Kamis, 17 Agustus 2017
Cara sederhana agar Lampu tetap menyala saat Listrik padam karena kelebihan beban.
Bagaimana Caranya, agar Lampu dirumah tetap menyala saat listrik padam karena Pemakaian daya listrik yang berlebihan?
Apa yang terjadi, jika kita terlalu banyak memakai alat-alat listrik secara bersamaan, sehingga melebihi daya listrik yang terpasang?
MCB dirumah akan turun (Jeglek), dan akhirnya listrik dirumahpun padam.
Jika MCB jepret (Trip) saat malam hari, tentu rumah anda akan menjadi gelap, hal ini tentu akan menyulitkan kita untuk menyalakan kembali MCB yang jeglek (jepret) tersebut, apalagi biasanya MCB terpasang diluar rumah.
Bagaimana caranya, agar lampu tetap dapat menyala, saat listrik dirumah anda padam karena kelebihan pemakaian alat-alat listrik (Kelebihan daya) dan MCBnya Jepret (Trip)?
Anda tentu pernah mengalami, saat malam hari berkumpul bersama keluarga di rumah, Tiba-tiba rumah menjadi Gelap karena Listrik di rumah anda Padam.
Setelah diperiksa, ternyata penyebab padamnya listrik dirumah anda adalah karena kelebihan beban, atau terlalu banyak menggunakan alat-alat listrik dan elektronik secara bersamaan, dan menyebabkan MCB di rumah anda Trip (MCB Jeglek atau jepret).
Peralatan Listrik dirumah yang paling besar biaya tagihan listriknya
Tentu hal ini akan membuat anda dan keluarga menjadi sangat terganggu, ditambah lagi suasana rumah yang gelap menyebabkan anda sulit untuk menyalakan kembali MCB yang letaknya berada diluar rumah.
Bagaimana caranya, meskipun MCB jepret dan listrik dirumah padam, namun Lampu masih menyala?
MCB yang ada dirumah kita memang sudah disesuaikan dengan batas maksimal pemakaian daya listrik, Hal ini bertujuan agar pemakaian alat-alat listrik tidak melebihi batasan daya listrik yang sudah terpasang.
Cara menentukan ukuran MCB yang dibutuhkan
Jika listrik di rumah anda terpasang dengan daya maksimal 900watt, maka alat-alat listrik yang bisa kita nyalakan secara bersamaan tidak boleh melebihi 900watt.
Namun ada kalanya, tanpa kita sadari, kita menggunakan berbagai peralatan listrik secara bersamaan dan melebihi daya maksimalnya, akibatnya MCB akan trip (Jepret) dan listrik di rumah anda pun padam.
Pemakaian daya listrik paling banyak biasanya terjadi saat malam hari, disaat yang bersamaan Televisi menyala, Kulkas, AC, Setrika listrik, dan Lampu-lampu.
Jika hal ini terjadi, tentunya akan mengakibatkan Listrik dirumah anda padam, dan tentunya Lampu-lampu juga ikut padam, suasana rumah pun menjadi gelap.
Namun, sebenarnya ada cara yang sangat sederhana, bagaimana agar Lampu tetap menyala, saat Listrik padam karena kelebihan beban.
Cara sederhana agar lampu tetap menyala, saat listrik padam karena kelebihan beban.
Cara sederhana yang dapat kita lakukan agar saat Listrik padam karena pemakaian listrik yang berlebihan, namun Lampu-lampu tidak ikut padam, sehingga rumah anda tetap terang, dan anda akan lebih mudah untuk keluar rumah dan menyalakan kembali MCB yang jeglek (Jepret) dan mengurangi pemakaian Alat-alat Listrik yang ada.
Memasang MCB terpisah untuk Lampu dirumah.
Biasanya Seluruh instalasi dirumah anda terpasang dalam satu jalur dan hanya menggunakan satu MCB, sehingga saat MCB tersebut trip atau turun (atau istilah lainnya MCB jepret / Jeglek), seluruh peralatan listrik akan padam termasuk Lampu.
Stop kontak, saklar dan lampu-lampu biasanya terpasang dalam satu rangkaian dan satu MCB.
Oleh karena itu, Kita harus membuat jalur kabel tersendiri khusus untuk saklar dan lampu-lampu, dengan menggunakan satu MCB yang terpisah.
Cara ini dapat anda lakukan, dengan memisahkan kabel seluruh lampu-lampu dirumah, atau paling tidak buatlah satu lampu khusus dengan jalur kabel dan MCB tersendiri.
Untuk lebih jelasnya, anda bisa melihat gambar rangkaian berikut ini:
Membuat inRangkaian Lampu terpisah
MCB Utama, adalah MCB yang sudah terpasang sebelumnya, biasa terpasang dengan KWH meter milik PLN, ukuran MCB disesuaikan dengan daya yang sudah terpasang.
MCB kedua, dipasang untuk Stopkontak dan seluruh instalasi listrik di dalam rumah, dan pastikan ukuran MCB kedua ini lebih rendah amperenya dari MCB Utama, agar saat terjadi kelebihan beban listrik, MCB inilah yang Trip atau jepret (Jeglek).
MCB ketiga, adalah MCB yang khusus dipasang untuk Lampu, anda bisa menambahkan Lampu baru selain lampu-lampu yang sudah ada, agar lebih mudah dan tidak perlu merubah instalasi yang sudah ada. ukuran MCB untuk lampu dapat disesuaikan dengan daya lampu yang terpasang, anda dapat memasang MCB 1A.
Saat terjadi kelebihan beban, MCB kedua akan jepret karena ukuran amperenya lebih rendah dari MCB Utama, namun Lampu tetap mendapatkan tegangan listrik dari MCB Utama.
Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmustalasi listrik dengan lampu terpisah
Bagaimana Listrik bisa sampai di rumah kita?
Listrik yang kita gunakan dirumah, berasal dari pembangkit listrik melalui jaringan-jaringan tegangan tinggi.
Dari mana sebenarnya listrik yang ada di rumah kita?
Listrik yang kita gunakan sehari-hari, sumbernya dari mana?
Dari mana sebenarnya asal mula sumber listrik hingga sampai di rumah kita?
Di rumah kita sudah tersedia listrik, yang dapat kita gunakan untuk berbagai keperluan, seperti listrik untuk menyalakan Televisi, kipas angin, AC, Memasak nasi, menyalakan Kulkas, mesin cuci, Charger, dan banyak lagi yang lainnya.
Cukup dengan mencolokkan steker dari berbagai peralatan listrik tersebut ke stopkontak (Colokan), dan Peralatan listrik maupun alat elektronik yang kita miliki dapat menyala.
