
Label:
berita harian viral,
berita paling viral,
berita viral artis,
berita viral dunia,
berita viral hari ini,
berita viral indonesia,
berita viral terbaru,
berita viral terkini
Perbedaan TV Plasma, TV LCD dan TV LED serta apa saja kelebihan dan kekurangannya Apa bedanya TV Plasma, TV LCD dan TV LED?
Mungkin, banyak diantara kita yang bertanya-tanya apa sebenarnya perbedaan antara TV Plasma, TV LCD dan TV LED, dan tentunya antara TV Plasma, TV LCD dan TV LED memiliki beberapa perbedaan, baik perbedaan yang dilihat dari sisi harga, Kualitas gambar, Kehandalan, Daya Listrik, Ukuran, dan lain sebagainya.
Meski kebanyakan orang belum mengetahui dengan pasti apa sebenarnya perbedaan antara TV Plasma, TV LCD dan TV LED, namun jika diminta untuk memilih diantara ketiga jenis Televisi tersebut maka pilihan terbanyak tentunya adalah TV LED.
Kenapa TV LED dipandang lebih baik jika dibandingkan dengan TV LCD dan TV Plasma?
Apakah memang benar bahwa TV LED memiliki kualitas terbaik dibanding dengan TV Plasma maupun TV LED?
Untuk menjawab pertanyaan tentang apa perbedaan antara 3 jenis Televisi diatas, yakni TV Plasma, TV LCD dan TV LED, kali ini kita akan mencoba berbagi mengenai apa saja perbedaan antara ketiga jenis televisi tersebut, dan mana yang paling baik.
Perbedaan TV Plasma, TV LCD dan TV LED serta kelebihan dan kekurangannya
TV PLASMA
TV PLASMA atau lebih lengkapnya adalah PDP (Plasma Display Panel), sering dianggap sebagai Teknologi Televisi Layar datar pertama, sebelum diciptakannya TV LCD dan TV LED yang juga memiliki tampilan Layar Datar, namun sebenarnya Teknologi TV LCD lah yang lebih dulu dibanding dengan TV Plasma, namun diawal munculnya TV Plasma, menyebabkan TV LCD menjadi kurang diminati dan terlupakan, kemudian teknologi TV LCD kembali bangkit dengan berbagai fitur yang lebih canggih, diantarany adalah tersedia lebih banyak pilihan ukuran dibanding TV Plasma.
Prinsip kerja TV Plasma sangat berbeda jika dibandingkan dengan TV LCD dan TV LED, dengan menggunakan Sel Plasma sejenis Fluorescent Lamp yang akan menyala saat menerima aliran listrik menjadi dasar pencahayaan pada layar TV Plasma.
Keunggulan TV Plasma:
Dapat menampilkan warna Hitam yang lebih nyata dan lebih baik dibanding TV LCD
Menampilkan sudut pandang yang lebih lebar dibanding TV LCD
Respon dan refresh gambar lebih cepat dibanding TV LCD
Perbandingan kontras yang lebih tinggi
Harga lebih murah dibanding dengan TV LCD dan TV LED, dengan spesifikasi dan ukuran yang sama
Kekurangan TV Plasma:
Memiliki Bobot yang Lebih berat dibanding dengan TV LCD dan TV LED
Lebih tebal dibanding dengan TV LCD dan TV LED
Ukuran 42inch atau lebih , tidak tersedia ukuran yang lebih kecil
Memiliki daya listrik yang lebih besar dibanding dengan TV LCD dan TV LED
Kualitas Gambar dan warna masih lebih rendah dibanding dengan TV LCD dan TV LED
TV LCD
TV LCD, adalah jenis Televisi dengan teknologi LCD (Liquid Crystal Display), dengan menggunakan sejenis kristal cair yang ada pada layarnya dan akan bekerja saat menerima aliran listrik.
Keunggulan TV LCD:
Tersedia dengan ukuran kecil sampai ukuran yang besar
Kualitas gambar dan warna yang lebih baik jika dibanding dengan TV Plasma
Memiliki bobot yang lebih ringan jika dibanding dengan TV Plasma
Lebih tipis jika dibanding dengan TV Plasma
Daya listrik lebih kecil jika dibanding dengan TV Plasma
Lebih aman digunakan, karena tidak menghasilkan radiasi
Kekurangan TV LCD:
Sudut pandang tidak selebar TV Plasma dan TV LED
Harga yang lebih mahal jika dibanding dengan TV Plasma
Masih lebih berat dan tebal jika dibanding dengan TV LED
Respon dan refresh gambar lebih lambat dibanding TV Plasma dan TV LED
Kualitas gambar dan warna yang masih lebih rendah jika dibanding dengan TV LED
TV LED
TV LED adalah jenis Televisi yang menggunakan teknologi hasil dari pengembangan TV LCD, dan memiliki kelebihan dari berbagai sisi.
TV LED menggunakan teknologi LED (Light-Emitting Diode) sebagai cahaya latar (Backlight) menggantikan Fluorescent Lamp yang digunakan pada TV LCD.
Kelebihan TV LED:
Perbandingan (Rasio) Kontras yang lebih tinggi dibanding TV LCD, dan hampir sama atau bahkan terkadang masih lebih tinggi jika dibanding TV Plasma.
Memiliki bobot yang lebih ringan dibanding TV LCD dan TV Plasma
Lebih tipis dibanding TV LCD dan TV Plasma
Lebih aman digunakan, karena tidak menghasilkan radiasi
Menggunakan daya listrik yang lebih rendah dibanding TV LCD dan TV Plasma
Beberapa Produk TV LED memungkinkan untuk menampilkan gambar digital, dan fitur yang lebih lengkap
Sudut pandang yang lebih baik dibanding TV LCD dan TV Plasma
Respon dan refresh gambar yang lebih baik
Kualitas gambar dan warna yang lebih baik dibanding TV LCD dan TV Plasma
Kekurangan TV LED:
Harga yang lebih mahal dibanding TV LCD dan TV Plasma
Dari penjelasan tentang perbedaan dan kelebihan antara TV Plasma, TV LCD dan TV LED, dapat disimpulkan bahwa TV LED memiliki lebih banyak kelebihan dibanding TV Plasma dan TV LCD, namun kekurangannya adalah harganya yang lebih mahal.
Semoga bermanfaat!
Langganan:
Postingan (Atom)