Berbagai peralatan listrik dan maupun elektronik yang ada dirumah kita takkan berguna jika tidak ada listrik.
Baca juga: Peralatan listrik yang besar biaya listrik perbulannya
Bagaimana Listrik bisa sampai kerumah?
Saat listrik di rumah kita padam, seluruh peralatan listrik dan elektronik tak dapat digunakan, bahkan lampu-lampu juga ikut padam, rumah kita menjadi sunyi dan gelap.
Lalu, pernahkah kita bertanya dari mana datangnya listrik tersebut, hingga bisa sampai di rumah kita dan dapat kita gunakan untuk berbagai keperluan.
Bagi anda yang menggunakan Genset sendiri, tentu sumber listrik yang anda gunakan berasal dari genset tersebut.
Namun bagi anda yang mendapatkan sumber listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara), tentu listrik yang anda gunakan berasal dari Listrik PLN.
Listrik tersebut, berasal dari mana?
Listrik yang kita gunakan di rumah-rumah adalah tegangan listrik AC (Alternating Current) atau biasa disebut dengan Tegangan listrik arus bolak-balik.
Besar tegangan listrik yang sampai di rumah dan kita gunakan sehari-hari adalah 220 VAC (Volt AC).
Setiap energi listrik Arus Bolak-balik (AC) berasal dari suatu Pembangkit Listrik AC, Pembangkit listrik AC biasa disebut dengan Alternator (Alternating Current Generator).
Jadi, Listrik yang sampai dirumah kita, juga berasal dari suatu pembangkit Listrik.
Pembangkit Listrik
Terdapat berbagai jenis Pembangkit listrik yang digunakan, antara lain:
PLTD: Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
PLTA: Pembangkit Listrik Tenaga Air
PLTU:Pembangkit Listrik Tenaga Uap
PLTG: Pembangkit Listrik Tenaga Gas
PLTGU: Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap
PLTP: Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi
PLTS: Pembangkit Listrik Tenaga Surya
PLTN: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
PLTMG: Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas
Listrik yang sampai ke rumah-rumah kita, berasal dari berbagai macam Pembangkit Listrik, dan yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah PLTA dan PLTU.
Listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik baik PLTU atau PLTA tersebut, dialirkan melalui beberapa jaringan-jaringan, hingga akhirnya sampai di rumah-rumah.
Bagi anda yang ingin mengetahui, dari mana datangnya listrik yang ada dirumah-rumah, berikut ini alur Jaringan listrik dari sumber utamanya sampai didistribusikan ke rumah-rumah.
Bagaimana Listrik tersebut bisa sampai kerumah kita?
Alur Jaringan Listrik dari Pembangkit sampai didistribusikan ke rumah-rumah.
1. Pembangkit Listrik
Pembangkit Listrik merupakan sumber Utama listrik yang bisa sampai di rumah-rumah, namun karena jaraknya cukup jauh, maka Pembangkit Listrik ini harus melalui beberapa proses terlebih dahulu sebelum digunakan oleh konsumen.
Tegangan Listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik utama, adalah berkisar antara 6.000Volt (6KV)- 24.000 Volt(24KV). Kenapa Jaringan Transmisi Tegangannya sangat Tinggi?
2. Jaringan Transmisi
Tegangan listrik dari Pembangkit listrik utama, kemudian dialirkan melalui Jaringan Transmisi, Jaringan transmisi biasanya menggunakan sistem saluran udara (Kabelnya berada diatas udara).
Tegangan dari pembangkit Listrik yang semula berkisar (6KV s/d 24KV) dinaikkan menjadi 70KV s/d 500KV pada Gardu Induk Transmisi.
3. Jaringan Distribusi Primer
Tegangan listrik dari Jaringan Transmisi (70KV s/d 500KV) kemudian dialirkan ke gardu-gardu induk jaringan distribusi Primer untuk diturunkan menjadi 20KV (20.000Volt).
Kemudian Listrik dengan Tegangan 20.000Volt dialirkan melalui jaringan Distribusi Primer menuju Jaringan Distribusi Sekunder.
4. Jaringan Distribusi Sekunder
Jaringan Distribusi Primer dengan Tegangan sebesar 20.000Volt kemudian dialirkan menuju Jaringan Distribusi Sekunder, dan diturunkan menjadi 220Volt (fasa dengan Netral) atau 380Volt (fasa dengan fasa).
Jaringan distribusi sekunder dengan tegangan 220 Volt (Fase dan netral) inilah yang kemudian dialirkan ke rumah-rumah kita, dan dapat kita gunakan untuk menyalakan berbagai peralatan listrik yang kita miliki.
Semoga bermanfaat!
Berbagai bahan Instalasi listrik yang bagus dan aman serta cara memasangnya
Apa saja Bahan yang dibutuhkan untuk pemasangan instalasi listrik yang baik dan aman?
Untuk memasang instalasi listrik di rumah yang baik dan aman, tentunya dibutuhkan berbagai bahan atau peralatan listrik yang tepat, serta cara memasang yang benar.
Ada beberapa bahan atau material untuk pemasangan instalasi listrik di rumah yang perlu kita ketahui, dan tentunya harus yang sesuai baik dari sisi keselamatan dan kehandalannya.
Bahan-bahan instalasi listrik yang biasa kita gunakan, antara lain: MCB, ELCB, Kabel, Saklar, Colokan (Stop kontak), sekring, dan lainnya.
Namun, dengan hanya mengetahui beberapa bahan atau Alat-alat listrik untuk pemasangan instalasi listrik di rumah tidaklah cukup, tentunya kita harus mengetahui juga apa fungsi dari alat-alat listrik tersebut, dan bagaimana cara pemasangan yang benar dan aman.
Sudah amankah Instalasi Listrik di rumah anda?
Oleh karena itu,kali ini kita akan berbagi mengenai apa saja bahan atau material yang diperlukan untuk pemasangan instalasi listrik yang baik dan Aman, serta cara memasangnya.
Berbagai Bahan Instalasi Listrik dan cara memasang yang benar dan aman
1. Kabel
Kabel adalah salah satu bahan utama untuk pemasangan Instalasi listrik di rumah.
Kabel berfungsi sebagai penghantar listrik, untuk mengalirkan listrik dari sumber listrik menuju berbagai peralatan listrik lainnya yang ada di dalam suatu instalasi listrik dirumah.
Terdapat berbagai jenis bahan yang digunakan untuk penghantar Listrik, Namun bahan penghantar atau Kabel yang baik untuk menghantarkan Listrik adalah kabel dengan bahan Tembaga, karena memiliki daya hantar yang bagus dan tahanan jenis yang kecil.
Jenis-jenis bahan penghantar listrik dan tahanan jenisnya (Rho).
Setelah kita memilih kabel yang berbahan tembaga, selanjutnya kita juga harus memilih jenis kabel yang sesuai dan aman untuk digunakan pada Instalasi listrik dirumah.
Mengenal jenis-jenis kabel dan kegunaannya.
Ada beberapa jenis Kabel tembaga yang biasa dipakai untuk instalasi listrik di rumah, antara lain:
Kabel NYA
Kabel NYA biasanya dipasang didalam Pipa PVC.
Kenapa kabel NYA harus dipasang didalam pipa?
Kabel jenis NYA hanya memiliki satu lapisan isolasi yang melindungi inti tembaga di dalamnya, sehingga dibutuhkan pelindung tambahan yaitu Pipa.
Selain itu Kabel NYA adalah jenis Kabel tunggal, untuk pemasangan suatu instalasi listrik di rumah, memerlukan lebih dari satu kabel NYA, sehingga perlu dimasukkan didalam Pipa untuk menyatukan kabel-kabel tersebut dan tampak lebih rapi.
Kabel NYM
Penggunaan Kabel NYM untuk instalasi listrik dirumah, memberikan beberapa keuntungan dibanding Kabel NYA.
Kabel NYA dapat dipasang tanpa selubung tambahan (Pipa), karena Kabel NYM memiliki beberapa lapisan isolasi yang menyelubungi Inti tembaga.
Kabel NYA tersedia dengan beberapa inti tembaga didalamnya, sehingga tidak perlu banyak kabel untuk pemasangan instalasi listrik di rumah.
Penjelasan Arti Kode huruf pada Kabel NYA, NYM, dan lainnya.
Hal yang tak kalah penting adalah, menentukan kabel ukuran berapa yang harus kita gunakan, agar instalasi listri di rumah aman dan tahan lama?
Cara menghitung ukuran kabel yang dibutuhkan
Kabel yang harus dipasang ada 3 macam, yakni Kabel untuk jalur Fasa (Merah), Kabel untuk jalur Netral (Hitam) dan Kabel jalur Arde atau pentanahan (Kuning).
Pastikan Kabel yan 2. MCB
MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah salah satu komponen atau bahan utama dalam suatu instalasi listrik.
MCB berfungsi sebagai pengaman instalasi listrik, jika terjadi hubungan singkat (Korsleting) atau kelebihan beban, maka MCB akan secara otomatis memutuskan rangkaian listrik dan listrik di rumah pun menjadi padam.
Dulu alat yang biasa digunakan untuk pengaman instalasi listrik adalah Sekring (Fuse), namun penggunaan sekring belakangan ini mulai tergantikan dengan MCB, karena MCB dapat digunakan berkali-kali saat terjadi gangguan instalasi listrik, sedangkan sekring perlu diganti jika putus.
Meski ada sekring otomatis,dan tak perlu diganti jika terjadi gangguan listrik, namun penggunaan MCB tetap yang paling diminati.
MCB dipasang pada kabel fase dari sumber listrik, sumber listrik (kabel Fase) harus melewati MCB terlebih dahulu sebelum dialirkan menuju instalasi listrik di rumah.
Kabel fasa dari sumber listrik utama dipasang pada baut terminal MCB (bagian Atas), dan terminal MCB bagian bawah dipasang menuju instalasi listrik di dalam rumah, sedangkan kabel netral dari sumber langsung dialirkan langsung tanpa melewati MCB.
Pastikan Kabel yang terpasang pada MCB adalah Kabel Fase dari sumber, agar saat MCB dimatikan tidak ada lagi tegangan listrik yang mengalir pada Instalasi listrik.
Dan pasanglah MCB dengan menggunakan Box MCB agar lebih terlindung, aman dan rapi.
3. Sekring (Fuse)
Sekring adalah suatu alat pengaman listrik yang terbuat dari bahan penghantar yang memiliki batasan kemampuan arus, jika arus lebih maka sekring akan putus.
Penggunaan sekring dalam instalasi listrik sudah mulai tergantikan dengan menggunakan MCB yang lebih praktis.
g anda gunakan sudah sesuai baik jenis kabel dan ukurannya
4. ELCB (Anti kontak).
ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker), adalah suatu alat pengaman yang sangat penting dalam suatu instalasi listrik dirumah.
ELCB berfungsi sebagai pengaman bagi kita terhadap resiko kesetrum atau tersengat listrik.
Memilih ELCB yang benar.
ELCB harus dipasang pada sumber listrik utama sebelum instalasi listrik di rumah, Kabel fasa dan kabel Netral harus terpasang terlebih dahulu pada ELCB sebelum dialirkan menuju instalasi listrik di rumah. Cara memasang ELCB yang benar
Jika instalasi listrik dirumah anda belum terpasang ELCB, segera lengkapi dengan ELCB karena keselamatan kita adalah hal yang paling utama.
Anda juga dapat menggunakan ELCB sebagai pengganti MCB.
5. Stop kontak
Stop kontak biasa juga disebut dengan colokan, tempat kita mencolokkan steker dari berbagai peralatan listrik seperti televisi, kulkas, kipas angin, mesin cuci, dan lainnya.
Stop kontak (Colokan) berfungsi sebagai tempat sumber listrik, dan digunakan untuk tempat menyalakan berbagai peralatan listrik.
Stop kontak memiliki 3 terminal kabel di dalamnya, terminal tersebut berfungsi untuk pemasangan kabel fase , netral dan arde dari sumber listrik. Memilih Stopkontak yang bagus dan aman
Pastikan instalasil listrik dirumah dilengkapi dengan kabel arde, dan terpasang dengan baik dan benar.
6. Saklar
Saklar berfungsi sebagai alat penghubung dan pemutus rangkaian sumber listrik menuju peralatan listrik, dan umumnya dipasang untuk menyalakan atau memadamkan Lampu.
Terdapat berbagai jenis saklar, namun yang paling sering digunakan untuk instalasi listrik dirumah adalah saklar tunggal dan saklar ganda.
Saklar tunggal digunakan untuk satu buah lampu, sedangkan saklar tunggal digunakan untuk dua buah lampu.
Saklar tunggal memiliki dua baut terminal, satu terminal untuk tempat kabel fase langsung dari sumber, dan satu terminal lagi untuk tempat kabel yang menuju ke lampu.
Pastikan kabel yang terpasang ke saklar adalah kabel fase, agar saat saklar terputus, tidak ada tegangan listrik yang masuk ke lampu.
7. Kotak sambungan
Kotak sambungan disebut juga dengan Junction Box, atau biasa disebut dengan Tedus.
Kotak sambungan (Tedus) ini berfungsi tempat kita menyambung kabel-kabel listrik, yang bertujuan agar setiap sambungan kabel dapat terlindung dengan baik dan aman.
Pastikan setiap sambungan kabel ditempatkan didalam kotak sambungan (Tedus)
8. Wire Nut.
Wire Nut adalah alat untuk menyambung kabel listrik yang baik dan aman, setelah kabel disambung dengan cara dipuntir, kemudian kita tutup dengan Wire Nut agar sambungan terlindungi dan tidak mudah longgar.
Wire nut juga berfungsi pengganti isolasi (Selasiban) yang biasa kita gunakan untuk menyambung kabel listrik.
Jika selama ini anda menggunakan isolasi untuk membalut sambungan kabel, maka sebaiknya anda mulai menggunakan Wire nut yang berfungsi sebagai isolasi sekaligus menjaga sambungan lebih kuat dan tidah mudah longgar.
Gunakan Wire Nut untuk menyambung kabel listrik yang bagus dan aman.
9. Isolasi (Insulation Tape)
Isolasi berfungsi sebagai isolator (Bahan yang tidak bisa menghantar listrik), untuk melindungi kabel-kabel listrik yang terkelupas atau terbuka.
Untuk sambungan kabel jika memungkinkan sebaiknya menggunakan Wire Nut.
10. Lampu
Lampu merupakan alat listrik yang berfungsi untuk memberikan penerangan.
Terdapat berbagai jenis lampu yang banyak digunakan dalam instalasi listrik dirumah, antara lain: Lampu TL (Neon),Lampu Pijar, Lampu Hemat energi,Lampu LED, dan lainnya.
Tips memilih Lampu
Untuk lampu TL tidak membutuhkan fiting lampu, Karena Lampu TL sudah dilengkapi dengan kotak lampu, sedangkan untuk lampu-lampu lainnya harus menggunakan Fitting tempat memasang lampu tersebut.
11. Fitting
Fitting berfungsi untuk tempat memasang lampu dan sebagai tempat sumber listrik untuk menyalakan lampu tersebut.
Ada berbagai jenis fitting lampu, seperti: fitting gantung dan fitting tempel (Duduk).
Pada fiting lampu terdapat dua baut terminal kabel, satu baut terminal dipasang kabel netral langsung dari sumber, sedangan terminal lainnya untuk tempat kabel fase yang diambil dari saklar lampu tersebut, saat saklar dalam posisi terputus maka lampu padam, saat saklar terhubung maka lampu akan menyala.
Cara sederhana agar lampu tetap menyala saat MCB Trip karena kelebihan beban
Pilihlah fiting lampu yang terminalnya berbahan kuningan, agar tidak mudah berkarat dan tahan lama.
Semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmu
Berbagai macam ALAT UKUR, serta kegunaannya
Berbagai macam Alat ukur yang digunakan untuk mengukur berbagai keperluan hasil pengukuran, serta memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing.
Terdapat begitu banyak alat ukur yang digunakan dalam berbagai jenis kegiatan, profesi dan kebutuhan hasil pengukuran.
Berbagai Alat Ukur dan kegunaannya
Alat Ukur dibuat untuk mempermudah kita dalam melakukan berbagai pengukuran.
Alat ukur digunakan dalam berbagai bidang
Berbagai macam alat ukur tersebut digunakan hampir dalam segala bidang pekerjaan atau profesi, seperti:
Alat ukur di bidang Mekanikal (Bengkel)
Alat ukur di bidang Listrik (kelistrikan)
Alat ukur di bidang Kimia (Laboratorium)
Alat ukur bidang Kedokteran (Kesehatan)
Alat ukur di bidang Bangunan (Sipil)
Alat ukur di bidang Pendidikan
dan banyak lagi yang lainnya.
Jenis-jenis Alat ukur menurut kegunaannya
Selain itu, Alat ukur juga memiliki kegunaan atau fungsinya masing-masing, antara lain:
Alat ukur panjang
Alat ukur Massa
Alat ukur berat
Alat ukur Waktu
Alat ukur tekanan
Alat ukur Suhu
Alat ukur tinggi permukaan (Level)
Alat ukur jumlah aliran (Flow)
Alat ukur Getaran
Alat ukur ketebalan
Alat ukur frekwensi
Alat ukur Cahaya
Alat ukur suara
dan berbagai alat ukur lainnya.
Berbagai macam Alat Ukur
Alat ukur Panjang/jarak
Jika kita ingin mengetahui berapa Panjang suatu benda, maka kita akan menggunakan sesuatu alat untuk mengukur panjang benda tersebut.
Alat yang kita gunakan untuk mengukur panjang benda tersebut, disebut dengan Alat ukur panjang.
Berbagai macam alat ukur panjang yang dapat kita gunakan, sesuai dengan fungsi dan satuan panjang yang akan diukur, seperti:
Meteran
Meteran digunakan untuk mengukur panjang benda yang tidak memerlukan hasil pengukuran yang presisi (Akurat), karena tingkat akurasi meteran hanya sekitar 1mm.
Sigmat (Jangka sorong)
Sigmat (Jangka sorong) digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, kedalaman, suatu benda dengan tingkt akurasi mencapai 0,1 mm.
Cara membaca hasil pengukuran menggunakan Sigmat (Jangka Sorong)
Mikrometer
Micrometer digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, kedalaman, suatu benda dengan tingkt akurasi mencapai 0,01 mm.
Cara membaca hasil pengukuran menggunakan Mikro meter.
Penggaris (Mistar)
Penggaris (Mistar) digunakan untuk mengukur panjang benda yang tidak memerlukan hasil pengukuran yang presisi (Akurat), karena tingkat akurasi Penggaris (Mistar) hanya sekitar 1mm.
Speedometer
Alat Ukur Massa
Saat kita ingin mengetahui berapa kilogram berat dari suatu benda, kita akan menimbangnya dengan alat timbangan, Terdapat kebiasaan kita yang ternyata selama ini salah, yakni berat dalam satuan kilogram adalah satuan Massa bukan Berat.
Berat yang biasa kita sebut dalam satuan kilogram adalah satuan Massa, sedangkan satuan berat sebenarnya adalah satuan Gaya dalam (Newton).
Timbangan Gantung
Timbangan Duduk
Timbangan kamar mandi
Neraca dua lengan
Neraca O'Hauss
Alat Ukur Berat (Newton)
Alat ukur berat dalam satuan Kg.m/s atau setara dengan satuan Newton, biasa menggunakan alat ukur yakni:
Neraca Pegas
Dinamo Meter
Alat Ukur Waktu
Alat ukur juga kita gunakan untuk mengukur waktu, berbagai macam alat ukur waktu yang digunakan,antara lain:
Jam Pasir
Jam tangan
Jam Dinding
Stopwatch
Jam Matahari
HourMeter
Alat Ukur Tekanan (Pressure)
Tekanan juga perlu dilakukan pengukuran dengan menggunakan Alat ukur Tekanan, dalam berbagai satuan tekanan. Alat ukur tekanan Deltabar dan Cerabar
Berbagai Alat ukur Tekanan, antara lain:
Manometer
Pressure Gauge
Deltabar (Differential Pressure)
Barometer
Pressure Transmitter (Cerabar)
Alat Ukur Suhu
Thermometer LIG (Liquid in Glass)
Termometer ini adalah alat ukur suhu yang umum digunakan, berupa cairan di dalam wadah kaca, cairan yang digunakan seperti: Air raksa, Alk0hol, dan lainnya.
Berbagai jenis alat ukur suhu dari masa ke masa
Temperature Gauge
Infrared Temperature
Prinsip kerja Infrared temperature dalam mengukur suhu
Resistance Temperature Detector (RTD)
Cara memasang RTD,untuk mengukur suhu suatu benda, dan ditampilkan dalam bentuk digital dengan tambahan Alat temperature Controller digital.
Termo kopel
Cara Memasang Termo kopel untuk mengukur suhu suatu benda,dan hasil pengukurannya ditampilkan dalam bentuk angka (Digital) dengan tambahan alat yang disebut dengan Controller.
Alat ukur tinggi permukaan (Level Measurement)
Untuk mengetahui berapa tinggi permukaan Air dalam suatu bejana, tentu kita membutuhkan alat untuk mengukurnya, Alat ukur ini disebut dengan Alat ukur Level (Permukaan).
Prinsip Kerja Alat ukur Level Measurement
Berbagai jenis alat ukur tinggi permukaan,antara lain:
Level Gauge
Level Transmitter
UltraSonic meter
DPT (Differential Pressure Transmitter)
Level Limit Switch (Liquiphant)
Alat Ukur Aliran (Flow)
Untuk mengetahui seberapa banyak jumlah benda yang mengalir dalam suatu wadah, kita membutuhkan Alat ukur aliran/debit.
Prinsip kerja Flowmeter Vortex, Coriolis, Magnetic
Berbagai Alat ukur aliran dapat kita gunakan, tak hanya untuk benda cair, bahkan untuk benda jenis Gas, dan Padat.
Berbagai alat ukur aliran (Flow):
Flowmeter kincir Analog
Flowmeter Kincir Digital
Flowmeter Digital
Flowmeter Magnetic
Flowmeter Vortex
Flowmeter Coriolis
Alat Ukur Getaran
Alat ukur ini banyak digunakan, untuk mengetahui kondisi berbagai mesin-mesin yang sedang beroperasi, untuk melakukan perawatan dan perencanaan perbaikan secara berkala.
Vibration Pen
Vibration meter
Alat Ukur Ketebalan
Ketebalan (Thickness), untuk mengetahui berapa ketebalan suatu benda, digunakan alat ukur ketebalan yaitu:
Thickness Gauge
Alat ukur ini mampu menembus tebal permukaan benda dan mengukur ketebalannya dengan menggunakan gelombang Ultrasonic. Cara menggunakan Thickness Gauge
Alat Ukur Frekwensi
Alat ukur ini biasa digunakan di bidang kelistrikan, untuk mengetahui besar Frekwensi listrik yang dihasilkan dari suatu pembangkit Listrik.
Alat ini biasa disebut dengan:
Hertz Meter
Alat Ukur Cahaya
Seberapa besar intensitas pencahayan dalam suatu ruangan, juga dapat kita ukur dengan menggunakan Alat ukur, yaitu:
Light Meter
Lux Meter
Ganiofotometer
Spektro-Fotometer
Alat Ukur Suara
Suara memiliki satuan desible (dB), dan seberapa besar kekuatan dari kebisingan atau Suara dapat diukur dengan menggunakan Alat ukur, yakni:
Sound Level Meter
DecibleMeter
Alat-Alat Ukur Kelistrikan
Alat Ukur Tegangan Listrik
Voltmeter
Alat Ukur Arus Listrik
Ampere Meter
Clamp Meter (Tang Ampere)
Alat Ukur daya listrik
Watt Meter (KWH-Meter)
Alat Ukur Nilai Resistansi
Ohm-Meter
Multitester
Alat Ukur listrik yang memiliki berbagai fungsi, yaitu untuk mengukur Arus, Tegangan, resistan, disebut dengan nama Multi Tester.
Cara menggunakan Multitester dengan benar
Alat Ukur Grounding (Pentanahan)
Cara menggunakan alat ukur Grounding tester dengan benar
Grounding Tester
Earth Tester
Alat Ukur ELCB
Cara menggunakan ELCB Tester untuk mengukur ELCB (Anti kontak)
ELCB Tester
Alat Ukur Tahanan Isolasi
Cara mengukur tahanan Isolasi kabel dengan benar
Insulation Tester
Mega Ohm Meter
Semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmu
dikutip dari berbagai sumber
Apa itu ELCB dan MCB, serta apa bedanya?
Apa itu ELCB dan MCB, serta apa bedanya
Apa itu ELCB?
Apa itu MCB?
Apa fungsi ELCB?
Apa fungsi MCB?
Apa bedanya menggunakan ELCB atau MCB untuk pengaman instalasi listrik?
Lebih baik dipasang ELCB atau MCB, untuk pengaman Listrik?
Mungkin, bagi kebanyakan orang tidak begitu mengenal alat pengaman listrik yang disebut dengan ELCB, Orang-orang kebanyakan lebih mengenal alat pengaman listrik yang disebut dengan MCB, ketimbang ELCB.
Apa itu MCB dan ELCB, serta apa perbedaan serta fungsinya?
Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa diperlukan alat pengaman pada setiap instalasi listrik.
Alat pengaman listrik dipasang untuk melindungi kita dan berbagai peralatan listrik dari berbagai kerusakan atau resiko bahaya lainnya.
Alat pengaman listrik dipasang berfungsi untuk mengamankan instalasi listrik saat terjadi berbagai gangguan.
Berbagai gangguan yang dapat terjadi pada instalasi listrik, antara lain:
Kelebihan pemakaian alat-alat listrik, atau biasa disebut kelebihan beban (Over current).
Lonjakan arus listrik yang disebabkan karena adanya kabel yang korslet, atau biasa disebut dengan hubungan singkat (Short Circuit).
Terjadinya kebocoran listrik, baik kebocoran listrik yang berasal dari kabel listrik yang terkelupas, atau alat listrik yang lembab atau rusak. (Kesetrum listrik didefinisikan sebagai terjadinya kebocoran listrik melalui bagian tubuh kita menuju tanah/bumi)
Kebocoran listrik yang berasal dari tersentuhnya sumber listrik ke objek lain, seperti saat kita kesetrum, kabel digigit tikus, kabel terkelupas dan mengenai atap/seng, dan sebagainya.
Berbagai gangguan listrik ini tentunya sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan percikan api dan kebakaran, serta dapat membahayakan keselamatan manusia.
Lalu apa yang diperlukan untuk memberikan perlindungan saat terjadi berbagai gangguan listrik tersebut?
Untuk memberikan perlindungan pada instalasli listrik biasanya dipasang alat pengaman yang disebut dengan MCB.
Apakah dengan memasang MCB pada instalasi listrik, dapat memberikan perlindungan dari berbagai gangguan diatas?
MCB saja tidak cukup untuk mengamankan kita dan instalasi listrik dari berbagai resiko dan gangguan listrik.
Apa itu MCB?
MCB (Miniature Circuit Breaker), adalah suatu alat pengaman listrik yang berfungsi untuk memutuskan aliran listrik saat terjadi Arus Lebih, yang disebabkan dari pemakaian listrik yang berlebihan, karena sambaran petir, atau karena korsleting (Hubungan singkat).
MCB hanya berfungsi untuk mengamankan saat terjadi lonjakan arus yang melebihi dari batasan ukuran MCB yang terpasang. Cara menentukan ukuran MCB
MCB tidak dapat melindungi kita saat tersengat listrik atau Kesetrum
Namun, saat terjadi kebocoran listrik atau saat kita tersentuh kabel (kesetrum), MCB tidak dapat memberikan perlindungan, karena lonjakan arus saat kita tersengat listrik (Kesetrum) nilainya sangat kecil.
Lalu alat pengaman apa yang harus kita pasang pada instalasi listrik, untuk memberikan perlindungan saat kita tersengat listrik?
Alat pengaman yang diperlukan untuk melindungi kita dari bahaya tersengat atau kesetrum, adalah ELCB.
ELCB dapat melindungi kita dari bahaya tersengat atau Kesetrum Listrik
Apa itu ELCB?
ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) adalah suatu alat pengaman listrik dari resiko kebocoran listrik yang nilai arus bocornya sangat kecil, Selain itu ELCB juga dapat berfungsi sebagai pengaman listrik saat terjadi kebocoran listrik dengan lonjakan arus yang cukup besar, serta dapat melindungi saat terjadi arus lebih karena hubungan singkat (Short Circuit).
Memilih ELCB yang benar
Jadi, ELCB merupakan alat yang dapat memberikan perlindungan dari berbagai gangguan yang kita sebutkan diatas.
ELCB memiliki beberapa istilah, seperti Anti kontak, RCD, RCCB, GFCI, dan sebagainya.
Lebih baik menggunakan MCB atau ELCB?
Tentunya lebih baik menggunakan ELCB, karena dapat memberikan perlindungan dari berbagai gangguan dan bahaya listrik, termasuk untuk melindungi keselamatan manusia saat tersengat listrik atau kesetrum.
Cara memasang ELCB pada instalasi listrik
Pastikan ELCB yang digunakan memiliki sensitifitas <30mA
Apa perbedaan MCB dengan ELCB?
Beberapa perbedaan antara MCB dengan ELCB, antara lain:
MCB
MCB hanya dipasang untuk satu kabel yaitu kabel fasa.
MCB hanya berfungsi untuk mengamankan listrik saat terjadi arus lebih karena kelebihan pemakaian alat-alat listrik, atau karena lonjakan arus saat terjadi korsleting.
MCB dapat memberikan perlindungan saat terjadi kebocoran listrik dengan lonjakan arus yang melebihi kemampuan arus MCB tersebut, dengan catatan instalasi listrik harus dilengkapi dengan ARDE (pentanahan) yang baik. kenapa arde harus dipasang ke tanah?
Jika ARDE tidak terpasang dengan baik, maka MCB tidak mampu memberikan perlindungan saat terjadi arus bocor.
MCB tidak dapat melindungi keselamatan manusia saat terkena sengatan listrik (Kesetrum), dan juga MCB tidak dapat melindungi saat terjadi kebocoran listrik dengan nilai arus bocor yang rendah/kecil.
ELCB
ELCB dipasang dengan dua kabel yaitu, kabel fasa dan netral. Kabel fasa dan netral dari sumber listrik harus melewati ELCB terlebih dahulu sebelum dialirkan ke instalasi listrik di rumah.
ELCB dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai gangguan listrik, seperti:
Lonjakan arus yang melebihi batasan arus ELCB tersebut
Melindungi saat terjadi kebocoran listrik dengan arus bocor yang kecil maupun arus bocor yang besar
Melindungi kita dari bahaya kesetrum
Memberikan perlindungan saat terjadi lonjakan arus yang disebabkan karena adanya kebocoran,maupun korsleting (Hubung singkat). Prinsip kerja ELCB
Semoga bermanfaat!
Berbagai Satuan Listrik dan penjelasannya
Kita mengenal berbagai satuan listrik, yang digunakan untuk menyatakan berbagai besaran listrik, apa saja satuan listrik yang umum digunakan dalam bidang kelistrikan, berikut beberapa satuan listrik dan penjelasan singkatnya.
Satuan Listrik
OLT
VOLT adalah satuan listrik untuk menyatakan besaran Tegangan Listrik (Voltage).
VOLT biasa disimbolkan dengan huruf V (Volt).
Tegangan Listrik merupakan suatu besaran listrik yang paling mendasar dalam ilmu kelistrikan.
Tegangan Listrik adalah Perbedaan Potensial antara 2 titik yang dihasilkan dari suatu sumber listrik.
Listrik terjadi karena adanya muatan Proton dan Elektron yang memiliki perbedaan muatan atau beda potensial.
Listrik tidak memiliki tegangan jika tidak ada perbedaan potensial diantara dua titik penghantar.
Kita mengenal berbagai besar tegangan listrik yang umum digunakan, dan dibagi menjadi 2 jenis tegangan yaitu:
Tegangan Listrik DC
DC adalah singkatan dari Direct Current atau arus searah.
Beberapa tegangan atau Voltage pada listrik DC, antara lain:
1,5 Vdc, 9Vdc, 12Vdc, 24Vdc dan lainnya
Contoh sumber listrik yang menghasilkan listrik DC, yaitu AKKI, Batere.
Selain itu tegangan listrik DC juga dapat dihasilkan dengan cara menyearahkan listrik AC menggunakan Adaptor.
Tegangan Listrik AC
AC adalah singkatan dari Alternating Current atau arus bolak-balik.
Beberapa besaran Tegangan listrik AC yang biasa kita kenal, yaitu:
110Vac, 220Vac, 380Vac
Tegangan yang biasa digunakan di rumah adalah tegangan listrik AC 220V.
Tegangan listrik AC dihasilkan dari suatu sumber pembangkit listrik yang biasa disebut dengan Generator (Genset). Perbedaan listrik AC dan DC
Tegangan listrik AC juga dapat diubah menjadi tegangan listrik DC dengan menggunakan Konverter.
Listrik tidak akan ada jika tidak ada perbedaan potensial atau Tegangan.
KV
KV adalah satuan Kilo Volt (1000Volt).
KVA
KVA adalah satuan Kilo Volt Ampere.
KVA adalah satuan daya tertulis yang didapat dari hasil perhitungan dan merupakan daya semu.
VAr
VAr = Volt Ampere Reaktif
Satuan VAr ini biasa kita jumpai dalam Sistem instalasi listrik 3 Phase, untuk menyatakan besaran daya reaktif atau kerugian-kerugian daya yang timbul akibat daya harmonik.
Semakin besar daya reaktif (VAR) akan mengakibatkan faktor daya semakin rendah, dan daya aktif akan semakin kecil.
Sebagai contoh: Jika suatu pembangkit listrik tertulis daya 250KVA, dengan faktor daya atau Cos phi sebesar 0,8, maka Daya aktif atau daya yang dapat digunakan adalah sebesar:
250 KVA x 0,8 = 200KW.
Lalu, Saat daya reaktif yang dihasilkan semakin besar, akan mengakibatkan menurunnya faktor daya, jika faktor daya menurun sampai 0,7, maka daya aktif akan semakin kecil:
250KVA x 0,7 = 175KW
KVAr
KVAR adalah satuan Kilo Volt Ampere Reaktif.
Cara memperbaiki Faktor daya listrik 3 fasa
AMPERE
AMPERE adalah satuan listrik untuk menyatakan besaran arus listrik.
Ampere biasa disimbolkan dengan huruf I (Intensity).
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan oleh pergerakan Elektron yang mengalir melalui suatu penghantar dalam suatu rangkaian listrik dalam satuan waktu.
Arus listrik terjadi jika ada tegangan listrik dan resistan atau beban listrik yang terhubung dalam suatu rangkaian.
Dengan kata lain, Arus listrik tidak akan ada jika tidak ada tegangan dan Resistan yang terhubung dalam suatu Rangkaian listrik.
Sebagai contoh, Arus listrik akan mengalir dari saklar menuju lampu saat saklar lampu tersebut kita nyalakan, kemudian saat saklar kita padamkan, tidak ada arus listrik yang mengalir.
Lampu termasuk kedalam jenis beban listrik atau Resistan.
Ohm
Ohm adalah satuan listrik yang menyatakan besaran nilai tahanan (Resistan)
Ohm biasa disimbolkan dengan Ω
Rumus menghitung resistan dalam rangkaian seri dan paralel
Setiap alat listrik dan penghantar memiliki nilai Ohm (Tahanan)
Alat-alat listrik yang biasa kita gunakan sehari-hari, seperti Setrika, kipas angin, Televisi, kulkas dan lainnya termasuk kedalam jenis resistan dan memiliki nilai tahanan dalam satuan Ohm.
Resistan (tahanan) listrik adalah segala sesuatu yang menghasilkan Arus listrik saat dilewati tegangan listrik. Besar kecilnya arus listrik yang dihasilkan tergantung dari besar kecilnya tegangan listrik dan besar kecilnya nilai tahanan (Ohm) yang dilalui. Hukum Ohm dan penjelasannya
V = I x R
V = Tegangan (Voltage) dalam satuan Volt
I = Arus listrik (Intensity) dalam satuan Ampere
R = Resistansi dalam satuan Ohm (Ω)
Watt
Watt adalah satuan listrik yang menyatakan besaran daya listrik (Power)
Watt biasa disimbolkan dengan huruf P (Power).
Daya listrik adalah besaran listrik yang mengalir melalui suatu penghantar dalam suatu rangkaian listrik. Mengenal 3 macam Daya listrik 3 fasa
Alat-alat listrik yang biasa kita gunakan di rumah biasanya dituliskan dalam satuan Watt, seperti:
Lampu 36Watt, Kulkas 100Watt, mesin cuci 200Watt, setrika 300Watt, dan lainnya.
Semakin besar satuan daya (Watt) dari suatu alat listrik yang kita gunakan, semakin besar pula Arus listrik yang dihasilkan.
P = V x I
P = Daya (Power) dalam satuan Watt
V = Tegangan listrik (Voltage) dalam satuan Volt
I = Arus listrik (Intesity) dalam satuan Ampere.
Watt adalah satuan Daya aktif
KW
Kilowatt (KW) menyatakan 1000Watt
KWH
Kilowatt Hour (KWH) menyatakan besaran 1000Watt dalam satu jam.
HERTZ
Hertz adalah satuan listrik untuk menyatakan besaran Frekuensi (F)
Hertz biasa disimbolkan dengan Hz
Hertz banyaknya gelombang listrik yang terjadi dalam satu detik.
Listrik yang memiliki nilai Frekuensi adalah listrik AC, dan Besaran Frekuensi listrik AC yang biasa kita gunakan pada listrik di rumah adalah 50Hz.
Semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmu
Apa yang menyebabkan Listrik dirumah Padam?
Apa sebenarnya yang menyebabkan listrik di rumah tiba-tiba padam, bahkan terkadang padam sesaat kemudian menyala dan padam lagi, kenapa?
Padamnya listrik di rumah secara tiba-tiba tentunya membuat kita kesal dan kecewa, berbagai prasangka timbul di pikiran kita.
Kenapa listrik dirumah sering padam?
Apakah listrik padam karena disengaja?
Listrik tiba-tiba padam, kemudian menyala dan padam lagi, ada apa sebenarnya?
Kita tentunya pernah mengalami, saat sedang asyik bersama keluarga di rumah, sambil menonton televisi, mendengarkan musik, atau lainnya, tiba-tiba listrik di rumah padam, sehingga membuat suasana menjadi gelap, dan suasana menjadi kurang menyenangkan.
Apa sebenarnya penyebab listrik dirumah padam secara tiba-tiba?
Terkadang padamnya listrik dirumah hanya terjadi sesaat, kemudian menyala lagi, namun tak lama kemudian Listrik padam lagi, seolah-olah ada yang memadamkan dan menyalakan dengan sengaja.
Mungkin anda juga pernah berpikir demikian, kenapa listrik padam dan menyala dalam waktu yang sangat singkat, apakah ini ulah orang-orang yang sedang iseng dan mengganggu ketenangan orang lain?
Sebelum kita menduga yang bukan-bukan, ada baiknya kita mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan padamnya listrik di rumah, baik itu sesaat, atau bahkan padamnya listrik dirumah dalam waktu yang cukup lama atau bisa sampai seharian.
Padamnya Listrik di rumah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, namun sebaiknya terlebih dahulu kita bagi penyebabnya menjadi 2 (dua) macam penyebab, yakni:
1. Padamnya listrik dirumah yang disebabkan gangguan internal
Gangguan internal disini maksudnya adalah gangguan yang terjadi dari KWHmeter menuju instalasi didalam rumah kita.
Penyebab padamnya listrik di rumah dapat juga dikarenakan adanya gangguan atau permasalahan yang berasal dari instalasi listrik dirumah kita sendiri, penyebab yang berasal dari instalasi listrik di rumah kita, dan yang sering terjadi adalah karena MCB trip (Jepret).
Berbagai penyebab MCB dirumah Trip (Jepret), dan solusinya
Listrik dirumah padam, karena MCB turun (Jeglek), dapat disebabkan oleh beberapa gangguan, antara lain:
Kelebihan beban daya listrik atau pemakaian listrik yang berlebihan.
Terjadi korsleting (short circuit) pada instalasi listrik yang ada dirumah kita, seperti kabel, stopkontak, fiting lampu dan lainnya.
Terjadi korsleting yang berasal dari berbagai peralatan listrik yang kita gunakan, seperti lampu, setrika, televisi, rice cooker, kipas angin, dan lainnya.
MCB yang ada dirumah kita sudah rusak, pemasangan kabel kendur, dan sebagainya.
2. Listrik Padam yang disebabkan karena ada gangguan dari Eksternal
Gangguan eksternal disini maksudnya adalah adanya gangguan yang berasal dari pihak PLN, dimulai dari meteran menuju kabel TR ditiang sampai ke sumber pembangkit listrik.
Penyebab padamnya listrik dirumah, karena adanya gangguan dari pihak PLN dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain:
Pemadaman listrik bergilir
Listrik di rumah padam karena terjadinya pemadaman bergilir dari pihak PLN.
Pemadaman bergilir terjadi karena adanya perawatan atau perbaikan yang menyebabkan supplai listrik berkurang, sehingga sumber listrik yang menuju ke rumah-rumah tidak mampu untuk menyuplai kebutuhan listrik konsumen secara keseluruhan.
Baca juga: Bagaimana Listrik bisa sampai kerumah kita?
Gangguan yang terjadi dapat berupa karena adanya perawatan atau perbaikan pada pembangkit listrik, pada kabel jaringan Tegangan menengah, Trafo, dan lainnya.
Pemadaman listrik secara tiba-tiba
Listrik padam tiba-tiba dan dalam waktu yang cukup panjang, dapat disebabkan oleh karena adanya gangguan pada jaringan listrik maupun dari pembangkit listrik, dan hal ini tidak terencana.
Seperti halnya dirumah-rumah, jaringan listrik milik PLN juga dilengkapi dengan berbagai pengaman, baik itu pengaman listrik terhadap kelebihan beban (Over current), pengaman kelebihan tegangan (Overvoltage), pengaman saat terjadi sambaran petir, dan sebagainya.
Jika terjadi gangguan kelebihan beban, tegangan yang tinggi, sambaran petir, kebocoran listrik dan sebagainya, maka sistem pengaman akan bekerja memutuskan rangkaian listrik, dan menyebabkan listrik dirumah padam.
Pihak PLN akan segera mengetahui gangguan tersebut dan langsung melakukan perbaikan secepat mungkin, karena padamnya listrik ke rumah-rumah juga merupakan kerugian bagi pihak PLN.
Listrik padam tiba-tiba dan hanya sesaat
Jika kejadian listrik padam tiba-tiba dan hanya sesaat, kemungkinan hal ini disebabkan karena sistem pengaman yang terpasang pada jaringan listrik PLN mendeteksi adanya gangguan, kemudian secara otomatis akan memutuskan rangkaian listrik menuju kerumah-rumah, setelah gangguan hilang maka pengaman listrik tersebut akan mengalirkan kembali listrik ke rumah-rumah, dan hal ini bekerja secara otomatis.
Salah satu contoh pengaman listrik yang terpasang pada jaringan tegangan menengah (TM) milik PLN adalah Recloser.
Recloser adalah suatu pengaman yang bekerja secara otomatis memutuskan dan menghubungkan aliran listrik.
Recloser akan bekerja memutuskan aliran listrik jika terjadi gangguan seperti kebocoran listrik, tegangan lebih, dan sebagainya, jika kondisi gangguan tidak ada lagi, maka Recloser akan secara otomatis mengalirkan listrik kembali.
Salah satu contoh gangguan yang sering terjadi adalah saat ada dahan pohon yang menyentuh kabel jaringan listrik, maka hal ini menyebabkan kebocoran listrik mengalir ke pohon tersebut.
Recloser akan mendeteksi hal tersebut dan dalam waktu yang singkat akan memutuskan aliran listrik.
Jika dahan tersebut sudah terlepas atau tidak bersentuhan dengan kabel listrik lagi, maka Recloser akan kembali mengalirkan listrik ke rumah-rumah.
Hal ini adalah salah satu penyebab mengapa listrik padam sesaat kemudian menyala kembali.
Jaringan Listrik PLN dilengkapi dengan berbagai sistem pengaman yang lebih canggih dibanding dirumah-rumah kita dan sebagian bekerja secara otomatis, hal ini demi menjaga keselamatan dan bahaya listrik yang lainnya.
Semoga dengan sedikit penjelasan diatas, kita tidak lagi bertanya-tanya kenapa listrik dirumah padam, dan terkadang padam sesaat dan menyala lagi.
Semoga bermanfaat!
Tempat kita berbagi ilmu
dikutip dari berbagai sumber
Langganan:
Postingan (Atom)






